Review: DreadOut (Kimo Stamboel, 2019)

Ada alasan kenapa dari dulu gue ga pernah tertarik untuk nonton film horor yang dibintangi remaja berseragam SMA -- dan/atau berlatar belakang SMA, and Dreadout have all of the whys.



It's very typical: anak SMA yang sok berani, lalu uji nyali, kemudian ketakutan sendiri karena perbuatannya ternyata memancing yang tidak diinginkan untuk "keluar".

Itulah yang terjadi di Dreadout.

Jessica dan gengnya berniat untuk bikin acara uji nyali di sebuah gedung kosong demi mendapatkan followers Instagram yang lebih banyak. Ternyata, gedung tersebut adalah "gerbang" menuju alam gaib. Mereka pun terseret ke sana dan dikejar-kejar penghuninya...

*SPOILER ALERT*

Yes I know, cerita horor (dan/atau cerita apapun sebetulnya) memang tipikal. Ada "template-nya". Tapi, permasalahan dengan Dreadout adalah... 

1. Background story ga jelas
Walaupun gue sudah merasa janggal dari awal, tapi gue memutuskan untuk tetap bertahan, karena sejujurnya gue penasaran bagaimana sejarah pintu itu? Bagaimana sejarah Ibu dan anak ini sehingga mereka bisa membaca tulisan itu sementara yang lain tidak? Siapa makhluk-makhluk itu, kenapa mereka jahat? Kenapa makhluk-makhluk itu "takut" sama lampu flash dari kamera hape? Siapa si Beni dan sekumpulan cowok-cowok yang muncul di awal film dimulai itu? Kenapa ular dijadikan lambang? Apa makna keris itu? Kenapa Jessica yang "ditarik" masuk dan bukannya yang lain, padahal mereka semua kecemplung ke kolam itu? 

Namun, hingga credit title berakhir, gue tidak menemukan satu pun jawaban dari pertanyaan gue tersebut.

2. The illogical details
Ya, mungkin ini terlihat tidak penting, tapi sebetulnya ini penting. Ada beberapa detail yang ga logis, sehingga ceritanya yang udah lemah jadi makin lemah.

Misalnya:
  • Linda katanya orang miskin, tapi hapenya iPhone baru (minimal iPhone 7+ karena ukurannya yang besar). Bhaiq.
  • Handphone berulang kali tercebur air tapi ga rusak-rusak. Bhaiq lagi.
  • Kenapa ketika Linda bilang "entah kenapa mereka takut sama lampu flash dari henpon gue", temennya (si Beni kalo ga salah) malah bilang, "itu karena aura lo. aura lo beda dari kita, Lin. lo bisa liat apa yang kita-kita ga bisa liat." YA APA HUBUNGANNYA, MALIHHHH. 
  • Jadwal buka-tutup gerbangnya lebih ga jelas dibanding jadwal buka-tutup Puncak. Apa yang bisa membuka dan menutup gerbangnya juga ga jelas. Trus pas terakhir gerbang ga bisa kebuka-buka, lalu alasan "udah pagi. gerbangnya ga bisa kebuka lagi" muncul. Bhaiq.
  • Kenapa ketika gerbang kecil di dalem yang deket lukisan tertutup, tapi "gerbang biasa" yang diketahui Linda masih tetap kebuka?
  • Gerbang dibuka dengan membaca mantera dengan kata-kata "bukalah gerbang dan terimalah kami.." tapi kenapa mantra yang sama juga digunakan untuk menyelamatkan orang dari sana? Lucu Anda.
  • Kenapa di ending padahal Kang Heri udah dibacok, tapi idup lagi, tapi tangannya yang dibacok tetep ilang? pakah yang mereka alami semua adalah ilusi? Jadi, apa yang nyata dan apa yang tidak?
  • Kenapa juga pas loncat ke kolam pas terakhir harus satu-satu, padahal pas di awal mereka berenam bisa nyemplung barengan?

3. Karakter yang tidak memiliki kedalaman
Atau bahasa kerennya: one dimensional doang. 

Udahlah ceritanya ga kuat dan banyak yang ga logis, karakternya pun ga memiliki kedalaman. Gue ga tau Linda tuh kayak gimana, Erik kayak gimana, Jessica kayak gimana, dan kenapa gue harus peduli sama mereka. Gue juga ga tau apa si Erik naksir sama Linda -- karena di awal keliatannya begitu, tapi pas di ending si Erik malah memutuskan untuk nyemplung duluan dan ninggalin Linda sama Beni. Apa mau Anda, Erik?

Udah gitu, aktingnya pun ya... begitulah. Cicio Manassero cukup cocok jadi cowok-cowok tengil, tho.

Final Verdict
Cukup disayangkan sebetulnya, karena sejujurnya gue tertarik untuk nonton Dreadout karena faktor Kimo. Well, he created Rumah Dara yang super keren, gitu lho... Jadi gue berpikir ya film ini semestinya bisa berbeda dari tipikal film horor-remaja biasanya. 

Tapi, gue salah. Dreadout betul-betul jatuh ke kolam yang sama. Gue hanya berharap Kimo (dan/atau Mo Brothers) bisa bikin lagi film gore yang berdarah-darah, karena mereka bener-bener ahli di genre itu. No more action, no more horror, no more thriller. Just gore, please. Gore.

Thank you, next!

Komentar

  1. TERIMAKASIH anda telah menjelaskan semua pertanyaan yg ada dikepala saya dengan baik dan benar. Salam hormat 😂

    BalasHapus

  2. AGEN TOGEL ONLINE TERPERCAYA CERIA4D
    WA : +62 82393544066
    #PROMO CERIA
    -BONUS DEPO 10RB
    -BONUS NEXT DEPO 1%
    -BONUS REFFERAL 2%
    -JACKPOT 4D 3D 2D NO HP TOTAL HADIAH 5 JUTA !!
    -LOMBA GRUP HADIAH RATUSAN RIBU !!

    - TERSEDIA DEPOSIT VIA " PULSA "
    - LIVE GAME CASINO & SBOBET (BOLA)
    - Fitur Game Casino (POKER , SBO )
    - BEBAS LINE 2D/3D/4D
    _________________________________________
    DISCOUNT TOGEL dibawah ini :
    >2D DISCOUNT : 29% x 70
    >3D DISCOUNT : 59% x 400
    >4D DISCOUNT : 66% x 3.000

    LINK DAFTAR:
    WWW . JPCERIA . COM

    CERIA4D
    BANDAR TOGEL ONLINE
    TOGEL ONLINE

    CERIA4D
    BANDAR TOGEL ONLINE
    TOGEL ONLINE

    JUDI ONLINE
    BANDAR ONLINE
    TUKANG TOGEL
    AGEN TOGEL
    MAIN TOGEL
    BANDAR TOGEL
    JPCERIA
    CERIA4D BANDAR TOGEL
    DAFTAR CERIA4D

    BalasHapus

Posting Komentar