Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

2.11.16

, , , , , , , ,

Review: Me vs Mami (Ody C. Harahap, 2016)

Share

Datang dari sutradara favorit gue -- Ody C. Harahap, Me vs Mami bercerita tentang Mira (Irish Bella), gadis remaja kekinian yang ngga cocok dengan gaya parenting Ibunya, Maudy (Cut Mini), yang dianggapnya over protektif, lebay, dan sangat konvensional. Ibu dan anak yang berbeda kepribadian ini akhirnya "terjebak" dalam sebuah perjalanan ke Padang untuk mengunjungi Sang Nenek yang sedang sekarat dan ingin melihat cucunya untuk yang terakhir kalinya. Dan sama seperti kebanyakan road movie lainnya, tentunya perjalanan ini menjadi perjalanan yang membukakan mata dan menyadarkan mereka bahwa sebenarnya Maudy dan Mira sama-sama saling sayang, dengan caranya masing-masing.

That simple and that predictable, yes. Just like any other mother-daughter and father-son movies. Me vs Mami memang tidak menawarkan sesuatu yang baru. Formulanya sama. Tapi seperti yang seringkali gue bilang juga, bahwa mengemas sebuah film yang sangat tipikal menjadi tetap enak dinikmati adalah pekerjaan yang luar biasa sulit. Dan merupakan pilihan yang cukup bijak oleh MNC Pictures dengan menggaet Ody C. Harahap, sang spesialis film-film komedi, untuk mengarahkan film komedi keluarga ini.

Alhasil, Me vs Mami cukup bisa dinikmati, walaupun menurut gue -- sebagai penggemar film-film Ody -- ini bukan karya terbaik Ody. Komedinya ngga terlalu menggelitik, tapi dramanya berhasil diceritakan dan disampaikan dengan baik.

Chemistry Irish Bella dan Cut Mini pun patut diacungi jempol. Mereka yang bikin film ini jadi hidup dan believable. Ditambah dengan dialog-dialog Cut Mini yang sangat riil dan emak-emak banget, menonton duo Ibu-Anak ini seperti sedang melihat ribut-ribut-sayang Emak-Anak di dunia nyata. Sangat alami dan mengalir sekali. Setelah Athirah, gue merasa Cut Mini semakin mengukuhkan diri sebagai sosok wanita kuat dan mandiri yang patut diwaspadai #tsah. Kehadiran Rio sebagai cem-ceman Mira pun cukup berhasil menambah atmosfir lucu di film ini. 

Yang justru agak sedikit disayangkan adalah filmnya yang berusaha sedikit terlalu keras untuk memberikan twist di penghujung cerita, tapi justru malah jadi penutup yang kurang manis buat gue. Setelah semua problem berhasil dibangun dengan enak sejak awal, penonton juga berhasil dekat dengan sosok Mira-Maudy dan kesengsem dengan betapa unyunya Mira-Rio, eehh kok ending-nya jadi maksa sekali.. 

But nevertheless, sama seperti yang dilakukan MNC Pictures di awal kelahiran kembalinya dua tahun silam dengan film 7 Hari 24 Jam, rumah produksi ini nampaknya ingin menawarkan beragam pilihan genre untuk berbagai segmen usia, supaya film Indonesia tidak hanya diisi oleh jenis film dan penonton yang itu-itu saja. Untuk itu, gue memberikan apresiasi lebih untuk Me vs Mami.

0 comments:

Poskan Komentar