Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

15.9.16

, , , , , , , ,

Review: Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 (Anggy Umbara, 2016)

Share

Ketika tau Warkop akan di-remake sama Falcon Pictures, semua penonton dan pengamat film Indonesia pasti sudah memprediksi bahwa film ini akan jadi film besar. Tapi, kayaknya ngga ada yang menyangka bahwa Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 akan sehebat ini. Baru satu hari tayang, mereka sudah berhasil mendapatkan 270.000 penonton -- sebuah angka yang biasanya baru bisa didapatkan di (setidaknya) hari ke-7 penayangan. Dua hari tayang, mereka sudah mendapatkan 600.000 penonton. Tiga hari tayang, angka 1 juta penonton sudah berhasil terlewati. Dan yang terbaru, di hari penayangan ke-7 kemarin, mereka sudah mendapatkan 3 juta penonton. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.

Kenapa hasilnya bisa se-fantastis ini? Ada dua faktor penting menurut gue. Pertama: promosi yang super gencar dari Falcon. Tanpa promo yang layak, film sebagus apapun ngga akan bisa mendapatkan hasil sebaik ini. Tapi, faktor kedua yang tidak kalah penting adalah: materinya sendiri memang bagus, sehingga membuat proses word of mouth berjalan dengan sangat mudah.

Cerita yang ditawarkan Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 ngga istimewa sebetulnya, tipikal film-film Warkop zaman dulu. Cenderung forgettable malah. Gue bahkan sampe menunda penulisan review ini karena gue stuck dalam mengingat, "ini film benernya ceritanya gimana yaa?" I remember some of the jokes, some of the actions, tapi kalo disuruh menyimpulkan ceritanya dalam satu plot line, gue bingung. Jadi, sepenangkapan gue, cerita Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 berkisar seputar hidup Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G. Bastian), dan Indro (Tora Sudiro), dalam menjalankan pekerjaannya sebagai anggota CHIIPS (sejenis kesatuan pembela kebenaran gitu), yang ditugaskan untuk menangkap begal. Saking inkompetennya mereka, berbagai masalah terus muncul. Dan masalah-masalah ini lah yang kemudian menjadi sumber dari berbagai kelucuan yang terjadi sepanjang film.

Abimana sudah mencuri perhatian sejak trailer dirilis, karena penampilan fisiknya yang berubah menyerupai alm. Dono. Tapi ternyata bukan sekedar fisik yang membuat Abimana berhasil menjadi Dono; ia sukses menghidupkan karakter Dono kembali lewat tingkah laku, gerak-gerik, dan cara bicaranya sepanjang film berjalan. Terlepas dari karakternya yang ngga banyak dikasih kesempatan bicara -- kalah sama Kasino -- tapi gue merasa melihat Dono hidup lagi lewat Abimana. Sementara Vino, surprisingly bisa memerankan Kasino dengan sangat baik, bikin gue lupa bahwa itu adalah Vino. Yang disayangkan adalah Tora Sudiro yang berperan sebagai Indro. Tora was just being Tora there, bukan Indro. Tapi ya, karakter Indro pun memang tidak semenonjol yang lainnya, hanya lebih banyak bermain lewat logat dan cara bicara saja -- yang sayangnya, Tora sudah cukup sering memainkan peran seperti itu sebelumnya.

Di luar akting, pertanyaan yang kemudian diajukan kebanyakkan orang yang berniat menonton filmnya, tapi masih ragu adalah: apakah Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 memang selucu itu? Karena sesungguhnya, trailer-nya memang ngga appealing sama sekali. Beberapa temen gue bahkan males diajakkin nonton karena mereka turn off duluan sama trailer-nya. Tapi surprisingly, filmnya berhasil, ngga kayak trailer-nya.

Terlepas dari ceritanya yang lemah sekali -- terbukti dari gue bahkan sampe lupa ceritanya tentang apa, jokes-jokes-nya cukup menhibur. Walaupun ngga semuanya kena, tapi beberapa bisa bikin lo ngakak gila, sementara beberapa yang lainnya bikin lo "hmmmm....." aja. Tapi satu yang pasti: lo akan tetap keluar bioskop dengan hepi. Kenapa? Karena se-ngga ketawa-ngga ketawanya lo sepanjang film, lo pasti akan tertawa melihat bloopers ketika film berakhir. 

0 comments:

Poskan Komentar