Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

30.9.16

, , , , , , , ,

Review: Athirah (Riri Riza, 2016)

Share

Diadaptasi dari novel Alberthiene Endah dan berdasarkan kisah nyata dari Ibunda Jusuf Kalla, Athirah adalah film biografi yang bercerita tentang... ya, kehidupan Ibu Jusuf Kalla yang bernama Athirah tentunya. Tentang bagaimana ia dikhianati suaminya, dan perjuangannya untuk mempertahankan keluarganya.

Ketika trailer Athirah keluar, gue tau kalo film ini is not "my cup of tea". Film ini, seperti kebanyakkan film biografi lainnya, terlihat "berat". Apalagi, film ini bukanlah kisah dari tokoh penting atau pahlawan Indonesia, "hanya" kisah tentang Ibu dari Wakil Presiden kita, bikin gue ngga terlalu tertarik. Berbagai pujian di timeline pun tidak berhasil menggerakkan gue untuk menontonnya. Sampai tadi sore gue membaca sebuah sebuah tweet seperti ini, "Wah, Athirah jam tayangnya sudah berkurang." Entah mengapa, tweet ini akhirnya mendorong gue untuk ke bioskop.

Dan gue tidak menyesali keputusan gue.

Ternyata, gue sangat menikmati Athirah. Gue bisa tertawa melihat sedikit guyonan yang ada, ikut sedih melihat luka yang dihadapi Ibu Athirah, kesal melihat perlakuan Puang Ajji, Bapak Jusuf Kalla, pada istrinya, dan gue sangat amat kagum pada ketabahan, kesabaran, dan kekuatan Ibu Athirah dalam upayanya mempertahankan keluarganya.

Yang lebih membuat salut lagi adalah fakta bahwa film ini sangat minim dialog, tapi Riri Riza sebagai sutradara bisa bertutur dan menyalurkan emosinya dengan sangat baik. Kisah disampaikan lewat visual yang sangat bercerita dan memiliki emosi, dan didukung oleh ekspresi dua aktor utamanya, Cut Mini (Athirah) dan Christoffer Nelwan (Jusuf Kalla muda), yang juga sangat luar biasa.

Film ini membuat gue mengagumi sosok Ibu Athirah sebagai wanita yang sabar, tabah, kuat, pemaaf, dan penyayang, namun juga cerdik. Film ini juga membuat gue semakin salut pada Bapak Jusuf Kalla, bukan hanya sebagai seorang pemimpin dan pedagang, tapi terlebih lagi sebagai seorang anak. Kita jadi tahu apa yang membuat Jusuf Kalla menjadi seorang Jusuf Kalla yang kita kenal sekarang. #sok #ikrib #banget #luh #kan. Dari film ini gue juga belajar bahwa mengalah bukan berarti kalah, dan diam bukan berarti bodoh. Ibu Athirah mengajarkan gue tentang makna dari "menang dengan caranya sendiri".

Jadi kawan-kawan, tontonlah film Athirah di bioskop sesegera mungkin. Seperti slogan Pak JK, "lebih cepat, lebih baik." Karena nampaknya umur film ini akan pendek. Jadi, selagi ada di bioskop, tontonlah, karena belum tentu Kamis depan masih nangkring di bioskop-bioskop kesayangan Anda.

0 comments:

Poskan Komentar