Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

20.11.15

, , , ,

Review: Kakak (Ivander Tedjasukmana, 2015)

Share

Trailer Kakak menjanjikan. Terlihat digarap serius dan dimainkan oleh dua aktor yang juga ngga main-main ketika berakting. Premisnya sebetulnya standar: pasangan suami istri, Kirana (Laudya Cynthia Bella) dan Adi (Surya Saputra) pindah ke rumah baru dengan harapan memulai hidup baru, tapi taunya rumah itu malah berhantu.

Kakak punya cerita utama dan side story yang menarik dan potensial. Sayangnya, potensi itu tidak digali lebih dalam untuk menambah detil cerita. Misal, background Kirana keguguran sampai tiga kali tidak jelas, kenapa mama Abi tidak pernah suka sama Kirana, kenapa si Kakak jadi hantu, padahal ia meninggal dengan tenang, dan lain-lain. Padahal, jika diberi porsi yang cukup, Kakak bisa jadi horor yang memiliki drama yang kuat.

Sedihnya lagi, untuk kategori horor, film ini "terjebak" dalam pakem film horor Indonesia kebanyakan: penampakan hantu yang seram dan bunyi suara super besar sebagai penanda kehadiran hantu. Padahal, Kakak sudah mengambil "jalur" horor yang berbeda. Jika biasanya hantu di film selalu digambarkan sebagai sosok yang jahat, maka tidak dengan Kakak. Hantu Kakak di sini justru digambarkan sebagai hantu yang baik dan penolong. Tapi, treatment ke si hantu ini tak beda dengan hantu-hantu di film-film kebanyakan.

Dari segi akting, Laudya Cynthia Bella dan Surya Saputra tidak mengecewakan, terutama Bella. Ia berhasil menyampaikan rasa kesal, marah, frustrasi, takut, but at the same time, that longing feeling, semuanya bisa ia ekspresikan dengan sangat baik. Chemistry di antara keduanya tidak fantastis, tapi cukup lucu di beberapa adegan. Natural seperti pasangan suami istri pada umumnya. Suasana natural itu kemudian didukung dengan musik yang tak mendominasi ketika ada dialog, sehingga itu semua terlihat semakin... real. Tapi herannya, ketika hantu muncul, suara musik jadi terlalu bernapsu. Zzz.

But overall, Kakak cukup memuaskan. It's just lacking a little bit depth, yang kalo diisiiiii.. aja, film Kakak bisa jadi luar biasa.

Btw ya, panggilan "yang" yang terus-terusan itu cukup gengges ya lama-lama. Zzz.


1 comments: