Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

24.5.15

, , , , , , ,

Review: Epen Cupen The Movie (Irham Acho Bachtiar, 2015)

Share

Pertama kali melihat trailer-nya di Youtube beberapa waktu lalu, gue sama sekali tak berkeinginan untuk menonton Epen Cupen the Movie. Tapi entah mengapa, setelah menonton trailer yang sama untuk ke-2 kalinya (tapi kali ini di bioskop), film ini terlihat jadi lebih lucu dan "meminta" untuk ditonton. 

Epen Cupen the Movie adalah film yang diangkat dari sebuah Youtube series yang meng-highlight komedi ala Papua. Masih mengajak beberapa pemain aslinya dan beberapa stand up comedian Indonesia, Epen Cupen the Movie bercerita tentang Celo (Klemens Awi) yang tak sengaja terdampar di Jakarta karena mendapat tugas dari ayahnya untuk mencari saudara kembarnya yang hilang di medan perang. Dengan minimnya pengalaman dan pengetahuan, tentu banyak kejadian lucu yang terjadi kepada Celo yang tak pernah meninggalkan Papua sejak kecil. Belum lagi ia bertemu dengan Babe (Babe Cabita), pria Medan yang percaya ramalan dan terjerat utang karenanya. 

30 menit pertama film ini, bioskop dipenuhi tawa penonton yang disebabkan oleh kekocakkan Celo dan kawan-kawan. But you see, komedi is a matter of preference. Gue ikut ketawa di beberapa adegan, tapi tak sebanyak dan tak sampai tergelak seperti penonton lainnya yang nampaknya memang penonton setia Epen Cupen di Youtube. Tapi ya, 30 menit pertama memang memberikan lebih banyak kelucuan dibanding 65 menit sisanya. Dan kali ini, nampaknya penonton berselera sama seperti gue, karena di 65 menit itu, hanya sedikit tawa yang terdengar dari arah penonton.

Seperti Comic 8, selain komedi, Epen Cupen juga memiliki adegan aksi yang cukup heboh dengan parkour, tembak-tembakkan, dan bakar-bakaran. Dan semuanya disajikan dengan teknik slow motion untuk memberikan efek komedi tentunya. Dan surprisingly, dengan segala kekonyolan dan slapstick yang diberikan, adegan aksinya cukup berhasil buat gue.

Dari segi akting, tidak ada yang stand out. Bahkan Edward Gunawan yang bersinar di Street Society pun tak berhasil memberikan penampilan sebaik sebelumnya. Kalau di Street Society ia terlihat lepas, maka di Epen Cupen ia terlihat agak sedikit menahan diri.

Terlepas dari komedinya yang kurang cocok sama gue, tapi gue salut sama Epen Cupen the Movie. Upayanya membuat action comedy yang fresh dengan total patut diapresiasi. Semoga ke depannya lebih banyak lagi film action comedy Indonesia yang kece-kece. Amin!

1 comments: