Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

20.2.14

, , , , , ,

Review: KILLERS (Mo Brothers, 2014)

Share

KILLERS adalah salah satu film yang sudah kami tunggu-tunggu kedatangannya sejak tahun 2012. Tentu saja kami sangat menantinya, karena The Mo Brothers, pembuatnya, adalah "orang-orang gila" yang juga membuat Rumah Dara yang mengagetkan tanah air dengan film slasher sadisnya yang kemudian menjadi tren untuk beberapa film lainnya, seperti Air Terjun Pengantin (yang tentunya gagal total) dan The Perfect House. Tapi, membandingkan Rumah Dara dengan KILLERS adalah sebuah tindakan yang tidak disarankan, mengingat bahwa genre kedua film ini sangatlah berbeda (walau tetap ada unsur sadistic juga di KILLERS).

Lupakan Rumah Dara, mari kita bahas KILLERS saja ya..

KILLERS adalah sebuah film psychological thriller yang... rasa-rasanya juga sangat jarang ditemukan di film-film Indonesia. Film psychological thriller Indonesia lainnya yang paling dekat dalam ingatan kami adalah Modus Anomali karya Joko Anwar. Tapi itu pun cukup berbeda jika dibandingkan dengan KILLERS.

KILLERS terbagi atas dua bagian: Jepang dan Indonesia, baik lokasi, aktor, maupun cerita filmnya sendiri. Menonton KILLERS memberikan atmosfir yang berbeda untuk kami, seolah-olah ini bukanlah film Indonesia. KILLERS membuat kami merasa bahwa ini adalah film yang dibuat oleh orang-orang Jepang, sangat khas psychological thriller Jepang sekali, yang gelap dan memberikan aura depresi tingkat tinggi. Dan ini bukan karena KILLERS memang syuting di Jepang dan menggunakan aktor Jepang lho ya. 

Tapi, mungkin karena itu pula lah kami merasakan adanya ketimpangan dalam film ini. The Japanese part works so greatly well (we gave an 11 out of 10), dan ini membuat sisi Indonesianya sangatlah terasa kurang greget. 


Kazuki Kitamura benar-benar "psycho". Entah memang kemampuan aktingnya sangat mumpuni, atau Mo Brothers berhasil mengarahkannya dengan baik, tapi yang pasti, Kazuki Kitamura dijamin akan membuat Anda berpikir bahwa dia benar-benar seorang psycho yang gila dan kejam. Ditambah dengan gambar-gambar cantik Jepangnya, bagian Jepang dari KILLERS betul-betul sangat mendominasi keseluruhan frame by frame filmnya. Sehingga begitu Oka Antara muncul, kita bagaikan disuguhkan dua film yang dibuat dua orang yang berbeda. Akting powerful dan kharisma Kazuki Kitamura membuat Oka Antara terlihat sangat berusaha dalam berakting, dan ia pun kehilangan kharismanya.

Secara keseluruhan, kami bisa bilang bahwa KILLERS bukanlah film untuk semua orang. Penyuka film psychological thriller akan menyukainya, sementara penonton yang terbiasa menonton film untuk tujuan menghibur diri pastilah tidak akan berkata bahwa film ini adalah film bagus. 

P.S.: Ingat, ini adalah film psychological thriller, jadi kalau Anda sedang stress atau depresi, janganlah menonton film ini sendirian. Ajak seseorang untuk menemani Anda untuk memastikan kondisi aman sentosa setelahnya.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda menyukai KILLERS atau tidak? Bagi pendapat Anda di sini..

0 comments:

Posting Komentar