Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

20.2.14

, , , , , ,

Review: Comic 8 (Anggy Umbara, 2014)

Share

Comic 8 sudah menarik perhatian kami saat trailer perdananya muncul. Walau sejatinya kami cukup skeptis terhadap film komedi Indonesia (dan terutama pada para stand up comedian Indonesia -- karena menurut kami mereka tidak lucu), tapi magnet dari trailer ini sangat kuat sehingga kami pun tak bisa membohongi diri sendiri dan bilang bahwa film ini tidak menarik. Alhasil, kami pun tidak sabar untuk menonton Comic 8 langsung di bioskop.

Baru 5 hari tayang, Comic 8 sudah menembus angka 550 ribu penonton, jumlah yang sangat fantastis mengingat sangatlah sulit menggiring penonton Indonesia datang ke bioskop dan menonton film Indonesia. Kini, di hari ke-22 tayang, Comic 8 sudah ditonton oleh lebih dari 1.4 juta rakyat Indonesia, dan angka itu masih berpeluang besar untuk terus bertambah karena hingga sekarang Comic 8 masih ditayangkan di 14 bioskop, untuk area Jakarta saja. Hebat bukan?

Lalu, apa yang membuat Comic 8 sebegitu larisnya?

Menurut kami, ada 3 hal yang membuat Comic 8 
2. Mixed review yang beredar
3. Penonton rindu film yang menghibur


Yup, trailernya sangatlah menarik. Comic 8 membawa atmosfir yang berbeda dari film Indonesia biasanya, sebuah gabungan action dan komedi yang sangat jarang ditemui dalam film Indonesia. Belum lagi filmnya mengajak para stand up comedian untuk berperan menjadi aktor, yang membuat seolah-olah Comic 8 adalah "jaminan" film lucu.

Lantas, review yang sudah beredar pun menjadi daya tarik tersendiri untuk film ini. Ada yang bilang film ini bagus dan lucu banget, sementara yang lainnya berkata bahwa film ini garing ataupun jelek. Orang-orang pun lantas menjadi penasaran dan ingin membuktikannya sendiri, karena pada akhirnya, selera orang memang berbeda-beda, apalagi ketika menyangkut humor.

Poin ke-3 adalah poin yang bisa jadi benar, bisa jadi juga salah. Setelah sekian lama disuguhi film-film drama "serius", penonton nampaknya kangen dibuat ketawa di dalam bioskop - pun dengan kami. Namun lantas, bagaimana pendapat kami setelah betul-betul menonton film ini di bioskop?


Menurut kami, menonton Comic 8 adalah seperti makan molten lava cake with extra twists. Warna kuenya cokelat, sehingga prediksi Anda adalah bahwa kue itu adalah kue cokelat. Tapi ternyata, itu bukan kue cokelat, melainkan kue kopi! Nah, begitu Anda mengigitnya, Anda lebih kaget lagi.. Ternyata, ada lelehan vanilla di dalamnya, yang membuat rasa coffee cake itu jadi lebih nikmat. Belum puas mengejutkan Anda, ternyata di dalam vanilla filling itu juga ada rasa lain.. Rasa jeruk lemon mungkin?

Well, menonton Comic 8 adalah seperti pengalaman Anda makan molten lava cake with extra twists itu tadi. Anda hanya mengira bahwa itu film para stand up comedian. Tapi ternyata, film yang nampak seperti film action komedi biasa ini menyimpan twist demi twist yang membuat Anda terkejut setiap kalinya. Idenya fresh, twist-nya bikin Anda bilang "wow!", dan pada akhirnya, Anda akan dibuat kagum dengan filmnya.

Tapi seperti proses membuat kue yang ada kemungkinan gagal, film ini tidaklah sempurna, setidaknya bagi kami. Walau rasa, bentuk, dan packaging keseluruhannya memuaskan Anda, tapi ketika memakannya, Anda sadar betul bahwa campuran tepung terigu, gula, susu, dan bahan-bahan lainnya bukanlah campuran terbaik. Anda masih merasakan cokelat yang bergelinjir karena tidak meleleh dengan sempurna, pun tepung yang masih cukup terasa karena kadarnya tidak seimbang.

Sama seperti film ini untuk kami. Kami menyukai packaging keseluruhannya, tapi kadar komedinya, yang mana menjadi bahan utama film ini, tidaklah pas adukannya. Komedinya nanggung, dan para comic pun tidak 100% mengerahkan kemampuan melucu mereka, tidak seperti ketika mereka sedang melawak di panggung seperti biasanya. Atau mungkin, karena film ini terlalu mengikuti takaran yang ditentukanlah, makanya para pembuat dan pemainnya tidak berani bereksperimen dengan mengurangi atau menambahkan sedikit ingredients dari film buatannya, supaya hasilnya 100% enak.

Tapi.. Itu pendapat kami. Bagaimana pendapat Anda yang sudah menontonnya? Yuk berbagi dengan kami di sini!

2 comments:

  1. Emang ada beberapa dialog dan scene yg terkesan wagu tapi over all bagus dan sangat menghibur. Kalo dibanding humor comedy Indonesia lainnya, Comic 8 msh jauh lbh unggul... Pokoknya recommended dah bt hiburan ketimbang liat horor komedi yg jelas critanya dan adegan2 yg cm mengedepankan eksploitasi tubuh perempuan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, setuju! Thanks ya udah mampir :)

      Hapus