[REVIEW] Sanubari Jakarta




Gay, lesbian, biseks, dan transgender adalah topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya menuai kontroversi. Ada yang pro, ada yang kontra. Ga cuma di negara berkembang macam Indonesia, tapi juga negara adidaya macam Amerika sana, belum ada yang satu suara mengenai LGBT ini. Nah, bisa bayangkan kan, bagaimana susahnya membawakan tema semacam ini di Indonesia, jika negara yang dianggap open minded dan sudah maju saja belum bisa melegalkan kaum ini sepenuhnya?

Maka dari itu, keberanian Lola Amaria selaku produser, beserta 10 talenta muda lainnya yang berani mengangkat isu ini patut diberi apresiasi lebih, walau jujur saja, dari 10 film pendek yang disajikan, tidak semuanya berhasil memuaskan penonton. Tapi yah, namanya omnibus, pasti ada beberapa yang menjadi favorit, beberapa yang tidak. Mari kita bahas satu per satu filmnya.

Film dibuka dengan ½, besutan Tika Pramesti dengan ide dan visual yang unik, cantik, dan menarik. Diceritakan dengan gaya yang bisa jadi agak membingungkan bagi sebagian orang, mungkin pesan cerita ini agak tidak tersampaikan dengan baik. Tapi saya yakin, dengan visual unik yang ditampilkan, ½ meninggalkan sebentuk senyum dan kenangan manis bagi penontonnya.

Film dilanjutkan dengan Malam ini Aku Cantik yang disutradarai oleh Dinda Kanya Dewi. Ceritanya standar, mengangkat tema transgender yang sudah cukup sering diekspos di film-film Indonesia, walau awalnya terkesan agak membosankan, tapi kata-kata terakhir yang diucapkan Agus, si tokoh utama, berhasil menyentuh hati saya.

Setelah menyutradarai Malam ini Aku Cantik, kali ini Dinda Kanya kembali ke profesi awalnya sebagai aktris, dan bermain sebagai seorang guru TK yang menemukan cintanya di diri Ibu salah satu muridnya, di film arahan Lola Amaria berjudul Lumba-Lumba. Film ini tidak istimewa, tapi metafora lumba-lumba yang digunakan Lola untuk menggambarkan penyuka sesama jenis ialah sangat pintar.

Terhubung, adalah sebuah film yang sangaaaaatttt tidak jelas, seolah-olah film ini dibuat tanpa makna dan tanpa tujuan. Tanpa ada sesuatu yang ingin disampaikan. Untungnya, setelah itu Sanubari Jakarta dilanjutkan dengan Kentang yang menghibur, lugas, dan berani. Saking lugasnya film ini berbicara, mungkin Kentang dianggap sedikit vulgar oleh sebagian orang yang masih agak sedikit tertutup soal isu LGBT, tapi ditertawai dengan ringannya oleh orang-orang yang sudah “biasa” melihat hal-hal semacam ini terjadi. Sebuah karya yang luar biasa dari Aline Jusria yang biasa melakukan penyuntingan gambar di film-film sebelumnya.

Film setelahnya pun membuat penonton tersenyum dengan caranya sendiri yang unik. Berwarna hitam putih dan tanpa dialog, Menunggu Warna berhasil menyampaikan kisahnya dengan cantik, dan menyentuh.

Setelah disajikan film yang sweet, kita disajikan sebuah film yang cukup “keras”. Lagi-lagi tentang sepasang lesbian, tapi perempuan satunya rupanya ingin menikah dengan seorang pria. Oow. Bisa dibayangkan bagaimana wanita marah? Ada di Pembalut. Buat saya, kisahnya sendiri agak tidak memiliki poin untuk diceritakan. Tidak ada kesinambungan, sehingga seperti Terhubung tadi, penonton bisa saja berkata, “so what?” di ending-nya.

Dua film berikutnya, Topeng Srikandi dan Untuk A juga sama tidak jelasnya dan tidak mampu diceritakan dengan baik, sehingga ending-nya juga penonton akan berkata “apa pula ini?”. Namun untungnya, Sanubari Jakarta diakhiri dengan sebuah Kotak Coklat yang dibungkus dengan manis dan menjadi garis merah bagi semua filmnya, dan bagi semua makhluk hidup: cinta itu seperti kotak cokelat berisi beragam rasa, kamu ga tau bisa dapet yang enak atau yang ga enak. Tapi satu yang pasti, cokelat tetap disukai semua orang dan bisa menjadi milik siapa saja, termasuk lesbian, gay, biseks, dan transgender. :)

1 comments:

[REVIEW 3 in 1] Negeri 5 Menara + The Raid + HI5TERIA

Hola!!! Lama ga ngeblog dan ngereview film-film baru, merasa bersalah juga blog ku jadi ditelantarkan begini, huhu.. Sekarang, langsung digabung aja ya review-review film yg udah gw tonton dan sudah berlalu lamaaaa sekali, hehehe


Negeri 5 Menara

Film Indonesia yg diadaptasi dari novel -- apalagi novel best seller -- hampir pasti tak pernah gagal dari segi penjualannya. Sebut saja Laskar Pelangi yg paling fenomenal, lalu Ayat-Ayat Cinta yg bahkan membuat Presiden kita menonton dan ikut menangis menyaksikan kisah sedihnya. Pun dengan Negeri 5 Menara. Walau jumlah penontonnya tak sebanyak dua judul sebelumnya, tapi film ini berhasil menorehkan suatu prestasi yg cukup membanggakan dan melegakan hati, di tengah semakin tenggelamnya jumlah penonton yg mau datang ke bioskop untuk menyaksikan film buatan negerinya sendiri, dengan memperoleh raihan 750.000 penonton lebih.

Plot filmnya sendiri tak berbeda jauh dengan film-film anak-anak sejenis lainnya yg "menjual" kisah sekelompok anak dalam menggapai mimpinya, namun selalu mendapat cobaan dalam jalannya.

Kali ini, Salman Aristo, penulis skenario spesialis novel dan kisah-kisah anak-anak seperti ini, masih menggunakan formula yg sama dalam membangun kisahnya. Sehingga dari segi cerita, tiada yg baru ataupun yg spesial darinya. Untungnya, ia berkolaborasi dengan Affandi Abdul Rachman, sutradara yg ahli dalam membangun empati penonton terhadap setiap karakternya. Kepiawaian Affandi dalam mengarahkan pemain sehingga semua pemain -- bahkan para bocah ingusan yg tidak memiliki pengalaman akting sebelumnya ini pun -- mampu berakting senatural mungkin, membuat penonton dengan mudah jatuh hati pada film ini, walaupun ceritanya sangat klise, dan siapapun pasti bisa menebak ending-nya.

Mungkin banyak yg mengeluhkan filmnya tak sebagus apa yg dipaparkan A.Fuadi di novelnya. Tapi bukankah itu yg biasa terjadi? Ketika membaca novel, pikiran setiap pembaca bisa berkelana ke mana saja menginterpretasikan tulisan yg mereka baca. Dan inilah interpretasi dari seorang Salman Aristo dan Affandi Abdul Rachman. :)

The Raid
Pecinta film Indonesia pasti sangat excited menyambut kedatangan film ini ke tanah air setelah berbagai penghargaan dan decak kagum serta pujian yg diterima Gareth Evans dkk di berbagai festival di luar sana. Belum lagi Sony Pictures Classic yg mengambil hak siarnya di Amerika, sehingga untuk pertama kalinya dalam sejarah, film Indonesia berhasil ditayangkan bukan cuma di Indonesia, tapi juga di Amerika dan berbagai negara lainnya. Bahkan, sekarang The Raid menduduki posisi box office nomor 11 di Amerika sana, dan Paris Hilton melalui akun twitternya merekomendasikan followers-nya untuk menonton The Raid. Mengagumkan, bukan?

Jadi rasanya saya tak perlu bercerita panjang lebar mengenai film ini, karena kalau boleh dibilang, sebenarnya film ini tidak memiliki jalan cerita yg berpengaruh signifikan terhadap apa yg ditampilkan film secara keseluruhan, sama hal nya dengan film action lainnya. So, just enjoy the full throttle action show, left your brain outside the studio, and let's kick some ass!!!

HI5TERIA
Film omnibus sedang menjadi tren di Indonesia saat ini. Setelah FISFIC tahun lalu, tahun ini ada Dilema, HI5TERIA, Sanubari Jakarta, dan akan ada beberapa film lainnya, seperti Sinema Purnama dan Jakarta Hati.

HI5TERIA, dengan segitu banyaknya woro-woro "bagus" yg terdengar di twitter, serta fakta bahwa film-film ini dibuat oleh alumni IKJ dengan budget yg cukup "wah" untuk ukuran film pendek, jujur saja mengecewakan. 5 cerita yg diarahkan oleh 5 sutradara muda ini seolah-olah dibuat ala kadarnya. Kurang greget untuk ukuran film horor.

Mari kita bahas satu per satu.
Film dibuka dengan Pasar Setan dengan setting di hutan, di mana seorang wanita terbangun dari tidurnya, dan menemukan pacarnya sudah tidak ada lagi di sampingnya. Ia kemudian mulai mencari perempuan itu, dan bertemu dengan pendaki lainnya yg juga terpisah dari grupnya. Ternyata oh ternyata, mereka berdua sudah menjadi hantu setelah masuk ke sebuah "pasar setan", sehingga keberadaan mereka tak mampu dideteksi oleh orang-orang di sekitar mereka, termasuk kekasih si perempuan yg sampai 40 tahun sekian mendatang, masih mencarinya. Kalau menurut seorang teman, film ini sebenarnya berpotensi menjadi film yg bagus, jikalau eksekusinya benar. Sayangnya, eksekusinya tidak total, sehingga kata-kata yg keluar dari mulut ini bukanlah "wow keren", tapi "watdefak? apa pula ini? kaga paham gua maksudnya", karena tidak ada batasan yg jelas antara dunia nyata, dunia khayalan, dan masa depan, yg mengakibatkan penonton pun menjadi bingung ketika mengikuti ceritanya.

Lanjut dengan cerita berikutnya, Wajang Koelit yg diperankan oleh Sigi Wimala dan si bule norak dan narsis ini. Jujur, semestinya cerita wayang itu selalu menakutkan, seperti apa yg terjadi di TAKUT: Faces of Fear, kalau digarap dengan benar. Tapi lagi-lagi, Wajang Koelit di sini masih kurang membuat bulu kuduk bergidik karena apa ya? Ekspresi ini bule agak-agak gengges ya, bow..

Berikutnya, Kotak Musik. Sebenarnya, bagian ini lah yg paling "mendingan", karena ada 1 scene di film ini yg bikin gw cukup kagum, yaitu pas bagian flashback. Tapi selebihnya, nothing special too sih.

Cerita ke-4: Palasik yg sumpah ganggu banget itu perut Imelda Therinne yg lagi hamil gede, jatoh-jatoh mulu, tapi berasa sakit juga ngga. Saking annoying-nya, gw sampe ga bisa fokus sama cerita yg juga ga ada serem-serem ataupun menegangkannya.

HI5TERIA ditutup dengan Loket. Cerita yg sangat sederhana, mengambil lokasi di satu tempat saja, tapi justru ini yg cukup mengigit. Dari dekor, make up pemain, dan juga akting pemainnya. Bella Esperance yg seolah-olah Ibu Dara KW 2 di The Perfect House, menunjukkan kualitas creepy-nya yg sesungguhnya menjadi roh yg sedang menuntut balas atas perbuatan licik si penjaga loket nan biadab di mall yg sedang didatanginya.


0 comments:

[SEGERA] KUNTILANAK KUNTILANAK - 12 APRIL 2012

Produser: Karan Mahtani
Sutradara: Koya Pagayo
Pemeran: Niken Anjani, Chrissie Vanessa, Reza Pahlevi, Adzwa Aurelline, Rikas Harsa


Sinopsis
Setelah cerai dari Krisna (Reza Pahlevi), Adelina Venus (Niken Anjani) penulis novel terkenal mengerjakan novel terbarunya di sebuah tempat terpencil dan tenang. Bersama anaknya Salwa (Adzwa Aurelline), ia menyewa villa bernama Rumah Bukit Hijau. Ikut serta pula, Saskia (Chrissie Vanessa), asisten setianya.

Selama berada di villa, Adelina meminta Saskia merekam segala aktifitasnya bersama Salwa. Kedatangan pertama mereka di villa itu sudah disambut oleh misteri seorang anak kecil bernama Aiko yang tak kasat mata. Hanya Salwa yang bisa melihatnya. Ini membuat Adelina jengkel. Adelina tak terlalu memercayainya tapi karena Salwa terus-menerus menyebut nama Aiko, Adelina kelepasan emosi dan memarahinya sejadi-jadinya. Adelina kemudian menyesali. Ia meminta Saskia yang sempat merekam aksi marahnya pada Salwa, untuk dihapus.

Saskia kemudian merasakan bahwa villa itu dihuni oleh makhluk gaib. Semuanya terekam oleh kameranya. Saskia sengaja memasang beberapa kamera di sejumlah ruang. Saskia pun juga mengalami teror menegangkan. Adelina yang awalnya kurang memedulikan gangguan alam gaib, mulai bersikap was-was.

Hardian (Rikas Harsa), pengurus villa Rumah Bukit Hijau yang baru seminggu bekerja, mendapat informasi bahwa pernah terjadi perampokan di villa itu yang menewaskan seorang nenek bersama cucunya. Mayatnya entah kemana. Mulai tersingkap keanehan-keanehan yang terjadi di villa tersebut.


TRAILER



KOMENTAR
April ini walau ada dua film bagus, Modus Anomali dan Sanubari Jakarta, bisa dibilang sebagai bulan terkacrut karena ada juga beberapa film ga jelas seperti film ini. Dan, is that Rikas Harsa pemenang L-Men 2010 itu? OMG.

0 comments:

[SEGERA] NENEK GAYUNG - 19 APRIL 2012

Produser: Sugeng Rawuh, Bram Patunga
Sutradara: Nuri Dahlia
Penulis: Bono Sutisno
Pemeran: Nikita Mirzani, Zaki Zimah, Yadi Sembako



Sinopsis
Desember 2011, sosok nenek misterius ini heboh dibicarakan orang. Nenek ini dipanggil Nenek Gayung, karena ia selalu membawa gayung dan tikar pandan untuk memandikan korbannya. Banyak yang percaya, bila bertemu dengan Nenek Gayung, jangan pernah mengajaknya bicara. Konon telah banyak korban yang menemui ajalnya setelah bertemu dan bicara dengan Nenek Gayung ini.


TRAILER


KOMENTAR
April ini walau ada dua film bagus, Modus Anomali dan Sanubari Jakarta, bisa dibilang sebagai bulan terkacrut karena ada juga beberapa film ga jelas seperti film ini.

0 comments:

[SEGERA] SANUBARI JAKARTA - 12 APRIL 2012

Produser: Lola Amaria, Fira Sofiana
Sutradara: Adriyanto Waskito Dewo, Alfrits John Roberts, Aline Jusria,Billy Christian, Dinda Kanyadewi, Fira Sofiana, Kirana Larasati, Lola Amaria, Sim F, Fira Sofiana, Tika Pramesti
Penulis: Laila ‘Lele’ Nurazizah
Pemeran: Gesata Stella, Agastya Kandou, Reva Marchellin, Timothy Hendry Munthe, Pevita Pearce, Miea Kusuma, Hernaz Patria, Filippo,Tata Trianti, Herfiza Novianti, Permatasari Harahap, Albert Halim,Raditya, Gia Partawinata, Alviano, Haffez Ali, Dinda Kanyadewi, Dimas Hary CSP, Belvany, Ajeng Sardi, Kiki Machina, Raina, Ence Bagus,Reuben Elishama Hadju, Irfan Guchi, Arswendi Nasution, Jefan, Intan,Deddy Corbuzier, Illfie, Rangga Djoned, Ruth Pakpahan, Bemby Putuanda



Sinopsis
Pembalut (Billy Christian)
Bercerita tentang pasangan lesbian Theresia dan Bianca, yang berada dalam sebuah kamar motel. Mereka memperdebatkan mulai dari bra yang saling tertukar, serta masalah utama bahwa Theresia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria serta masalah Bianca yang sedang datang bulan di hari terakhir mereka bertemu. Datang pula seorang perempuan desa yang mengaku pacar Bianca. Semua karakter perempuan di film ini dimainkan oleh satu orang.

Kentang (Aline Jusrina)
Sebuah cerita drama komedi tentang pasangan gay, Drajat dan Acel. Berada dalam kamar kos Drajat, mereka ngin saling melepaskan rindu, tetapi selalu berujung pada perdebatan dan kejadian-kejadian yang mengganggu mereka. Telepon dari mama Drajat, kamar kos yang tiba-tiba bocor saat berciuman, hingga ketukan tetangga saat sedang bermesraan, hingga kemudian Acel memutuskan pergi.

1/2 (Tika Pramesti)
Sebuah situasi berwarna merah untuk perempuan bernama Anna, dan situasi berwarna biru untuk laki-laki bernama Abi. Apa yang dilakukan oleh Anna berkaitan dengan Abi. Dan keduanya sama-sama berhubungan dengan sorang pria bernama Biyan. Semua yang dilakukan oleh Anna pada Biyan, selalu apa yang tidak bisa dilakukan oleh Abi pada Biyan. Anna sebenarnya hanya bayangan yang Abi ciptakan, untuk bisa membayangkan dekat dengan Biyan.

Lumba-Lumba (Lola Amaria)
Bercerita tentang seorang guru di sebuah TK Lumba-lumba, bernama Adinda. Yang selalu mengajarkan anak-anaknya tentang Lumba-lumba. Hingga Adinda bertemu dengan sorang perempuan bernama Anggya, yang merupakan orang tua dari muridnya. Adinda dan Anggya saling menyukai dan kemudian makin dekat. Anggya sudah memiliki serang suami bernama Aga, yang tanpa diketahui olehnya Aga memiliki hubungan dengan seorang laki-laki. Tapi keduanya sama-sama tak mengetahui masing-masing, bahwa keduanya memilki hubungan masing-masing dengan sesama jenis.

Topeng Srikandi (Kirana Larasati)
Cerita tentang seorang perempuan bernama Srikandi yang kemudian berubah pakaian dan peran menjadi laki-laki, untuk membalas perbuatan boss dan para laki-laki di kantornya yang sering melecehkan perempuan termasuk dirinya. Srikandi perempuan yang direndahkan, berubah menjadi Srikandi laki-laki yang dikagumi. Sampai… ia membuka semua atribut laki-lakinya dan kembali menjadi perempuan didepan boss dan rekan-rekan kerjanya.

Terhubung (Alfrits John Robert)
Dua perempuan bernama Kartika dan Agatha sangat berbeda dan tidak saling kenal ataupun berhubungan. Kartika perempuan yang hidupnya selalu diatur, dan dipilihkan termasuk untuk masalah pasangan. Agatha, perempuan yang baru putus dengan pasangan perempuannya. Mereka berdua tanpa sadar saling terhubung, dengan hal-hal kecil. Sampai keduanya sama-sama memutuskan tanpa sengaja untuk ke toko bra. Seaakan takdir, Kartika dan Agatha pun berada disebuah toko bra yang sama.

Menunggu Warna (Adriyanto Dewo)
Satrio dan Adam, pasangan gay yang menjalin hubungan asmara. Dimulai dengan Satrio yang terjebak macet di lampu merah, kemudian melihat Adam di ujung jalan. Satrio menunggu lampu merah berubah hijau. Saat berubah hijau, Satrio langsung mendatangi Adam. Hubungan asmara pun terjalin mulus. Mereka layaknya pasangan umumnya. Sampai semua yang berjalan lancar itu terhenti. Satrio kembali pada situasi pertama saat lampu merah, dan bedanya ternyata lampu merah itu tak pernah berubah jadi hijau.

Malam Ini Aku Cantik (Dinda Kanyadewi)
Cerita diangkat dari cerpen berjudul Malam Ini Aku Cantik. Kisahnya tentang Agus, seorang waria. Agus menceritakan bagaimana perasaannya harus mangkal dan digoda, bagaimana dia kemudian digunakan oleh om-om demi uang. Serta Agus harus menerima dirinya sebagai waria, kemudian dicemoohkan. Semua Agsu lakukan untuk menghidupi anak-istrinya di kampung. Agus memang seorang ayah yang terpaksa bekerja di Jakarta sebagai waria.

Untuk A (Fira Sofiana)
Ari mengetik surat kepada A. Di surat itu ia menjelaskan tentang perjuangan seorang laki-laki yang dilahirkan dengan wujud perempuan dan akhirnya memutuskan untuk operasi kelamin. Ketikan surat itu bersamaan dengan munculnya kejadian-kejadian di masa lalu yang sesuai dengan yang diuraikan dalam surat. Surat itu untuk dirinya sendiri. Karena A adalah Ari, seorang laki-laki yang dilahirkan dengan wujud perempaun dan mengubah wujudnya jadi laki-laki seperti saat ini.

Kotak Coklat (Sim F)
Bercerita tentang sepasang kekasih, Reuben dan Mia. Mia baru saja mengakhiri ceritanya di sebuah taman, dan berujung pada cerita masa kecil keduanya hingga sekarang. Dari masa kecil dan masa-masa kemudian terlihat bahwa Mia, adalah seorang transgender, yang dulunya laki-laki. Mia serta Reuben selalu ada dalam sebuah situasi sama. Keduanya tumbuh sampai Mia kini berhubungan dengan Reuben sebagai perempuan.


TRAILER



KOMENTAR
Lagi musim omnibus tampaknya.. Setelah HI5TERIA, Sekarang ada Sanubari Jakarta, lalu nanti akan ada Jakarta Hati dan beberapa judul lainnya yang kebetulan saya lupa.. Tapi yg satu ini menarik.. Omnibus LGBT,  memiliki 10 cerita dan disutradarai 10 sutradara. Mulai dari artis, sutradra film pendek, hingga editor. Apalagi trailernya pun terlihat sangat menjanjikan.. Sangat patut ditunggu dan didukung kehadirannya :)

0 comments:

[SEGERA] KUNGFU POCONG PERAWAN - 12 APRIL 2012

Produser: KK Dheeraj
Sutradara: Yoyok Dumprink
Pemeran: Olga Syahputra, Jessica Iskandar, Yadi Sembako, Daus Mini, Rizky Putra


Sinopsis
Kisah asmara guru kungfu Boh Lam (Olga Syahputra) dengan Mey Mey (Jessica Iskandar) terganggu oleh Boh Siaw (Yadi Sembako), kakak pertama di perguruan silat Singa Putih. Saat Boh Siaw mengajak Ang Pao (Daus Mini) mengambil kitab sakti di hutan, Baron alias Amsyong Lu (Rizky Putra) menyerang perguruan dan menculik Mey Mey. Di tengah perjalanan Boh Siaw dan Ang Pao mengalami kecelakaan dan tewas namun karena telah bersumpah untuk menyelamatkan Mey Mey ketika mereka bangkit dari kubur. Dengan menggunakan pocong mereka berkeliling hingga menemukan Mey Mey dan mengalahkan Amsyong Lu.

TRAILER

KOMENTAR
I don't know what to say.. KKD is a real genius.. Mengabungkan kungfu dan pocong, serta nyontek poster film Kungfu Panda. Omagah.

2 comments:

[SEDANG TAYANG] ENAK SAMA ENAK - 5 APRIL 2012

Produser : Hm Firman Bintang
Produksi : MITRA PICTURES & BIC PRODUCTION
Sutradara : Chiska Doppert 
Penulis: Aditya Sugandi, Djaffar Lesmana, Universal Nikko
Pemeran: Teamlo. Eko DJ, Kiki Fatmala, Ezra Pingky



SINOPSIS
Wawan, Kudil dan Ade mahasiswa abadi yang Kost di sebuah tempat Kost milik Tante Ros. Tante Ros yang janda suka sama Ade sehingga Ade bebas dari beban bayar Kost dan makan, membuat Wawan dan Kudil iri kepada Ade.Tempat Kost Wawan cs bersebelahan dengan tempat Kost perempuan, dimana Susi dan Asih tinggal. Susi berpacaran dengan wawan, dan Asih berpacaran dengan Kudil. Kata orang sih Susi dan Asih dapat musibah mendapatkan Wawan dan Kudil yang memang tidak ganteng dan nyaris jelek banget, tapi entah kenapa Susi dan Asih mau sama Wawan dan Kudil.

Selidik punya selidik sih katanya Wawan dan Kudil orang kaya di kampung mereka masing-masing makanya Susi dan Asih mau sama mereka. Masalah datang ketika anak baru bernama Jenifer ikut Kost di tempat Kost Susi dan Asih. Maka berbagai cara dilakukan Wawan Cs untuk mendapatkan Jenifer. Wawan dan Kudil yang sudah punya Susi dan Asih extra keras untuk mendekati Jenifer, sementara Ade harus mensiasati Tante Ros agar bisa mendekati Jenifer.Kudil minta dibelikan mobil ke Bapaknya di kampung. Bapak Kudil kemudian mengirim mobil melalui Toro beserta sopirnya. Tapi ketika sampai di tempat Kost tante Ros, Toro bertemu Jenifer yang cantik dan seksi membuat Toro tergiur untuk mendapatkannya. Toro segera berkenalan dengan Jenifer dan memaksa bertamu ke tempat Kost Jenifer. Bahkan ia mengaku bahwa mobil yang dibawanya adalah mobil miliknya.
Kudil laporan kepada Bapaknya karena mobil yang dijanjikan tidak kunjung datang. Bapak Kudil akhirnya datang ke Jakarta untuk mencari Toro yang belum juga mengirim mobil buat Kudil. Tapi kekacauan malah terjadi karena bapak Kudil terpincut juga oleh kecantikan dan kemolekan Jenifer. Bahkan ia berencana menetap di tempat Kost tante Ros. Kudil kecewa, tapi tidak bisa berbuat apa-apa
TRAILER

0 comments:

Blogger Template by Clairvo