Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

11.9.12

, , , , ,

[SEGERA] RAYYA, CAHAYA DI ATAS CAHAYA - 20 SEPTEMBER 2012

Share
Produser: Bayu Priyawan Djokosoetono, Lila Bayu, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh
Sutradara: Viva Westi
Penulis: Viva Westi, Emha Ainun Najib
Pemeran: Titi Sjuman, Tio Pakusadewo


Sinopsis
Rayya adalah seorang artis terkenal dan berbakat. Penghargaan tidak pernah berhenti didapatkannya. Film yang dibintangi selalu box office, lagu yang dia nyanyikan menjadi nomor satu di radio. Namun, Rayya sesungguhnya terlalu cerdas, dan tidak bahagia dengan semua keberhasilan dan gemerlap kehidupan bergelimang harta yang penuh kepalsuan. Kegelisahannya diperparah dengan persoalan percintaanya yang kandas, diputuskan oleh pacarnya yang berstatus suami.

Pada saat bersamaan, Rayya sedang dalam pembuatan buku biografinya. Ia sedang menyiapkan perjalanan untuk pemotretan di beberapa kota. Keputusasaan yang begitu dalam membuat Rayya terpikir untuk memanfaatkan perjalanan tersebut untuk mengakhiri segalanya. Rayya membuang airmatanya, membuang harapannya, membuang segalanya tentang dirinya dengan harapan pada akhirnya tak akan ada yang tersisa. Dan kalau bisa melakukannya di depan kamera.

Perjalanan tetap dilakukan berdasarkan persyaratan Rayya untuk hanya didampingi seorang fotografer. Ketika perjalanan baru dimulai hingga Indramayu, Rayya memecat Kemal, fotografer yang telah disewa tim yang akan membuat project buku biografinya. Alasannya sederhana, Kemal berbohong. Namun bagi Rayya, kebohongan adalah hal yang fatal. Kemal digantikan oleh Arya, yang memang sejak awal adalah fotografer yang diacu oleh penulis biografi, maupun oleh Rayya sendiri. Arya dianggap kuno, karena tetap bertahan mengunakan film seluloid. Buat dia memotret itu seperti kehidupan, bukan sesuatu yang mudah untuk dihapus. Dengan digital, Arya merasa terlalu mudah untuk berbuat kesalahan, dan dengan mudah pula dimaafkan dengan cara menghapusnya. Hidup dan memotret memiliki kesamaan. Harus berhati-hati dan penuh tanggung jawab, yang sudah terjadi tidak bisa diubah.

Perjalanan yang aslinya hanyalah sesi foto menjadi tidak begitu sederhana dengan tambahan permasalahan para pelakunya. 'Jogetan', 'lompatan', 'permainan', mereka berdua menjadikan perjalanan ini sama sekali berbeda dari yang mereka berdua pernah bayangkan. Perjalanan ini berkendaraan jasad, tapi yang melakukan hijrah tidak hanya jasadnya. Pemahaman, pengetahuan, hati mereka ikut serta melakukan perjalanan panjang yang penuh pengalaman untuk menemukan sejatinya kematian. Untuk menemukan cahaya di atas cahaya.

Trailer

Komentar
Rayya Cahaya di Atas Cahaya tadinya direncanakan untuk tayang di awal 2012, tapi entah karena sebab apa, film ini mengalami penundaan berulang kali. Setelah kembali gagal tayang di Juni 2012, Rayya Cahaya di Atas Cahaya akhirnya rilis juga 20 September mendatang. Bisa dibilang, ini adalah road movie ke-2 milik Indonesia, genre yang sebetulnya kurang begitu populer di tanah air kita. Pun dibintangi oleh dua aktor yang sebenarnya secara kualitas mengagumkan, tapi dilihat dari segi karisma bintangnya, Titi Sjuman dan Tio Pakusadewo nampaknya bukanlah nama yang akan membawa orang berbondong-bondong datang ke bioskop untuk menontonnya. Viva Westi sebelumnya sudah menyutradarai beberapa film seperti May, Pocong Keliling, dan Suster N, kembali berkreasi setelah banyak juga menulis skenario untuk beberapa film seperti Not For Sale, Gaby dan Lagunya, dan banyak film bersama Nayato Fio Nuala lainnya. Patut dilihat bagaimana karyanya yang bisa dibilang adalah karya pribadinya yang satu ini.

0 comments:

Posting Komentar