Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

4.8.12

, , , , , , , , , ,

[SEGERA] PERAHU KERTAS - 16 AGUSTUS 2012

Share

Produser: Haidar Bagir, Fiaz Servia, Hanung Bramantyo, Chand Parwez Servia, Putut Widjanarko
Sutradara: Hanung Bramantyo
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari
Pemeran: Fauzan Smith, Sylvia Fully R, Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Reza Rahadian, Dion Wiyoko, Elyzia Mulachela, Kimberly Ryder


Sinopsis
Perahu Kertas mengisahkan pasang surut hubungan dua anak manusia, yaitu Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken).

Kisah bermula ketika mereka berdua kuliah di Bandung. Kugy, yang bercita-cita ingin menjadi penulis dongeng, kuliah di Fakultas Sastra. Ia punya kebiasaaan unik, yaitu suka membuat perahu kertas yang kemudian dilarungkannya di sungai.
Keenan, pelukis muda berbakat, dipaksa untuk kuliah di Fakultas Ekonomi oleh ayahnya. Bersama dengan sahabat Kugy sejak kecil, Noni (Sylvia Fully R), serta pacar Noni, yakni Eko (Fauzan Smith), yang juga adalah sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak. Dari yang semula saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam- diam saling jatuh cinta.

Tapi berbagai hal menghalangi mereka. Tak hanya itu, persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy, demi menjaga hatinya, tak datang pada pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda.
Keenan akhirnya pergi ke rumah Pak Wayan (Tyo Pakusadewo), seorang pelukis teman lama Lena, sekaligus mentor Keenan melukis.
Dalam suasana hati yang gundah, kreatifitas melukis Keenan buntu. Luhde (Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan. Seorang kolektor langganan galeri Wayan bernama Remi (Reza Rahadian) menjadi pembeli pertama. Ingin cepat meninggalkan Bandung dan lingkungan lamanya, Kugy berjuang untuk lulus cepat. Begitu lulus sidang, kakak Kugy yang bernama Karel (Ben Kasyafani) membantu agar Kugy magang di biro iklan bernama AdVocaDo milik temannya, yaitu Remi.
Prestasi kerja Kugy cemerlang, dan menarik perhatian Remi.


Trailer


Komentar
This.. is going to be a hit. A major box office. Believe me. Hanung Bramantyo dan Dewi Lestari udah cukup untuk bikin orang-orang berbondong-bondong datang ke bioskop dan menonton film ini, mengingat die hard fan nya buesar sekali. Bahkan, film ini dibikin hingga dua sesi yang masing-masing berdurasi dua jam, karena tidak mau menghilangkan esensi dari novelnya. 

Bermodalkan bintang-bintang baru yang kayaknya ingin dijadikan bintang besar di masa depan mengingat usia mereka yang masih sangat muda tapi kemampuan aktingnya sudah lumayan oke, let's see this soon to be a hit in two weeks.

0 comments:

Posting Komentar