Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

8.6.12

,

[2 in 1 REVIEW] - Modus Anomali + Lovely Man

Share

Hai pembaca budiman yang telah lama kuanggurkan.. Ihik.. Maafkan sekali karena belakangan aku jarang update blog ini dengan review-review terbaru, maupun update film yang sedang atau akan tayang.. Hari ini akhirnya aku kembali dan memiliki waktu luang untuk mengurus blog ku tercinta ini..

Sesungguhnya selain banyak film yang juga terlewat kutonton, aku juga ngutang dua film yang sudah kutonton dari lama tapi belum ku-review juga.. So, here we go.. Dua film Indonesia terakhir yg kutonton, Modus Anomali dan Lovely Man. Dua film ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama bagus. Tapi, kedua film ini pun memiliki genre yang sangat berbeda. Yang satu bergenre thriller, sementara yang satu lagi bergenre drama. Mari kita lihat satu-satu.

Joko Anwar is my favorite Indonesian director. He is.. Genius! I don't know what's inside his brain, but he is fucking brilliant in making every single movie and every single line and dialogues in his movie. Semakin gue mengenal dia, semakin gue mengagumi dia sebagai seorang sutradara. So, it's very hard for me to say that his latest movie, which is Modus Anomali, a little bit disappointing for me, as a die hard fan of Joko Anwar.

Setelah melihat the amazing Pintu Terlarang and Kala, then we were given this not-so-mindfucking-movie of him. As a fan, I am disappointed since I have this huuugeee expectation of this movie. Basically because it explains too much -- while actually it doesn't need it that much. Daaannn.. No matter how ganteng Rio Dewanto is, he is the turn-off of this movie. Aktingnya datar. Ekspresi takut yang dia tunjukkan pun seolah-olah dibuat-buat. Unless, unless ini memang sengaja dilakukan oleh Joko Anwar, secara gitu ya, Joko selalu punya tujuan dalam membuat filmnya. Tapiii, di 1/4 bagian terakhir, Rio Dewanto bener-bener berubah menjadi WOW. Di situ kita baru bisa melihat totalitas aktingnya.

Tapi, omongan di atas adalah sudut pandang gue sebagai seorang fans. Tapi, jika elo baru pertama kali nonton filmnya Joko Anwar, ada dua kemungkinan: 1. Lo akan ngefans sama dia, 2. Lo akan bingung dan akan bilang "film apaan sih nih?".

Aside from that, ada dua hal yang sangat gue kagumi dari Modus Anomali, yaitu dari segi sinematografi dan musik. Oh.em.ji. Gunnar Nimpuno sebagai sinematografer mengambil gambar dengan sangat detail dan cantik. Gambarnya membuat kita seolah-olah ikut dalam pelarian bersama John Evans, melewati hutan dan semak belukar di sekelilingnya. Selain itu, musik score dari Bemby Gusti, Aghi Narottama, dan Mondo Gascaro benar-benar membangun the creepiness in the movie. Bersama gambar yang super awesome, Modus Anomali benar-benar memberikan pengalaman sinematis yang baru untuk film Indonesia. Bravo!


Lovely Man, film yang sebenarnya sudah premier sejak September tahun lalu di Q Film Festival, bercerita tentang seorang gadis pesantren yang hamil di luar nikah dan memiliki ayah seorang waria. Film simpel yang dikemas dengan sangat menarik dan menyentuh hati setiap yang menontonnya. Kalo kamu sudah menonton film ini, kamu ga akan heran bagaimana caranya Donny Damara bisa mengalahkan Andy Lau sebagai Best Actor di Asian Film Award belum lama ini. Bukan Donny Damara saja yang berakting total, tapi juga Raihannun, si gadis pesantren tersebut. Chemistry antara keduanya membuat kita benar-benar bisa melihat bagaimana cinta tak memandang bulu, dan bisa ditunjukkan dalam bentuk apapun. Simple, but touching. Go watch it while you still can. :)

0 comments:

Posting Komentar