[SEGERA] HATI MERDEKA - 9 JUNI 2011


Produser : Conor Allyn
Produksi : Media Desa Indonesia & Margate House Film
Pemain : Darius Sinathrya, T. Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Rahayu Saraswati, Nugie, Ranggani Puspandya, Astri Nurdin, Michael Bell
Sutradara : Yadi Sugandi, Conor Allyn
Penulis : Conor Allyn, Rob Allyn


SINOPSIS
Dengan latar belakang masa-masa kelam revolusi di awal tahun 1948, HATI MERDEKA mengikuti perjalanan sekelompok kadet yang kemudian menjadi pasukan gerilya elit setelah kejadian pembunuhan massal para kadet calon prajurit di tahun 1947 (sebuah cerita yang didasarkan kisah nyata tentang perang yang mengakibatkan terbunuhnya kedua paman Hashim pada peristiwa Lengkong tahun 1946). Diperankan secara apik oleh semua bintang film muda Indonesia (Donny Alamsyah, nominasi sebagai Aktor Terbaik untuk MERAH PUTIH di Festival Film Bandung 2010, T. Rifnu Wikana dan Lukman Sardi, nominasi sebagai Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik untuk DARAH GARUDA baru-baru ini di Indonesia Movie Awards, bersama dengan Aldy Zulfikar sebagai Pendatang Baru Terbaik memerankan serdadu kecil bernama Budi), Rahayu Saraswati, pemenang Aktris Terbaik di Bali International Film Festival 2009 untuk Merah Putih dan Darius Sinathrya yang memiliki peran terbesarnya dalam film ini.

Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota kelompok ini, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir (Lukman Sardi) dari Angkatan Darat. Tanpa pemimpin dan dengan dirundung kesedihan karena kehilangan mereka, para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu (T. Rifnu Wikana) tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda. Mereka dikirim ke Bali untuk membunuh Kolonel Raymer (Michael Bell, aktor berbakat dari Inggris yang meninggal April lalu), yang telah membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah) di awal trilogi ini. Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru dari kelompok kadet ini. Menghadapi meriam kapal perang Belanda, Marius yang playboy dan peminum (Darius Sinathrya) harus mengatasi rasa takutnya karena persaingannya dengan Tomas untuk memperebutkan Senja, seorang gadis berdarah biru (Rahayu Saraswati)

Sesampainya di Bali, kelompok taruna ini menyelamatkan Dayu (pemeran baru Ranggani Puspandya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL Kolonel Raymer, tapi salah satu dari kelompok kadet ini hampir saja mati terbunuh. Saat teman mereka sedang berjuang antara hidup dan mati, kelompok kadet ini bertemu dengan pemimpin pemberontak bawah tanah Wayan Suta (Nugie). Tomas bentrok dengan pimpinan mereka terdahulu, Amir (Lukman Sardi) saat mereka merencanakan serangan terakhir untuk melawan milisi Raymer yang menimbulkan pertanyaan: Sejauh mana revolusi ini bisa menghancurkan kejahatan dan tetap mempertahankan idealismenya?


TRAILER


KOMENTAR
Triolgi Merah Putih berakhir di Hati Merdeka. Dua seri sebelumnya, Merah Putih dan Darah Garuda, jujur saja tidak begitu memuaskan walaupun nampak sedikit peningkatan pada film ke-2. Trailer yang sangat menjanjikan mudah-mudahan berlanjut ke film yang mudah-mudahan bisa menjadi partai pamungkas rentetan film perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 silam. Mudah-mudahan.

0 comments:

[SEGERA] KENTUT - 1 JUNI 2011


Produser : Zairin Zain
Produksi : Citra Sinema
Pemain : Deddy Mizwar, Ira Wibowo, Keke Soeryo, Cok Simbara, Iis Dahlia, Rahman Yakob, Hengky Tornando, Anwar Fuady
Sutradara : Aria Kusumadewa
Penulis : Aria Kusumadewa


SINOPSIS
“Di negeri ini kebenaran dan kebetulan tipis bedanya…”

Patiwa, salah satu kandidat Bupati di Kabupaten Kuncup Mekar, ia harus menjalani operasi medis akibat Dada kanannya tertembak saat berkampanye. Pasca operasi, Patiwa tetap harus menjalani perawatan serius di Rumah Sakit, karena dia harus menunggu hingga keluarnya KENTUT. 

KENTUT yang semula dianggap remeh, seketika menjadi persoalan penting dan melibatkan banyak pihak. Sementara hari pemilihan kursi Bupati tinggal sedikit waktu. Kepanikan menimbulkan konflik besar antara pihak Rumah Sakit dengan Tim Sukses Patiwa yang dipimpin perempuan cerdas nan jelita bernama Irma.  Situasi ini dimanfaatkan oleh kandidat lawan bernama Jasmera yang selalu tampil berapi-api untuk mendapatkan simpati masyarakat. Jasmera bersama Delarosa penyanyi dangdut yang fenomenal sebagai pasangan Cawabup, selalu meneriakkan slogan anti kemunafikan dan memiliki program- program kampanye kontroversial serta cenderung nyeleneh. Untuk memperlambat keluarnya KENTUT Patiwa, maka Jasmera meminta bantuan paranormal, dengan harapan agar Patiwa dinyatakan berhalangan tetap, hingga tidak dapat mengikuti putaran kedua.

Rumah Sakit berubah suasananya. Dokter Kepala, Satpam, dan seluruh karyawan Rumah Sakit semakin kelabakan dengan munculnya para pemburu berita dan beragam kelompok Agama . Mereka berkumpul untuk berdoa bagi kesehatan Patiwa, dengan seremoni yang berbeda satu sama lainnya. Situasi Rumah Sakit tidak lagi nyaman, karna mendadak berubah menjadi ruang politik. Menjadi ruang harapan bagi kepentingan banyak orang.  Akhirnya KENTUT menjadi idola dari semua peristiwa yang terjadi

“Tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia”


TRAILER


KOMENTAR
Deddy Mizwar dan Aria Kusumadewa. Dua nama tersebut adalah jaminan bahwa film ini akan secara eksplisit menunjukkan kritik sosial terhadap Indonesia. Akankah jadinya baik? Saya tak tahu. Yang jelas, karya terdahulu Aria yang memenangkan FFI 2009, Identitas, terlalu berlebihan untuk saya. Sedangkan karya-karya Deddy Mizwar yang lain seperti Alangkah Lucunya Negeri Ini dan Nagabonar masih jauh lebih baik dan tidak menganggu. Dapatkah Aria sebagai sutradara bisa belajar dari Deddy Mizwar tentang bagaimana cara menyampaikan idealisme dan opini nya tentang negaranya tercinta? Harus disaksikan sendiri tentunya..

1 comments:

[REVIEW] Film Band? Purple Love + Baik Baik Sayang


REVIEW
Kemarin, gue menonton dua film yang menjadikan sebuah band Indonesia menjadi bintang utamanya. Baik-Baik Sayang nya Wali, dan Purple Love nya Ungu. Keduanya adalah film tahun 2011, tapi bedanya, Baik-Baik Sayang hadir lebih dahulu di awal tahun, sementara Purple Love baru dirilis bulan Mei ini. Keduanya memiliki tema yang sejenis, komedi romantis. Keduanya juga menonjolkan lagu-lagu hits dari masing-masing band. Keduanya menghibur, dan keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Dari divisi akting, Wali Band boleh berbangga, karena mereka lebih berhasil menampilkan akting yang natural. Kredit lebih gue kasih ke Apoy Wali, karena ia berhasil memberikan mimik-mimik lucu plus tindak tanduk yang bisa memancing tawa. Sementara anggota band Ungu terlihat lebih kaku ketika berakting. Mungkin, hanya Pasha yang lebih santai dan bisa menikmati perannya.Chemistry yang terbangun antara Pasha dan Nirina cukup baik dan terasa natural, tapi lebih mengasyikkan melihat duet Oncy-Kirana Larasati yang lebih lucu, walau kadang annoying.

Dari segi teknis, sinematografi, art directing, dan editing, Purple Love berhasil tampil lebih cantik dan komersil dibanding Baik-Baik Sayang.. Angle-angle yang dipilih enak dipandang mata dan berwarna menarik, walau gue cukup terganggu dengan product placement sponsor yang sangat eksplisit di hampir sepanjang film. Mulai dari 7 Eleven, Class Mild, Harley Davidson, Minyak Angin Caplang, sampai mobil terbaru keluaran Mercedez, Smart!  Sementara Baik-Baik Sayang, menyesuaikan dengan nuansa ceritanya yang lebih hangat, setting yang diambil pun sangat down to earth dan kedaerahan.

Sementara dari segi cerita dan feel film secara keseluruhan, keduanya memiliki cerita yang cukup klise dan sangat tertebak. Format-format kisah lama "dijodohkan tapi justru tertarik sama yang menjodohkan, tapi ternyata yang menjodohkan umurnya tinggal sebentar lagi" yang dipakai Purple Love sangatlah mirip kisah-kisah serial Korea zaman dulu. Begitupun kisah "orangtua yang tak setuju anaknya pacaran dengan orang miskin dan menjodohkannya dengan yang lebih kaya" nya Baik Baik Sayang sudah sangat bisa ditebak endingnya seperti apa. Karenanya, maka yang lebih berpengaruh adalah feeling yang ditimbulkan setelah dan selama menonton kedua film tersebut, mana yang lebih unggul. Dan buat gue, Baik Baik Sayang keluar sebagai pemenang dalam urusan ini, karena dengan kesederhanaan yang ditampilkan, Baik Baik Sayang justru berhasil mengembalikan aura kisah cinta yang masih sangat murni. *caileh* :p

1 comments:

[REVIEW] THE MIRROR NEVER LIES



REVIEW
Sebuah film yang dinaungi WWF dan mengangkat tema tentang salah satu tujuan wisata Indonesia, Wakatobi, hanya tayang di 8 studio di Jakarta. Film horor sex porno yang tak mendidik bisa tayang hingga di 22 studio di daerah yang sama. Sungguh miris bukan? Ke mana bantuan pemerintah Indonesia? Mana bantuan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia? Bukankah film ini dapat membuka mata masyarakat yang tak tahu akan keindahan Wakatobi? Kenapa tidak didukung?

Well, kalau boleh jujur, gue tidak begitu kredibel dalam menilai film ini, dan jujur saja, gue juga agak takut dalam me-review film ini, karena 30 menit pertama gue tidak menonton filmnya sama sekali karena sibuk dengan bisnis dadakan yang terjadi begitu film mulai. Sungguh disayangkan. Jadi kali ini, review akan bersifat sangat pendek dan kurang detail. Mohon maf sebelumnya untuk hal tersebut.

Tapi setelah 30 menit tersebut, gue fokus menonton filmnya, dan dari apa yang gue lihat, gue merasa kalau film ini lebih cocok untuk dijadikan sebuah film dokumenter dengan bumbu cerita di dalamnya, dan bukan sebaliknya. Karena apa yang ditampilkan film ini benar-benar menggugah hati untuk mengunjungi Wakatobi dan menyelami budaya suku Bajo yang tinggal di sana. Bagaimana ritual mereka dalam "menunggu" kepulangan orang yang dicintainya setelah berlayar di laut, bagaimana tanggapan mereka tentang hal-hal berbau mistis, bagaimana mereka menerima kedatangan orang baru, dll.

Semestinya, film yang menonjolkan kecantikan Indonesia dan bisa sekaligus mempromosikan Indonesia ke negeri lain seperti ini lebih didukung pemerintah, karena toh pemerintah pula yang akan menerima keuntungan jika membantu mereka..

0 comments:

[SEGERA] PIRATE BROTHERS - 26 MEI 2011


Produser : Asun Mawardi
Produksi : Creative Motion Pictures
Pemain : Robin Shou, Verdy Bhawanta
Sutradara : Asun Mawardi
Penulis : Matthew Ryan Fischer


Sinopsis
Berawal cerita dari dendam seorang anak miskin, yatim piatu, hidup di pelabuhan. Dia bernama Sunny (8,9) tahun. Mempunyai seorang kakak angkat yang tewas dibunuh oleh sekelompok gang Tatto

Sunny (12)  tahun, kini tinggal di panti asuhan, dan bertemu Verdy (7-10) tahun. Mereka akrab layaknya bersaudara. Sehingga suatu saat mereka harus berpisah, karena ada orang kaya yang mengadopsi Verdy. Awalnya Verdy tidak mau, tapi Sunny memaksanya, agar kehidupan Verdy lebih layak  dan bahagia

Waktu berlalu…..20 tahun sudah mereka berpisah. Sunny kini bergabung dengan kelompok bajak laut, sementara Verdy menjadi pengusaha kaya warisan ayah angkatnya, dan punya kekasih bernama Melanie.

Dan tragedy bermula, ketika Verdy akan mengirimkan suatu barang rahasia, yang menjadi incaran para bajak laut. Verdy harus menyerah karena Melanie disandera oleh bajak laut. 

Dan kejadian tersebut adalah awal pertemuan antara Verdy dan Sunny. Sunny menjelaskan kalau dirinya adalah seorang Interpol polisi, dan Sunny juga ingin membalas dendam atas kematian kakak angkatnya yang tewas dibunuh gang tattoo yang kepala gang tattoo tersebut, sekarang menjadi pimpinan bajak laut. Verdy akhirnya percaya dan bekerja sama dengan Sunny untuk menghabisi bajak laut dan tentu saja menyelamatkan Melanie. Perkelahian demi perkelahian berlangsung

Berhasilkah mereka menyelamatkan Melanie? Bagaimana akhir persahabatan Verdy dan Sunny?

Trailer

Komentar
Merantau rupanya membakar semangat para sineas untuk menghasilkan film-film yang berbau martial arts. Pirate Brothers salah satunya. Membawa kisah yang nampaknya tak pernah dibawa dalam film Indonesia sebelumnya, perompak/bajak laut, Pirate Brothers yang walaupun posternya terlihat sangat cupu, nampaknya bisa menjadi tontonan alternatif di tengah minimnya film-film lain yang bergenre sejenis; kalau nggak drama, ya horor. Dan... Akhirnya ada juga pemain asing yang diimpor, tapi bukan pemain film porno! Robin Shou merupakan aktor ahli bela diri asal Hongkong yang pernah terlibat dalam film-film yang cukup dikenal masyarakat dunia, antara lain: Mortal Kombat, DOA, Death Race, dan Street Fighter.

0 comments:

[SEGERA] SURAT KECIL UNTUK TUHAN


Produser : Sarjono Sutrisno
Produksi : Skylar Pictures
Pemain : Alex Komang, Dinda Hauw, Esa Sigit, Ranty Purnamasari, Dwi Andika, Egi John Foreisythe
Sutradara : Harris Nizam
Penulis : Beby Hasibuan


Sinopsis
Diangkat dari kisah nyata dan novel berjudul sama, film ini menceritakan tentang Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke (Dinda Hauw), seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada, memiliki dua orang kakak laki-laki dan orang tua yang sangat menyayanginya. Selain itu Keke juga di kelilingi 6 sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya yaitu Andy (Esa Sigit)

Semuanya tampak begitu sempurna. Sampai kemudian kanker menghinggapinya. Keke adalah pengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi"monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala.

Tak dinyana, setahun kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Seperti bintang Sirius yang tetap bersinar terang walau langit tertutup awan

Trailer

Komentar
Skylar Pictures tampak ingin berbenah. Setelah mengacau lewat Jinx, mereka memperbaiki diri lewat Batas. Kini, mereka ingin naik ke tingkat yang lebih lagi, mengeluarkan film anak-anak berdasarkan kisah nyata. Sebuah kisah yang mengundang air mata. Pertanyaannya hanya satu: mampukah mereka mewujudkannya? Karena Tebus yang digodok-godok sebagai "underdog fof the year" pun gagal menunjukkan performanya.

0 comments:

[SEGERA] PELET KUNTILANAK - 1 JUNI 2011

Produser : Gobind Punjabi
Produksi : Sentra Films
Pemain : Debby Ayu, Cinta Dewi, Angie Yulia, Billy Davidson, Billy As, Yudha Putra
Sutradara : Koya Pagayo
Penulis : Herry B. Arissa

Sinopsis
Pamela terobsesi mempercantik diri dengan memanfaatkan medium gaib berupa pelet dengan celana  pria sebagai alatnya. Untuk memiliki Pelet tersebut, Pamela wajib bersekutu dengan iblis. Perjanjian hitam beresiko tinggi adalah taruhannya

Sebagaimana halnya perjanjian setan, Pelet yang sesungguhnya  terlahir dari ilmu hitam ini, meminta tumbal nyawa manusia. Kepuasan yang dirasakan cowok-cowok setelah terlibat dengan Pamela akan berujung pada kematian. Kematian yang sadis. Ironisnya, Pamela tak mengetahui hal ini. Korban-korban Pelet  yang dimiliki Pamela kebanyakan cowok-cowok teman sekampusnya. Selain Pamela, adalah Tantri yang juga memanfaatkan Pelet untuk membalaskan dendamnya pada cowok-cowok yang memperkosa dirinya 

Keterlibatan Pamela dan Tantri dengan Pelet  tak lepas dari perhatian Vega. Vega menasehati teman-temannya untuk berhati-hati, atau kalau bisa melepaskan hubungan mistis dengan Pelet.  Namun Pamela dan Tantri tak menghiraukan. Benar saja. Persoalan mulai rumit karena tiba-tiba makhluk gaib Pelet  berbalik menyerang mereka. Kehidupan mereka pun tak lagi tenang. Pamela malah mengalami terror mirip santet. Begitu pula Tantri, yang diiteror makhluk gaib dengan cara-cara mengerikan. Adalah Edwin, mantan kekasih Pamela, mengetahui jika Pamela sedang diawasi makhluk gaib namun Pamela tak mempercayainya

Sementara itu, Tantri  semakin tak kuat menghadap terror makhluk gaib Pelet. Ia meminta bantuan Vega tapi Vega tak bisa berbuat apa-apa. Persoalan bertambah pelik lantaran Vega yang tak tersangkut apa-apa, juga terkena imbasnya. Ia mengalami peristiwa mengerikan diteror makhluk gaib Pelet

Bagaimanakah selanjutnya? Makhluk gaib ganas Pelet  itu ternyata tidak akan memberi kesempatan sedetik pun terhadap para pemujanya. Kematian adalah harga mutlak!

Trailer





Komentar
Ko(na)ya(to) Pagayo is back!! Dengan setting yang sama, tema yang sama, angle yang sama, ekspresi ketakutan yang sama, bumbu yang sama, what else to say other than no comment?

0 comments:

[REVIEW] BATAS



REVIEW
Sudah lama tak melihat Marcella Zalianty tampil di layar lebar sejak kasusnya dengan Ananda Mikola beberapa waktu silam, yang bahkan menyebabkan filmnya, Lastri (2009), gagal tayang. Berangkat dari sana, Marcella, melalui rumah produksi miliknya yang juga memproduksi Lastri, Keana Production, membuat sebuah film tentang "batas".

Plotnya sendiri sebenarnya cukup simpel, tapi sayangnya justru malah sengaja dibuat kompleks dengan memasukkan masalah-masalah yang pada akhirnya tidak mendapat penjelasan yang cukup, sehingga seolah-olah masalah-masalah tersebut hanyalah sempilan belaka untuk memperpanjang durasi. Jaleswari yang tengah hamil ditinggal mati suaminya kemudian mendapatkan masalah kedua di kantornya, di mana ia ditugaskan ke pedalaman Kalimantan untuk mengurusi soal CSR pendidikan perusahaan tersebut di sana. Belum cukup penderitaannya, di sana ia masih menemui masalah dengan penduduk setempat yang haus kekuasaan (Otig) dan membenci pendatang seperti Jaleswari dan seorang wanita naas lainnya, Ubuh (Ardina Rasti). Lantas, ia terlibat lebih dalam dengan kondisi daerah sekitar; berusaha menelusuri penyebab depresinya Ubuh -- yang menjadikannya semakin dibenci Otig. Dan sisipan-sisipan masalah lainnya masih terus berlanjut....

Well, mungkin banyak orang yang tak suka dengan film Batas. Tapi saya bukan satu dari orang itu. Saya adalah satu dari sedikit orang yang masih menyukai film come back karya sutradara AADC ini.

Terlepas dari ceritanya yang terlalu banyak konflik, pun penggunaan kata "batas" dengan beragam intepretasi yang berlebihan menjelang akhir film, tapi jika melihat "Batas" secara utuh, saya suka sama film ini. Gambar dan warna yang dihasilkan sangat indah memanjakan mata, scoring-nya pun menambah kesan pada film ini, akting pemainnya yang maksimal, dan yang terpenting, perasaan yang ditimbulkan setelah menonton film ini. Menurut saya, itu semua sangat cukup untuk menutupi flaws yang ada pada film ini.



"Batas" adalah sebuah kata yang memiliki banyak arti, tergantung bagaimana anda ingin mengartikannya.

Sebuah "batas" pemisah negara?
Sebuah "batas" atau tembok untuk diri Anda sendiri?
"Batas" untuk melangkah maju?

Atau lainnya?

Tapi satu yang pasti, "Batas"an tersebut janganlah membuat Anda mundur, tapi justru membangkitkan semangat Anda untuk terus maju.



Salam! *lho* :p

0 comments:

[SEGERA] PUPUS - 26 MEI 2011


Produser : Ody Mulya Hidayat
Produksi : Maxima Pictures
Pemain : Donita, Marcel Chandrawinata, Kaditha Ayu, Arthur Brotolaras, Ichsan Akbar, Vicky Monica
Sutradara : Rizal Mantovani
Penulis : Alim Sudio


Sinopsis
Kisah tentang pergulatan Cindy, gadis daerah yang kuliah di Jakarta. Mencoba mandiri di tengah ketakutan sang ibu bahwa Cindy akan ditipu laki-laki. Adalah Panji, lelaki yang berulang tahun di hari yang sama dengan Cindy. Lelaki yang bersikap seakan mencintai dirinya, tapi kemudian selalu meninggalkan Cindy di tengah puncak kebahagiaannya. Panji menjadi misteri bagi Cindy. Cindy tersiksa tapi juga penasaran. Dia yakin cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Cindy yakin Panji pun merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakannya, tapi mengapa Panji selalu mematikan harapan Cindy, senang membuatnya terpuruk? Setiap kali Cindy mencoba bangkit dan melupakan Panji, cowok tersebut terus menghantui, dia bahkan tega memupuskan semua harapan cinta Cindy. Akankah Cindy bertahan menghadapi Panji? Ataukah dia justru berhasil menaklukan hati Panji?

Trailer

Komentar
Sudah sangat lama Maxima Pictures tidak mengeluarkan film yang tidak menjurus ke hal-hal yang berbau pornografi -- mungkin setelah Butterfly? Namun, kali ini, setelah (bahkan) mengajak salah satu bintang panas asal Jepang dalam film terakhir mereka, Maxima kembali memproduksi film drama. Trailer dan posternya pun terlihat menarik. Simpel, tapi mengajak orang (saya) untuk menonton filmnya secara penuh nanti. Rizal Mantovani pun tampaknya sudah kembali ke jalan yang benar.. Marilah kita lihat film yang dari luar terlihat cantik ini.. ;)

0 comments:

INDONESIAN MOVIE AWARDS 2011

Indonesian Movie Awards kembali digelar. Ajang tahunan yang mengapresiasi karya-karya sineas dalam negeri ini kemarin, 10 Mei 2011, telah mengumumkan pemenangnya, baik untuk kategori Favorit pilihan penonton, maupun Terbaik pilihan juri. Dari hasil yang keluar semalam, tampak sedikit banyak perbedaan dengan hasil FFI 2010 tahun lalu, walau film-film yang dinominasikan banyak yang sama. Ketika FFI didominasi oleh 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta, maka hasil IMA2011 ini cukup beragam dan tersebar. Berikut adalah daftar lengkap pemenang IMA2011.



Daftar Kategori Terbaik

Nominasi Pemeran Utama Pria
  1. Lukman Sardi film 'Sang Pencerah'
  2. Reza Rahardian film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'
  3. Vino G Bastian film 'Satu Jam Saja'
  4. Lukman Sardi film 'Darah Garuda'
  5. Reza Rahardian film '3 hati 2Dunia 1 Cinta'
Reza layak menang, tapi menurut pendapat saya, aktingnya masih lebih bagus di Alangkah Lucunya Negeri Ini. Mungkin para juri memenangkannya untuk film ini karena interpretasi dan penjiwaannya terhadap puisi-puisi Rendra.

Nominasi Pemeran Utama Wanita
  1. Titi Sjuman film 'Minggu Pagi di Victoria Park'
  2. Wulan Guritno film 'Demi Dewi'
  3. Jajang C Noer film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  4. Laura Basuki film '3 hati 2 Dunia 1 Cinta'
  5. Alexandra Gottardo film 'Tanah Air Beta'
Setelah kecewa di FFI karena Laura Basuki yang menang, akhirnya saya senang karena Titi Sjuman lewat akting gemilangnya di MPdVP berhasil memenangkan kategori ini.

Nominasi Pemeran Pendukung Pria
  1. Jaja Mihardja film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'
  2. Rasyid Karim film '3 Hati 2 Dunia 1 Cinta'
  3. Tio Pakusadewo film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'
  4. Teuku Rifnu Wikana film 'Darah Garuda'
  5. Doni Alamsyah film 'Minggu Pagi di Victoria Park'
Tio Pakusadewo pun layak menang. Sejujurnya, nominasi Pemeran Pendukung Pria ini sangat menarik, karena kesemuanya, menurut saya, telah menampilkan peran terbaik mereka. Kecuali Rifnu Wikana, mungkin, karena ia masih jauh lebih baik di Merah Putih.

Nominasi Pemeran Pendukung Wanita
  1. Happy Salma film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  2. Ully Artha film 'Bebak Belur'
  3. Henidar Amroe film '3 Hati 2 Dunia 1 Cinta'
  4. Olga Lydia film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  5. Imelda Soraya film 'Minggu Pagi di Victoria Park'
Happy Salma terus menerus memenangkan penghargaan untuk film ini, dan 777 pun terus menerus masuk nominasi, walau filmnya sendiri belum tayang di Indonesia. Kita semua jadi dibuat penasaran akan film ini.

Nominasi Pendatang Baru Pria
  1. Albert Halim film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  2. Ihsan Taroreh film 'Sang Pencerah'
  3. Rangga Djoned film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'

Nominasi Pendatang Baru Wanita
  1. Tika Bravani film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'
  2. Kimmy Jayanti film 'I Know What You Did On Facebook'
  3. Ella Hamid film 'Minggu Pagi di Victoria Park'
  4. Intan Kiefli T film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  5. Fitri Bagus film 'Minggu Pagi di Victoria Park'
Buat saya, Kimmy Jayanti bermain sangat apik di IKWYDOFB. Tapi mungkin juri tidak memilihnya karena, seperti pendapat saya, ia bermain sebagai dirinya sendiri, sehingga penjiwaannya pun tak sesusah itu.

Nominasi Pasangan
  1. Happy salma & Rangga Djoned film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  2. Reza Rahardian & Laura Basuki film '3 hati 2 Dunia 1 Cinta'
  3. Griffit Patricia & Yehuda Rumbindi film 'Tanah Air Beta'

Nominasi Pemeran Anak-Anak
  1. Griffit Patricia film 'Tanah Air Beta'
  2. Moh. Irfan Siagian film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'
  3. Aldy Zulfikar film 'Darah Garuda'
  4. Monica Sayangbati film 'Obama Anak Menteng'
  5. Angga Putra film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'

Daftar Kategori Terfavorit

Nominasi Pemeran Utama Pria Terfavorit
  1. Lukman Sardi film 'Sang Pencerah'
  2. Reza Rahardian film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'
  3. Vino G Bastian film 'Satu Jam Saja'
  4. Lukman Sardi film 'Darah Garuda'
  5. Reza Rahardian film '3 hati 2 Dunia 1 Cinta'
Ketika nama Vino dibacakan sebagai pemenang, saya kaget! Tapi kemudian saya ingat, bahwa ini adalah kategori Favorit, yang artinya, adu fans, adu jumlah sms. Dan Vino jelas saja pasti akan menang dalam hal itu.

Nominasi Pemeran Utama Wanita Terfavorit
  1. Titi Sjuman film 'Minggu Pagi di Victoria Park'
  2. Wulan Guritno film 'Demi Dewi'
  3. Jajang C Noer film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  4. Laura Basuki film '3 hati 2 Dunia 1 Cinta'
  5. Alexandra Gottardo film 'Tanah Air Beta'
Lagi-lagi, saya dibuat kaget oleh hasil ini. Walau ya, saya mengakui kalau Wulan juga bermain apik dalam film ini, tapi ia masih kalah dibanding Titi Sjuman tentunya.. Tapi, ini toh ajang adu populer.

Nominasi Pendatang Baru Pria Terfavorit
  1. Albert Halim film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'   
  2. Ihsan Taroreh film 'Sang Pencerah'
  3. Rangga Djoned film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
Ihsan, sang pemenang Idol, sebetulnya bukan muka baru dalam layar emas Indonesia. Sebelum bermain di Sang Pencerah, ia telah sebelumnya terlibat dalam film Mengaku Rosul pada tahun 2008 lalu. Tapi sekarang dia masih masuk nominasi sebagai Pendatang Baru. Mungkin karena 'keberadaannya' baru disadari setelah ia terlibat dalam film karya Hanung Bramantyo ini.

Nominasi Pendatang Baru Wanita Terfavorit
  1. Tika Bravani film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'
  2. Kimmy Jayanti film 'I Know What You Did On Facebook'
  3. Ella Hamid film 'Minggu Pagi di Victoria Park'
  4. Intan Kiefli T film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'
  5. Fitri Bagus film 'Minggu Pagi di Victoria Park'

Nominasi Soundtrack Terfavorit
  1. 'Dalam Mirhab Cinta' Afgan film 'Dalam Mirhab Cinta'
  2. 'Cinta Takkan Salah' Gita Gutawa & Derbi Romero film 'Love In Perth'
  3. 'Jangan Pergi' d’masiv film 'Demi Dewi'
  4. 'Tuhan Maha Cinta' Nidji film 'Sang Pencerah'
  5. 'Love Story' Melly goeslaw & Irwansyah film 'Love Story'
Lagi-lagi, ajang adu favorit, walau jujur, tidak ada satupun dari soundtrack-soundtrack ini yang begitu bagusnya.. ;)

Nominasi Film Favorit
  1. '3 hati 2 Dunia 1 Cinta' Benni Setiawan
  2. '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita' Robby Ertanto Soediskam
  3. 'Sang Pencerah' Hanung Bramantyo
  4. 'Minggu Pagi di Victoria Park' Lola Amaria
  5. 'Tanah Air Beta' Ari Sihasale
  6. 'Alangkah Lucunya Negeri Ini' Deddy Mizwar
Ini cukup mengherankan, karena nominasi untuk Film hanya ada "Terfavorit"nya, dan tidak ad "Terbaik". 321 memenangkan kategori ini lagi setelah sebelumnya juga menang di FFI? Saya tidak kaget. Karena dari traffic blog saya juga, memang 321 dicari banyak orang. So, congrats untuk 321 atas prestasi gemilangnya. Teruskan, Mizan!

1 comments:

Blogger Template by Clairvo