[REVIEW] Cewek Gokil





REVIEW

Rizal Mantovani mungkin sudah diolok-olok banyak penggemarnya karena terus menerus membuat film-film horor kacrut yang hanya menjual bodi para pemainnya, setelah debut masterpiece nya dengan Kuldesak dan Jelangkung. Dan entah angin apa yang membuat Rizal sedikit tersadar dan mau membuat film yang normal seperti Cewek Gokil ini.

Kalau mau jujur, sebenarnya tidak ada sesuatu yang benar-benar istimewa dan menonjol, atau bahkan sangat memorable dalam film ini. Tapi ketika film berakhir, Anda akan merasa, "Hey! Film ini bagus juga ya!" Cukup fun untuk sekedar hiburan, dan tentunya film ini tidak mendegradasikan IQ para penontonnya setelahnya.

Velove Vexia yang baru pertama kali menyentuh layar lebar tampil cukup natural seperti biasanya. Pun pendatang baru Syailendra Soepomo, yang walau tak istimewa aktingnya, tapi juga mampu berakting natural dan mengimbangi Velove. Sementara aktor senior lain yang mendukung film ini seperti Pong  Hardjatmo juga tampil sesuai porsinya, dan ikut meramaikan kegokilan dari Keke, si cewek gokil.

Gaya penceritaan film yang cenderung komikal dan mengandalkan narasi sang tokoh utama buat saya kurang terlalu berhasil memberikan efek seperti yang diinginkan. Beberapa adegan dan ekspresi lucu yang dikeluarkan Velove maupun ibunya tidak terlalu berhasil memancing tawa. Tapi ada kalanya, di beberapa adegan, tingkah laku mereka berhasil membuat saya tertawa sendirian di dalam bioskop yang sepi penonton itu.

Secara keseluruhan, Cewek Gokil cukup berhasil menyajikan tontonan yang menghibur, dan men-deliver judulnya, "gokil", berkat dukungan dari semua aspek dalam film tersebut, dan tentunya iringan musik yang berhasil membangun atmosfir di banyak adegan. 

Tapi sangat disayangkan, genre film seperti ini sepertinya masih kurang mendapat respon baik dari penonton film nasional. Dan bisa jadi ke depannya Rizal lebih memilih untuk membuat film kacrut tapi menghasilkan uang, daripada film bagus tapi tidak menghasilkan. Sedih :(

0 comments:

[REVIEW] Love in Perth



REVIEW


Setelah Eiffel I'm in Love dan Lost in Love yang mengambil lokasi di Paris dan Venice, kini muncul lagi kisah drama romantis remaja yang senada, dan mengambil lokasi lagi-lagi di luar negeri, tepatnya di Perth, Australia. Tanpa perlu membaca sinopsisnya dan dengan hanya melihat judul serta posternya saja, kita semua pasti tahu mau dibawa ke mana dan akan seperti apa film ini diceritakan. Seorang gadis yang kurang populer jatuh cinta pada si cowok populer yang tidak membalas cintanya, lalu muncul sosok ke-3 yang hadir sebagai pendengar yang baik, tapi pada akhirnya malah si cowok populer lah yang mengejar-ngejar sang gadis. Basi dan sangat ketebak.

Setelah Rachmania Arunita yang memegang kendali atas dua film sebelumnya, kini seorang Titien Wattimena yang memang terkenal akan kisah-kisah drama romantis yang menjadi penulis dalam penceritaan cinta tiga remaja ini. Disutradarai Findo Purnomo HW (Paku Kuntilanka, Hantu Tanah Kusir, dll), cerita yang sudah sangat klise dan standar ini pada akhirnya tampil dengan tingkat kestandaran yang di bawah standar, dan tak lebih dari sekedar remake dua film pendahulunya.

Chemistry dan emosi yang tidak terbaca dan tidak terasa menjadi poin penting kegagalan tersebut. Dari ketiga aktor utamanya, hanya Derby Romero yang sebelumnya juga pernah bermain film Petualangan Sherina lah yang paling bisa menunjukkan feeling seperti yang seharusnya ditampilkan; seorang cowok sombong yangg akhirnya jatuh cinta. Sementara sang gadis yang diberikan cinta, Gita Gutawa, seperti tidak balik mencintainya sepenuh hati; matanya kosong, perasaan berbunga-bunga layaknya seorang yang bahagia karena cintanya berbalas tidak muncul. Sehingga timbul kesan bahwa Lola terpaksa membalas cinta Dany. Di lain sisi, sang sahabat yang ternyata mencintai Lola tapi tak dicintai kembali, Hari (Petra Sihombing), juga tampil kurang gereget dan sangat datar. Perasaan cemburu yang muncul pun sangat ala kadarnya dan terlihat tidak sungguh-sungguh.

Entah karena faktor umur yang belum terlalu matang, pendalaman karakter yang kurang, skrip yang memang luar biasa standar, atau kurangnya pengarahan sutradara yang membuat Love in Perth tak akan ada bedanya jika disyuting di Jakarta -- yang menghabiskan biaya lebih sedikit tentunya. Karena toh kota Perth yang merupakan kota pendidikan di Australia tak diekspos lebih jauh selain dijadikan pajangan yang menghiasi hari-hari ketiga remaja ini yang kebanyakan malah dihabiskan di apartemen dan taman..

Sebenarnya, plot standar seperti ini bisa saja menjadi film yg menarik, Hari Untuk Amanda contohnya. Tapi toh pada akhirnya film seperit ini terus dibuat dan terus laku -- terbukti dari sudah bertahan nya Love in Perth di bioskop selama hampir satu bulan. Karena pada dasarnya film-film seperti ini menjual mimpi yang diinginkan hampir semua gadis remaja, di mana kehidupan cinta ialah indah dan pasti berakhir bahagia. So, walau sesederhana dan seklise apapun ceritanya, plot seperti ini tak akan pernah dimakan usia. ;)

1 comments:

Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011


Film sebagai sebuah media kreatifitas sekaligus sebuah bentuk entertainment, digemari dan dicintai banyak orang. Tiap tahunnya pasti muncul ratusan judul film, di mana beberapa menjadi favorit banyak orang, dan yang lain tidak begitu disukai. Dunia, bahkan Indonesia, pasti memiliki sebuah ajang penghargaan yang diperuntukkan bagi para pembuat film serta aktor dan aktrisnya. 

Kini, sekumpulan movie blogger tanah air memiliki ide yang sama, dan ingin memberi apresiasi lebih kepada para sineas-sineas favorit mereka. Kemudian, munculah sebuah komunitas movie blogger yang dinamakan Indonesian Movie Blogger Community akhir tahun lalu. Kegiatan pertama mereka adalah membuat sebuah acara pemilihan yang dinamakan IMBlog Choice Awards, di mana penghargaan ini nantinya akan diberikan dalam beberapa kategori, untuk Film Asing maupun Film Indonesia.


Memang, penghargaan yang akan diberikan di sini bukanlah sebuah penghargaan dalam bentuk konkrit seperti Piala Oscar, Piala Citra, dll. Tapi IMBlog Community ingin memulai sesuatu dari nol, dan mudah-mudahan ajang ini akan semakin berkembang ke depannya.. dan untuk itu, dukungan dan partisipasi teman-teman sekalian tentunya akan membantu tumbuh kembang ajang ini.

Awal bulan Januari, para anggota milis yang tergabung dalam database IMBlog Community telah memilih para Jawara versi mereka.. Kini, kesempatan berpartisipasi dibuka untuk masyarakat umum melalui voting Tersohor yang akan dibuka sampai 15 Februari 2011. Ayo, ikutan voting jagoanmu!!

0 comments:

[SEGERA] Jenglot Pantai Selatan - 17 Februari 2011

Pemain: Temmy Rahadi, Debby Ayu, Wichita Satari, Framili Nainggolan, Febriyani Ferdzilla, Zidni Adam
Sutradara: Rizal Mantovani
Produksi: Maxima Pictures
Produser: Ody Mulya Hidayat
Penulis: Alim Sudio

Sinopsis

Randy, Temmi, Denisa, dan Josh berharap bisa menikmati liburan seru mereka di sebuah pantai eksklusif. Pantai perawan, yang baru saja di beli seorang pengusaha muda untuk dikembangkan sebagai tempat wisata. Tidak ada yang mengira bahwa di salah satu desa terdekat sedang terjadi kehebohan akan kemunculan makhluk aneh, yang mereka sebut sebagai Jenglot, yang haus akan darah. Jenglot yang berhasil ditangkap tersebut, dipercaya sebagai penjaga pantai selatan. Jenglot itu pun dilepas kembali ke laut dan mulai memburu siapa pun yang mencemarkan kesucian pantai tersebut

Trailer

Komentar
Nggak pernah sebelumnya gue lihat ada sebuah trailer film yang isinya hanyalah BIKINI dan A,A,A, AAAAAAAAA, sampai-sampai gue kebingungan. Entah mengapa Rizal Mantovani jadi semakin parah dan semakin parah. Setelah Cewek Gokil yang kayaknya bagusan dikit, mengapa sampai ia lagi-lagi merusak reputasinya dengan membuat sebuah film yang tidak jelas seperti ini, dan remake kesekian setelah Air Terjun Pengantin. Ck.

0 comments:

[SEDANG DIPUTAR] Cewek Gokil - 20 Januari 2011

Pemain: Velove Vexia, Syailendra Soepomo, Endhita Bonacelli, Irina Brojklund
Sutradara: Rizal Mantovani
Penulis: Ve Handojo
Produksi: MVP Pictures
Produser: Raam Punjabi

Sinopsis

Apa sih yang sebenernya dibutuhkan sama seorang cewek? Pacar yang ganteng? Kakak perempuan yang manis dan baik hati? Keke (Velove Vexia) bukan sembarang anak perempuan. Otaknya ‘geser’ gara-gara kepalanya terbentur satu menit setelah dilahirkan. Dikepalanya penuh dengan cita-cita dan keinginan, tapi kali ini ia sungguh berusaha untuk mendapatkan: sebuah MINI COOPER, mobil kecil yang cantik

Apa saja dikerjakan oleh Keke. Jadi agen MLM, jadi SPG, bahkan jadi penyanyi

Rap cabutan pun dilakoni untuk mendekatkan dirinya ke Mini Cooper. Tapi sekecil-kecilnya mobil, tetep butuh duit sekali gebuk! Usaha Keke membuat Dino (Syailendra Soepomo) prihatin sekaligus kagum yang diam-diam berubah jadi rasa saying

Usaha Keke menunjukan hasil, duit mulai terkumpul, dikit lagi Mini Cooper ada ditangan. Tapi sayang obsesi dan usaha Keke yang cenderung maksa, justru makin menjauhkkan dirinya dari orang-orang sekitar, orang yang menyayanginya. Impian Keke semakin dekat, tapi suatu kejadian memaksa Keke untuk merelakan mimpi yang sudah diraihnya itu

Trailer

Komentar
Velove yang tahun lalu katanya ingin ke luar negeri dan bersekolah rupanya mungkin berubah pikiran - atau bahkan ia sedang berlibur dan memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain film. Selintas, Cewek Gokil tampak seperti teenlit biasa, bahkan, trailernya pun tampak tak menarik. Namun, berbagai review telah masuk, dan hampir semuanya bernada cukup positif tentang film ini. Sehingga, ada baiknya lah kita coba tonton.. :)

0 comments:

[SEGERA] Arwah Goyang Karawang - 10 Februari 2011

Pemain: Julia Perez, Dewi Persik
Sutradara: Helfi Kardit
Penulis: Team Bintang Timur
Produksi: Sentra Mega Kreasi
Produser: Gobind Punjabi

Sinopsis

Lilis  terpaksa kembali menjadi penari  disebuah group tari jaipong GOYANG KARAWANG, setelah sekian lama dunia  yang dulu pernah membesarkan namanya itu dia tinggalkan demi sebuah perkawinan.  Aji sebagai suami Lilis, tidak lagi bisa mencegah karena AJI tidak berdaya karena kondisi ekonomi rumah tangganya berantakan sejak dirinya kena PHK dan menganggur

Kembalinya Lilis kedalam grup rupanya membuat perubahan yang luar biasa. disetiap penampilanya diatas panggung, Lilis selalu saja menjadi pusat perhatian pengunjung pub BINTANG KEJORA yang terbius dengan tarian Lilis 

Sebagai primadona group Goyang Karawang saat ini, Neneng merasa terancam dengan kembalinya Lilis dalam group. Dengan segala cara Neneng berusaha mempertahankan posisinya, apa lagi untuk meraih predikat itu memerlukan perjuangan dan pengorbanan luar biasa bagi Neneng 

Kehebatan Lilis menggoyang panggung dan menguras kocek pengunjung membuat Pak Awal sebagai pemilik pub menempatkan Lilis sebagai bintang utama menggantikan Neneng dan
entu saja, persaingan keduanya semakin seru

Trailer

Komentar
Setelah sempat terdengar gosip ribut-ribut Jupe-Depe beberapa waktu yg lalu, kita semua mungkin sadar bahwa ini adalah salah satu trik promosi untuk film terbaru yang berisikan mereka berdua. Gue sendiri pada awalnya cukup yakin bahwa pertengkaran mereka berdua itu beneran. Tapi setelah trailer film ini keluar, plus posternya, hahahaha.. It makes me laugh.. Entah bener atau ngga soal ribut-ribut itu, tapi yang pasti, film ini akan berisikan the real catfirght between these two idols (one ex-idol to be exact) of mine! And I will definitely be watching it! Can't wait till 10 February! Hahahaha :p

0 comments:

[SEDANG DIPUTAR] PELUKAN JANDA HANTU GERONDONG - 20 JANUARI 2011

Pemain: Indah kalalo, Aida Saskia, Angel Lelga, Lia Ladysta, Andreano Philip, Shidiq Hamidi, Adam Jordan
Sutradara: ?
Produser: KK Dheeraj
Produksi: K2K Production

Sinopsis

Kylie (Indah Kalalo), seorang sutradara terkenal. Ia tinggal bersama tunangannya, Robby (Andreano Phillip), di sebuah apartemen di Jakarta. Untuk film terbarunya khusus diundang artis yang juga temanya dari Kuala Lumpur, Jenna (Aida Saskia). Dia diilhami sebuah serial tv kegemarannya yang setiap hari ditontonnya

Serial itu menceritakan tentang seorang artis ternama Patty (Angel Lelga)  dan kekasihnya, Rocky dan sahabat mereka, Joena (Lia Ladysta, Trio macan). Malangnya pada malam pertama pernikahan Patty-Rocky terjadi tragedi berdarah. Patty dan seisi rumah dibantai, dihabisi secara sangat keji. Satu-satunya yang  hidup hanya Tommy, adik Patty.  Tapi akibatnya ia dituduh sebagai pelaku pembunuhan

Kylie tak menyadari apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya sudah tergambarkan dalam serial itu. Satu-persatu kejadian menggiring beberapa fakta terbuka menjadikan suatu misteri yang harus dipecahkan. Tante Rose,  penghuni lama apartemen, sudah memperingati Robby bahwa ia mesti berhati-hati

Misteri perlahan-lahan terungkap. Robby & Rio (Shidiq Hamidi) menemui Dr. Lucas (Adam Jordan), dokter yang tertarik dengan alam gaib dan misterinya. Karena ia tertekan sejak kehilangan adiknya, Randy

Saksikan klimaks film ini untuk mengetahui siapa sebenarnya pelaku pembunuhan keluarga Patty dulu dan mungkinkah semua kengerian itu terulang kembali di masa sekarang?! Dan siapa yang menjadi hantu gerondong?

Trailer
Tidak Ada

Komentar
Tidak ada komentar. -___-

0 comments:

[SEGERA] Love Story - 27 Januari 2011

Pemain: Acha Septriasa, Irwansyah, Henidar Amroe, Reza Pahlevi, Maudy Koesnaedi, Donni Damara, Reza Rahadian, Bella Graceva, Anbo
Sutradara: Hanny R. Saputra
Produksi: Starvision

Sinopsis

Ranti dan Galih (Acha Septriasa-Irwansyah) selalu bersama-sama sejak belia, kebersamaan yang akhirnya menyemaikan cinta di hati mereka. Di daerah ini tidak ada sekolah, sehingga Ranti dan Galih harus melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk bersekolah melewati tempat-tempat yang terjal dalam terik dan hujan. Ranti dibantu Galih membuat patung kayu seorang guru, Ranti bercita-cita menjadi guru di desanya. Galih bertekad untuk merealisasikan mimpi Ranti

Ranti dan Galih mulai menginjak usia remaja dan keduanya seperti tak terpisahkan. Akan tetapi adat masyarakat melarang Galih dan Ranti untuk bersatu. Ada kepercayaan kalau dari desa Galih dan desa Ranti yang terpisahkan sungai menikah, akan mengakibatkan bencana. Keduanya berpisah ketika Galih harus ikut orang tuanya (Maudy Koesnaedi dan Donni Damara) pindah ke kota. Sejak saat itu, tahun demi tahun dilalui Ranti tanpa Galih. Penantian cinta Ranti dilewatkan sambil mengajar di alam bebas ditemani Pengkor (Reza Rahadian), berharap satu ketika Galih akan kembali 

Setelah bertahun-tahun Ranti menunggu, akhirnya Galih kembali. Galih datang untuk mewujudkan impian mereka. Galih ingin membangun sebuah sekolah untuk Ranti mengajar, lengkap dengan kincir air untuk sumber energi listrik. Ranti dan Galih sadar kalau mereka tak terpisahkan. Tetapi masyarakat segera mengucilkan mereka justru karena Galih melamar Ranti. Galih habis-habisan berusaha mewujudkan pembangunan sekolah. Galih mengisi hari-harinya dengan kerja tanpa kenal waktu, sedangkan Ranti disekap oleh ayahnya (Reza Pahlevi) sedangkan nenek Ranti (Henidar Amroe) tidak kuasa menolong Ranti karena takut terjadi kutukan. Sampai akhirnya Galih mulai didera sakit. Penduduk menganggap sakitnya Galih, seperti juga meninggalnya Wage, siswa yang celaka saat pergi sekolah dengan mengambil jalan pintas, adalah sebagai akibat pelanggaran adat. 

Galih bersikeras dengan perlawanannya, namun di saat yang sama sakitnya semakin parah. Perjuangan cinta mereka ternyata sulit menyentuh hati masyarakat. Penyakit Galih sudah sedemikian parah, Ranti tidak bisa merawatnya karena terus didera dan disekap. 

Akhirnya sebuah sekolah berdiri lengkap dengan kincir air. Kekuatan cinta Galih dan Ranti meluruskan pandangan keliru yang melarang dua hati untuk bersatu


Trailer



Komentar
Film yang terlihat seperti sekuel tampaknya sedang menjamur.. Setelah Heart 2 Heart nya Nayato yang tampak seperti sekuel Heart, kini Acha dan Irwansyah dipertemukan kembali dalam sebuah film yang tampak seperti sekuel Love, yang juga diperankan oleh mereka.

Dengan trailer dan cerita serta musik pengiring yang dibuat dengan tujuan mengharu biru yang kelihatan sekali, gue berharap akan menangis sesenggukan sewaktu menonton film ini. Hal ini nampaknya bisa terwujud meningat sutradaranya adalah Hanny R. Saputra, yang sebelumnya juga cukup gemilang mengarahkan film-film drama. Mudah-mudahan saja. Apalagi, ada nama Reza Rahadian di sana.

0 comments:

[SEGERA] Kalung Jailangkung - 2 Februari 2011

Pemain: Zaky Zimah, Soraya Larasati, Rozy Mahali, Remon, Munajat Raditia
Sutradara: Koya Pagayo
Penulis: Ule Sulaeman
Produksi: BIC Production

Sinopsis

Kiki dan beberapa orang temannya mengisi liburan ke sebuah kampong dimana mereka bebas bermain apa saja disana, berenang di kali, mengembala kerbau dll. Namun suatu hari, Kiki dkk bermain Jailangkung disebuah bangunan tua. Ditengah keasyikan main jalangkung, tiba-tiba Jalangkung bergerak-gerak keras sambil bersuara dan menyebut bahwa namanya Yanti yang mati terbunuh oleh pacarnya yang tidak bertanggungjawab atas kehamilannya 

Panik dan takut, mereka lari meninggalkan bangunan tua dan di perjalanan jalan menuju pulang ke tempat penginapan, teman-temannya menakut-nakuti Kiki dengan kejadian Jalangkung tadi, mereka berlari meninggalkan Kiki sendirian, yang akhirnya Kiki tersesat ke sebuah kuburan. Di sana Kiki menemukan sebuah kalung, Kiki kemudian memakai kalung tersebut

Pulang ke Jakarta Kiki jatuh sakit, dan selalu mengigau menyebut-nyebut nama Yanti. Kedua orang tua Kiki khawatir, semua dokter terbaik dipanggil namun tak satu dokter pun yang bisa menemukan penyakit Kiki yang sebenarnya. Akhirnya mereka meminta jasa seorang dukun namun sang dukun pun kesulitan untuk menyembuhkan Kiki. Kiki minta diantar ke kuburan yang ada di kampung. Sesampai disana, Kiki sadar setelah ia mengembalikan kalung tersebut. Sebaliknya dukun justru yang kerasukan. Salah satu kawan Kiki, Benny, mengambil kalung yang sudah dikembalikan Kiki di atas kuburan, juga ikut kerasukan. Roh Yanti masuk kedalam tubuh Benny

Berhasilkah mereka mengusir Yanti dari tubuh Benny?

Trailer

Komentar
Entah ada apa dengan Zaky Zimah dan Koya Pagayo/Nayato Fio Nuala. Terus menerus dalam waktu yang berdekatan, mereka berkolaborasi. Tampaknya, Zaky telah menjadi anak emas Nakoya sekarang. Dan anehnya, Zaky jadi selalu 'berdekatan' dengan pocong/setan lainnya belakangan, lewat sebuah film yang katanya adalah horor-komedi. Dengan bintang yg sama dan sutradara yg sama, serta angle dan lokasi yg mirip, gue semakin yakin bahwa gosip Nakoya syuting di 1 lokasi untuk beberapa film yg berbeda secara bersamaan, adalah benar adanya. Ck. Tenaga yang hebat sekali.

0 comments:

[SEGERA] Rumah Tanpa Jendela - 24 februari 2011

Pemain: Emir Mahira, Dwi Tasya, Raffi Ahmad, Inggrid Widjanarko, Yuni Shara, Aswin Fabanyo, Alicia Djohar, Ati Kanser
Sutradara: Aditya Gumay
Penulis: Aditya Gumay & Adenin Adlan
Produksi: PT Smardhana Pro & Sanggar Ananda


Sinopsis

Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta

Si Mbok (Ingrid Widjanarko), neneknya Rara - yang sakit-sakitan dan ayahnya, Raga (Rafi Ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Rara juga punya Bude, Asih (Yuni Shara)

Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara sekolah di tempat sederhana khusus untuk anak jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut 

Di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta – adalah Aldo (Emir Mahira) anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar). Kehadiran Nek Aisyah (Atie Kanser) – Ibu Pak Syahri menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah sangat menyayanginya

Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab

Perkampungan kumuh tempat Rara tinggal terjadi sementara di rumah Aldo semua panik karena karena Aldo minggat dari rumah, kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya

Trailer

Komentar
Sebuah film anak-anak yang tampak menarik dan menjanjikan.. Aditya Gumay yang pernah membuat Emak Ingin Naik Haji yang mendapat sambutan sangat positif dari masyarakat, ditambah Emir Mahira yang gemilang di Garuda di Dadaku, pasti ditonton punya.. :)

0 comments:

[SEDANG DIPUTAR] Baik Baik Sayang - 13 Januari 2011

Pemain: Wali Band, Intan Nuraini, Arumi Bachsin, Sulis, Dennis Adhiswara, Didi Petet, Alicia Djohar, Anang, Syahrini
Sutradara: Somad Sutedja
Penulis: Jujur Prananto

Sinopsis

Berkisah tentang cinta dan kesetiakawanan anak-anak pesantren La Tansa, yaitu Apoy, Faank, Tomi dan Ovie. Empat pemuda yang memiliki minat sama terhadap musik itu sepakat membentuk grup musik yang belakangan diklaim sebagai band WALI

Kehidupan religius pesantren tidak membatasi aktifitas bermusik mereka. Walaupun La Tansa memiliki peraturan dan disiplin yang sangat ketat, diantaranya harus selalu berkomunikasi dalam bahasa Arab atau Inggris di lingkungan pesantren, tapi pesantren ini sangat modern dan demokratis. Santrinya bebas melakukan aktifitas ekstrakulikuler sesuai dengan minat masing-masing. Dakwahpun bisa dilakukan dengan berbagai cara

Ada juga kisah cinta Faank dengan Westi (Intan Nuraini), yang penuh liku karena tak disetujui orang tua Westi. Sementara orang tuanya juga melarang dia bermusik. Kesetiaan cinta Faank juga diuji saat keduanya mengalami kecelakaan. Belakangan Faank dikabari bahwa Westi lumpuh

Kesetiaan cinta Faank dan Westi juga sempat goyah lantaran kehadiran santri cantik Azizah (Arumi Bachsin) dan Nurul (Sulis) yang manis dan kenes. Apalagi Westi akan dijodohkan dengan anak orang kaya bernama Bagas (Dennis Adhiswara)

Tomi yang tak tega melihat nasib sahabatnya, berniat menjodohkan Faank dengan salah satu santri wanita. Sementara Apoy yang paling dewasa pun bisa cemburu saat melihat Azizah terlihat akrab dengan Faank. Dan si pendiam Ovie yang kreatif selalu berhasil menggagalkan provokasi Hamzah (Cecep Reza) yang selalu ingin mengganggu kesetiakawanan mereka.

Komentar
Diambil dari judul lagu Wali Band, diperankan Wali Band dan beberapa penyanyi lainnya, ditambah poster yang tampak seperti foto studio sebuah keluarga.. Hummm.. Dunno what to comment :D

0 comments:

[SEDANG DIPUTAR] Anakluh - 13 Januari 2011

Pemain: Rizky Hanggono, Shara Aryo, Masayu Clara, Suci Winata
Sutradara: Eduart Pesta Sirait
Produksi: Bomb Creative Production


Sinopsis

Sebuah kisah yang diambil dari novel berjudul “Anakluh Berwajah Bumi” karya Eduart Pesta Sirait

Berkisah tentang sosok orang tua tunggal, Idayu (43), masih muda, cantik, pintar, menarik. Mempunyai dua putri cantik Mira (23) dan Kirei (18). Suatu hari di sebuah konser di JHCC, Idayu bertemu dengan Nando (43). Dari pertemuan berikutnya dengan Nando yang tak sengaja pula, akhirnya keduanya menemukan kecocokan dalam banyak hal
  
Keterbukaan komunikasi antara Idayu, Mira, Kirei dan Nando sangat bagus. Mira mulai merasa nyaman setiap berdiskusi dan ngobrol dengan Nando. Mira seperti mempunyai seorang sahabat, teman, sekaligus seorang ayah. Mira mengagumi sosok Nando. Secara sembunyi-sembunyi, Mira mulai mencari tahu sosok Nando. dan bahkan Mira mulai nekat menemui Nando di kantin kantornya.  Dan … Mira pun jatuh cinta pada Nando, kekasih ibunya

Suatu malam, Mira berterus terang pada Idayu bahwa ia telah jatuh cinta pada Nando. Hingga suatu hari Idayu memutuskan mengalah, meninggalkan Jakarta, memilih bekerja dan menetap di Bali. Nando yang merasa gagal menahan Idayu tentu saja terluka hatinya dan menjadi marah dengan dirinya sendiri, karena dia sangat mencintai Idayu

Tak terasa tujuh purnama sudah dilalui Idayu dengan kesendiriannya, di Bali. Dan malam itu, Idayu mendapat tugas untuk menemui client di Jakarta. Idayu tentu saja sangat senang, karena Idayu bisa sekaligus memberikan kejutan pada Mira, Kirei, dan Nando. Kedatangannya di Jakarta kali ini menghadirkan banyak kejutan bagi Idayu. Apa saja kejutan itu? Siapakah yang Nando pilih, Idayu atau Mira?




Trailer





Komentar
Sebuah kisah drama keluarga sederhana yang dibumbui cita rasa budaya... Tampak menarik..

0 comments:

[REVIEW] Khalifah - 6 Januari 2011



REVIEW

Masih ingat dengan 3 Doa 3 Cinta yang meraih penghargaan Grand Prize of the International Jury pada International Festival of Asian Cinema Vesoul, Perancis? Atau The Photograph yang memenangkan Special Jury Prize dan The Ecumenical Jury prize di Karlovy Vary iff 2008Saya rasa sebagian besar dari kita tentunya masih mengingat kedua film nasional yang membanggakan itu bukan?

Sekarang, tokoh esensial di balik dua film tersebut berkolaborasi lagi. Nan T Achnas dan Nurman Hakim yang sebelumnya bersama-sama membesut film religi 3 Doa 3 Cinta kini kembali menelurkan sebuah film religi untuk menyambut tahun 2011. Tapi kali ini mereka tidak mengajak dua bintang idola remaja Dian Sastro dan Nicholas Saputra lagi, melainkan bintang FTV Ben Joshua yang berdiri di bawah naungan rumah produksi mereka, Frame Ritz, dan juga presenter Indra Herlambang, dan aktris cantik Marsha Timothy sebagai bintang utamanya.

Bagaimana hasilnya?

Jujur saja, saya kurang begitu suka dengan 3 Doa 3 Cinta karena merasa sedikit tertipu dengan posternya, judulnya, dan tentunya, dua pemain utamanya. Mengharapkan reuni penuh cinta Dian Sastro dan Nicholas Saputra, saya malah diberikan sebuah kisah religi tentang tiga doa (harapan) dari tiga orang pemuda pesantren. 

Tapi lupakanlah 3 Doa 3 Cinta. Kini, lagi-lagi dengan kisah religi, duet NN (Nurman Hakim, Nan T Achnas) lagi-lagi pula tak mampu memuaskan hati saya yang sebetulnya cukup tertarik dengan kisah ini, dan dalam kondisi tak merasa dibohongi karena dari judul, poster, hingga trailer nya, semua memang mengarah ke film religi. Tapi yang tak saya sangka-sangka adalah bahwa film ini bahkan lebih membosankan dari 3 Doa 3 Cinta. Sepanjang film diputar saya duduk sambil terus berpindah-pindah posisi karena bosan dengan kisahnya yang..... sangat tertebak, bahkan sejak awal film dimulai. Belum lagi setting lokasi yang di situ-situ melulu, diambil dengan angle yang itu-itu juga.

Dari divisi akting sendiri sama sekali tak membantu. Marsha yang tampil sangat ciamik di Pintu Terlarang entah mengapa seperti kehilangan jiwa dan tak mampu berbicara melalui satu-satunya bagian tubuhnya yang terlihat, mata nya, padahal ia adalah roh dari film ini. Ben Joshua berakting cukup baik, tapi tak kebagian banyak jatah untuk menunjukkan kemampuannya. Sementara Indra Herlambang ternyata cukup mampu tampil sebagai Muslim fanatik. Aktris pendukung lainnya seperti Titi Sjuman dan Jajang C. Noer pun tak banyak membantu, dan terkesan malah agak sedikit menganggu bagi saya.

Selain itu, ada pula beberapa adegan yang biasanya saya sebut #vividism. Adegan yang konyol dan tak masuk akal, dan tentunya diberi porsi berlebih (baca: lebay). Mengapa sih mereka menyempilkan suatu adegan yang diniatkan untuk menjadi lucu jika memang cerita keseluruhan dibuat untuk menjadi serius?

Sebagai pembuka di awal tahun, Khalifah gagal untuk membangkitkan hasrat para pecinta film Indonesia untuk terus optimis akan bangkitnya industri perfilman tanah air. Cerita yang kurang mendalam, akting yang kurang nyess, dan eksekusi keseluruhan yang kurang apik adalah sebabnya.

3 comments:

[4 in 1 REVIEW] Selimut Berdarah, Istri Boongan, D'Love, Sweetheart




Selimut Berdarah
KKD memang kebanyakkan duit sampe-sampe dia rela buang-buang reel film hanya untuk adegan yang seandainya dipotong pun tidak memberi pengaruh apa-apa kepada keseluruhan cerita. Tapi mungkin pikirnya, apalah arti beberapa menit reel film jika bisa menghasilkan uang lebih banyak.

Kira-kira begitulah kesan dari film yang ga jelas ini. Sebagian besar adegannya adalah adegan bisu seperti di video-video klip, tapi bedanya, film ini tidak dapat ditemukan suara orang bernyanyi.

Belum lagi ceritanya yang super duper konyol bin ajaib. Film yang hanya bermodalkan post-it stamp, kertas, selotip, dan spidol. Semakin memperkecil modal supaya ga usah ngecat ulang tembok, dinding yang berisikan tulisan-tulisan aneh itupun ditempeli kertas-kertas dulu, supaya begitu selesai syuting, kertas-kertas itu bisa langsung dicabut. WTF. Bener-bener ga ada totalitas.

The rest of the movie? I skip and forward it till the end. Goodbye.



Fahrani dan Dwi Sasono sebenarnya bukanlah nama kacangan dalam industri film. Tapi apa daya, namanya hidup perlu duit, sehingga film apa aja hayuk selama menghasilkan uang. Sepertinya begitulah prinsip yang dipakai kedua bintang film ini. Sementara Jupe, yang pada dasarnya memang dipandang sebelah mata (atau mungkin dengan mata tertutup oleh banyak orang), tampil tanpa diheran-herankan orang banyak.

Jupe sendiri sebenarnya mendapat poin plus plus banget dari gue tahun ini, kenapa? Karena gue awalnya memang seperti kebanyakkan orang yang menganggap ia tak lebih dari sekedar pamer bodi semata. Tapi penampilannya yang memukau di Jadikan Aku Simpanan dan Terekam membuat gue melihat Jupe dengan sangat objektif. Namun ternyata, malah aktingnya di Istri Boongan lah yang membuat gue terheran-heran. Ia tampil -maaf- murahan dan tampak sekali tidak ada usaha dalam berakting.

Overall ceritanya sendiri pun sangat amat bodoh. Pria mana yang dengan tega menawarkan kepada calon istrinya supaya posisinya digantikan, dengan alasan orangtuanya tak suka dengan sosok urakan, dan malah mencari wanita lain yang urakan supaya kemudian orangtuanya suka dengan penampilan calon istrinya yang kalem juga engga -- dan bukan malah memperbaiki penampilan calon istrinya menjadi lebih ndeso? Dan wanita bodoh mana yang mau saja dikibuli seperti itu sama calon suaminya? Rasa-rasanya dari awal mereka berdua memang tidak berniat untuk menikah.



D'Love
Helfi Kardit bukanlah sutradara yang dicintai pecinta film tanah air. Film-filmnya sendiri tidak pernah ada yang mendapat pujian bertubi-tubi dari kritikus maupun penonton. Belum lagi track record nya tahun ini yang tak menjanjikan, seperti Arisan Brondong, The Sexy City, dan Setan Facebook. Tapi ketika ia membuat D'Love dan gue melihat trailernya, jujur saja gue merasa bahwa ini merupakan suatu pertanda bagus untuk Helfi Kardit.

Aurelie Moeremans dan Rebecca Reijman yang sebelumnya sama-sama terlibat dalam Jinx jelas tampil lebih baik daripada saat mereka beradu akting di film sangat konyol di awal tahun tersebut, khususnya Aurelie. Sementara Agung Saga sebagai pendatang baru sekaligus tokoh utama pria di film ini, tampil sangat amat datar hingga terkesan tidak berakting sama sekali.

Peran lemah justru malah ditampilakn bintang rock senior, Achmad Albar yang berperan sebagai gay. Ia tidak 100% dalam berakting, hingga gayness nya tidak terlalu nampak, dan malah raut sedih yang seringkali muncul dari wajahnya.


Kalau di D'Love Aurelie dan Rebecca tampil cukup baik, maka di Sweetheart mereka tampil sangat baik! Cukup mengejutkan memang. Apalagi ditambah cerita yang pada dasarnya sangat klise. Tapi di luar dugaan mereka berhasil memerankan penderitaan dan sisi psikopat dengan sangat baik. Cerita klise tentang perjuangan remaja putri untuk jadi 'gaul' di SMA yang biasa diangkat Nayato rupanya bisa dibuat dengan baik dan tidak membosankan.. Ternyata, poster yang tampak sangat kacrut itu tak lantas membuat isinya juga sama buruknya dengan apa yang terlihat di luar ya :)

1 comments:

[REVIEW] Kabayan Jadi Milyuner


REVIEW
Kabayan kembali beraksi!

Setelah mulai difilmkan pada tahun 1975, Kabayan yang merupakan tokoh imajinatif masyarakat Sunda telah berulang kali bertransformasi. Mulai dari Kang Ibing, Didi Petet, hingga akhirnya Jamie Aditya. Bukan hanya Kabayan, tapi tokoh wanita pujaan hati Kabayan, Nyi Iteung, pun ikut bertransformasi - dan bahkan lebih banyak. Dari Lenny Marlina, Paramitha Rusady, Nike Ardilla, Desi Ratnasari, hingga sekarang tokoh ini diperankan oleh Rianti Cartwright.

Jujur, saya kayaknya ga pernah nonton film-film Kabayan sebelumnya, tapi saya tahu ketenaran tokoh Kabayan ini. Begitu dibuat kisah barunya, saya pun tidak terlalu bersemangat menonton film ini karena masih sedikit sarkastis dengan film ini, karena kalau dilihat dari posternya sepertinya hanya akan jadi film abal-abal belaka. Belum lagi keikutsertaan Aming dalam film ini, membuat saya semakin ragu untuk menontonnya. Tapi apa mau dikata, trailernya cukup menggugah hati saya untuk pergi dan menontonnya di bioskop.

Hal yang berulang kali terucap dari bibir saya adalah, "ih.. warna gambarnya cakepppp..." Ya, saya suka warna gambar yang dihasilkan entah kamera apa yang dipakai si Kabayan ini.

Ceritanya sendiri overall memang dibuat dengan tujuan untuk menghibur, tapi bukan hiburan yang maksimum. Penonton di bioskop bisa dibuat tertawa, tapi bukan tertawa terbahak-bahak.Bahkan, beberapa penampilan yang tampaknya ditujukan untuk membuat penonton tetawa pun tak berhasil, seperti penampilan konyol Melly Goeslaw contoh nyatanya.

Christian Sugiono tak disangka-sangka cukup berhasil memerankan tokoh menyebalkan yang benar-benar menyebalkan. Beberapa kali kebodohannya yang walaupun masih belum natural masih mampu membuat penonton tertawa. Pun Amink, yang tampil di luar dugaan, tidak membosankan seperti biasanya. Ia mampu mengeluarkan ekspresi-ekspresi lucu yang cukup fresh dan menghibur.

Sementara sang Kabayan dan Nyi Iteung juga tampil cukup baik, walau tidak istimewa. Dan sama seperti penampilan Christian Sugiono dan yang lainnya. Semuanya tampak serba tidak alamiah -- masih terlihat dibuat-buat.

Tiga aktor senior yang turut mendukung film ini, Kabayan lama, Didi Petet; aktris serba bisa, Meriam Bellina, dan Slamet Rahardjo, pun tampil baik dan menghibur. Bisa dikatakan, cukup terlihat perbedaan pengalaman antara mereka dan para aktor/aktris muda. Ketiga aktor/aktris senior ini mampu tampil cukup wajar dan tidak terlihat dibuat-buat, walau peran yang diberikan kepada mereka sangatlah sedikit.

Secara keseluruhan, Kabayan Jadi Milyuner tidak menutup tahun 2010 dengan manis, tapi mungkin cukup untuk menghibur kerinduan penonton yang sudah lama tak melihat Kabayan difilmkan lagi :) 

0 comments:

Blogger Template by Clairvo