Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

25.6.11

,

[REVIEW] CATATAN HARIAN SI BOY - 1 JULI 2011

Share


Not exactly a review, it’s just my thoughts....
Gue mungkin masih terlalu kecil waktu Catatan si Boy lagi ngehits-ngehitsnya. Jadi sejak awal gue akan bilang kalau gue bukan pengikut kisah-kisah Mas Boy, tapi bukan berarti gue ga tau kalo Mas Boy itu beken banget dulu, dan memiliki banyak sekali fans fanatik.

Sekarang, selang 20 tahun sejak kemunculan terakhirnya, tiba-tiba muncul lagi sebuah film yang berjudul sangattttt mirip, hanya diselipkan sebuah kata “Harian” di antara “Catatan” dan “Si Boy”. Semua orang pasti langsung mengira bahwa Catatan Harian Si Boy (CHSB) ini merupakan sebuah remake, atau bahkan lanjutan dari film pendahulunya. Namun CHSB bukanlah remake ataupun lanjutan, tapi bisa dikatakan sebagai sebuah.. Regenerasi.

Memang sangat berbahaya ketika seorang filmmaker membuat sebuah film menggunakan nama yang sudah sebegitu kuatnya menempatkan diri di hati pecintanya, namun ternyata film yang digadang-gadang bukanlah seperti apa yang mereka kira. Pasti tak sedikit yang menganggap bahwa CHSB adalah film yang “numpang beken” nama Onky Alexander zaman dulu.

Terlepas dari itu semua, gue memang sangat amat tertarik dan ngebet banget pingin nonton film ini begitu melihat trailernya. Man, the trailer was awe to the some! Awesome! Auranya bener-bener beda, ada adegan ngedriftnya, Ario Bayu nya, BMW nya, ga berhenti-berhenti gue liat trailernya waktu itu. Dan tanggal 1 Juli rasanya lamaaaaa sekali. Beruntunglah gue dapet kesempatan untuk nonton filmnya duluan pas premiere tanggal 21 Juni kemarin.. Hehehe..

Sejujurnya, gue juga takut, takut kalau ekspektasi gue yang sangat berlebihan ini tidak sejalan dengan kualitas filmnya secara keseluruhan. Tapi rupanya ketakutan gue tak berdasar, karena sejak menit pertama film dimulai, gue udah dibikin tersenyum, dan merinding karena kagum! Dan... senyum itu terus berlanjut hingga film selesai, esoknya ketika gue bangun tidur, dan.... sampe sekarang pun masih demikian.. Excitement nya ga ilang2! XD Rasanya, setelah 6 bulan tanpa film Indonesia yang bisa membuat perasaan seperti itu, seneng banget ngeliat akhirnya ketemu juga film yang bisa membuat lo ga berhenti ngomongin, dan ga ragu untuk promosiin ke siapapun yang lu kenal..  J

Buat gue, film yang bagus adalah film yang meninggalkan kesan di hati penontonnya. Hal ini akan semakin bagus jika keseluruhan elemen teknis dari cerita, penyutradaraan, sinematografi, editing, scoring, hingga akting para pemainnya bersatu padu saling mendukung satu dan lainnya. Dan CHSB melakukan hal itu.

Ceritanya dibuat seringan mungkin, tapi tetap masuk akal dengan penjelasan-penjelasan logis, plus dibumbui dialog-dialog dan jokes-jokes cerdas yang membuat ketawa hingga mulut sakit. Sinematografinya ciamik mengambil angle-angle yang cantik didiukung dengan editing yang mulus dan memberi tone yang terkesan sangat metropolis. Belum lagi scoringnya yang jawara dan membuat film ini benar-benar hidup. Dan akting para pemainnya, wow! Benar-benar terasa chemistry kekeluargaannya. Ario Bayu tampil kharismatik dan charming, sangat terasa perkembangan aktingnya yang sudah mendapat perhatian besar dari gue sejak ONROP! Musikal. Perhatian lebih patut diberikan pada duet Abimana dan Albert yang tampil sangat natural melempar candaan-candaan yang sangat menghibur, and become the spotlight from the entire movie.

Rupanya, bukan gue doang yang merasakan efek seperti itu setelah menonton CHSB. Timeline twitter pun dibanjiri pujian-pujian kepada para pembuat dan pemeran film CHSB. Semua merasakan kegembiraan dan ikut merasa bangga akan keberhasilan debut sutradara muda Putrama Tuta ini. Efek kehebohan di twitter ini bisa berdampak positif maupun negatif. Positifnya, orang-orang jadi tertarik dan melangkahkan kakinya ke bioskop untuk menonton filmnya pada 1 Juli nanti. Tapi bisa juga, orang-orang menilai bahwa CHSB “berpromosi” terlalu berlebihan hingga menyurutkan niat mereka untuk menontonnya. Lucunya, ada yang bilang bahwa ini “proyek teman”, makanya ngga ada yang berani mengkritik, humm.. I believe, time will tell kok. Dan film yang bagus pasti akan mendapat sambutan luar biasa. Temen yang sungguh-sungguh bilang “bagus” dan yang bilang “bagus” karena ga enak pun akan keliatan. Si “bagus” yang ala kadarnya itu akan muncul hanya setelah menontonya, tapi si “bagus” yang beneran bilang bagus, akan membicarakannya terus menerus. It's not just about saying one movie's good or bad, it can affect their credibility, man.. Apalagi yang ngomong juga bukan sembarang "teman" yang bisa dengan gampang bilang film temannya itu bagus.. J

Ga sabar pingin nonton kali ke-2, ke-3, ke-4, dan seterusnya! XD
Simply the best in 2011 so far!

2 comments:

  1. Makanya film kita ga maju-maju, God father yang begitu legendaris aja ga dibuat "Catatan Harian God Father"
    Basi banget..

    BalasHapus
  2. wuiihh,... lu uda nonton duluan kan? wah... wah...

    BalasHapus