Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

19.3.11

[REVIEW] SKANDAL - 24 Maret 2011

Share



REVIEW
Jose Purnomo yang sukses dengan film Jelangkung di tahun 2001 kembali hadir meramaikan industri film tanah air di tengah lalu lalang film horor kacangan di bioskop nasional -- tapi bukan dengan genre horor yang tampaknya menjadi genre favoritnya (Angkerbatu, Pulau Hantu 1 & 2), melainkan melalui sebuah film drama dewasa yang dibumbui sedikit aksen thriller di dalamnya.

Untuk ukuran film Indonesia, SKANDAL dinilai cukup berani dalam bercerita lewat gambar -- yang herannya bisa lolos sensor dengan mulusnya. Tapi, SKANDAL bukanlah sebuah film dewasa yang hanya mengumbar adegan-adegan yang menjual aurat dan meningkatkan hormon sesaat biasa. SKANDAL juga bukanlah sebuah film yang hanya menjual vulgarisme tanpa otak. SKANDAL adalah sebuah film yang ditujukan untuk penonton berusia 21 tahun ke atas, diperankan oleh aktor dan aktris yang berusia "layak", sehingga sangat lumrah terdapat adegan-adegan yang cukup dewasa dan vulgar, di mana adegan-adegan yang cukup panas dan intim tersebut berhasil ditampilkan dengan artistik dan tidak murahan (dan memang dimaksudkan dalam cerita, bukan sekadar sempilan untuk memuaskan nafsu para pembuatnya).

Jose Purnomo sebagai sutradara patut diacungi jempol karena selain berhasil mengarahkan para aktornya untuk berakting total, ia juga berhasil menceritakan skenario yang ditulisnya sendiri dengan baik dan cukup menarik. Selain itu, ia juga merangkap sebagai DOP (Director of Photography) dan berhasil menampilkan gambar-gambar dengan warna-warna dan pilihan-pilihan angle yang cantik. 

Uli Auliani membuktikan bahwa dirinya benar-benar bisa berakting dan bukan hanya mengandalkan tampang dan bodi saja. Setelah sekian lama tercemplung dalam kubang film-film berniat busuk macam Akibat Pergaulan Bebas, Nakalnya Anak Muda, dan Pengantin Pantai Biru, dara berusia 25 tahun ini akhirnya menunjukkan bakat terpendamnya dengan menghasilkan akting dengan kualitas maksimal dalam film ini. Bukan itu saja, ia pun mampu membangun chemistry yang kuat dengan dua lawan mainnya, Mario Lawalata dan Mike Lucock, yang keduanya juga sama-sama menunjukkan performa memuaskan.

Ceritanya sendiri bisa dibilang kurang orisinil, karena semenjak melihat trailer dan membaca sinopsisnya, saya langsung teringat akan film Match Point yang diperankan Scarlett Johansson dan Jonathan Rhys Meyers. Dan setelah menonton filmnya, saya menemukan semakin banyak referensi-referensi film lain yang masuk di dalamnya, seperti ada sedikit aura Hari Untuk Amanda (bagaimana sang cewek dikecewakan cowoknya dan beralih ke mantan pacarnya), lalu juga ada sedikit getar-getar serial Lipstick Jungle, dan sebuah film lainnya yang kebetulan saya lupa judulnya :D Namun demikian, bukan berarti Jose Purnomo mencontek film-film tersebut. Jose tetap berhasil menyajikan suatu kisah yang menarik dengan sedikit twist di penghujung film.

Namun, tetap saja film ini memiliki "tapi"-nya. Di tengah sebuah sajian drama yang intens, Jose yang mungkin terbiasa membuat film horor dirasa agak berlebihan dalam memberikan efek-efek suara yang dimaksudkan untuk memberi efek kejut, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah akan ada penampakkan hantu, padahal tidak. Selain itu, ada pula beberapa adegan yang terlalu didramatisir dan sangat sinetron-ish. Dan entah editing yang dimaksudkan untuk terlihat artistik, atau suatu cara untuk menghindari sensor, tapi penggunaan teknik on-off-on-off pada adegan-adegan "panas" justru malah sedikit menganggu dan membuat kepala pusing karena frekuensi yang terlalu banyak dan durasi yang terlalu cepat.

Walaupun pace nya terasa agak lambat, tapi SKANDAL tetap mampu memikat penontonnya untuk terus duduk di kursi dan menikmati filmnya, karena sebagai sebuah film yang dilihat secara utuh, SKANDAL adalah salah satu film yang cukup layak tonton tahun ini.

Ingat: hanya untuk 21 tahun ke atas, dan jangan membuat skandal di dalam bioskop :p

2 comments:

  1. entah kenapa ketawa baca tagline nya... 'jika ingin keluarga harmonis, jauhi X (mantan)' lol

    BalasHapus
  2. baru pengen nonton ntar malem, abisnya film barat yang baru2 udah abis gw babat. Dan secara udah lama juga gak nonton film indonesia, hehehehe...

    BalasHapus