[SEGERA] Susah Jaga Keperawanan di Jakarta - 2 Desember 2010

Pemain: Masayu Anastasia, Aulia Sarah, Sarah Rizkya, Rifki Balwel, Indra Birowo, Tessy Srimulat
Sutradara: Joko Nugroho
Produksi: Sentra Film


Sinopsis
Di sebuah desa kecil bernama Kandang Jago, Srinthil (Masayu Anastasia) , punya mimpi hidup senang dan tinggal  di kota metropolitan. Cewek-cewek kampung yang lain cuma tertawa dengar impian Srinthil. Hanya Kunil (Sarah Rizkya)  dan Centini (Aulia Sarah) teman Srinthil yang bisa telaten jadi pendengar.  Mereka bertiga sudah berteman sejak kecil

Menolak perjodohan, tiga cewek kampung ini kabur ke kota dengan menumpang mobil pengangkut sayur.  Tiga sekawan sampai ke kota metropolitan. Mereka panik, karena tidak punya sanak saudara di kota, dan yang paling penting adalah : kehabisan duit

Nasib mempertemukan tiga sekawan ini dengan Berta (Indra Birowo), wanita jadi-jadian yang berprofesi sebagai germo. Ditawari pekerjaan sebagai PSK, ketiganya menolak. Namun masalah perut dan tempat tinggal tidak dapat menunggu. Akhirnya ke tiga sekawan itu menerima dengan satu persyaratan : Asal mereka tetap perawan

Para ”pemakai” jasa di wajibkan membayar dimuka, di kamar hotel Srinthil, Kunil dan Centini dengan segala muslihat  berusaha untuk ’mempertahankan diri’.  Hingga suatu hari insiden terjadi, seorang pelanggan mereka tewas dalam kamar hotel. Keberadaan ketiga sekawan itu sempat di ketahui karyawan hotel dan di laporkan ke polisi . Alhasil, foto mereka di sebar sebagai Buronan nasional. Tak hanya desa Kandang Jago yang gempar, seluruh negeri ini pun mengejar tiga sekawan yang di juluki penjahat kelamin

Dengan segala cara, Srintil, Kunil dan Centini berusaha membalikan nama baik mereka dan menunjukan kalau mereka hanya PSK boong-bongan


Trailer



Komentar
Judulnya panjang bener, cyiiinnn!! Hahahaha.. Entahlah, gue udah terlalu capek komentar sama film-film yang kayaknya ga bisa menemukan tema lain untuk menggambarkan kejamnya ibukota.. Tahun ini aja udah dimulai dengan Bidadari Jakarta. Terus filmnya Nayato ga keitung lagi jumlahnya berapa yang menggambarkan kejadian serupa..

0 comments:

8 Ulasan Pendek! :D

Udah lama ga ngepost review karena belakangan males banget nulis review.. Hehehe.. Jadi sekarang pengen ngepost beberapa short review dari film-film yang udah gw tonton tapi belom dibuat review panjangnya.. Review ini juga sengaja di-post sebagai dokumentasi akan film Indonesia apa saja yang sudah gw tonton di tahun 2010 ini :)








Nazar (2009)
Sebenernya gw nonton film ini sudah lamaaaa sekali.. Awalnya sempat mengira bahwa film ini bagus - dari judulnya aja udah nggak biasa. Taunya? Hanya teenlit biasa. Posternya pun sangat mengejutkan - ga sebanding dengan judulnya yang terlihat cukup 'berat'.






Toilet 105 (2010)
Dari poster, judul, sinopsis, pemain, trailer - semuanya terlihat sampah. Filmnya pun seperti film horor Indonesia kebanyakkan - menjual kulit mulus dan putih, dengan cerita nol besar dan tingkat keseraman minus 10 untuk genre film horor.









Affair (2010)
Entah apa yang dipikirkan Nayato waktu membuat film ini.. Film dalam kebisuan selama 45 menit pertama (dan ga tau kalo menit selanjutnya juga masih sama)?? Helllooowwww???? Wasn't it supposed to be a film where we can hear screams and shoutings?? Where is that beside some afraid-looking-wannabe?

Entahlah. Menurut gue, dari sekian banyak list film yang sudah dibuat Nayato tahun ini, dengan segala kemiripannya, Affair bisa gw katakan sebagai karya terburuknya tahun ini. Memakai bintang yang sama, mengikuti genre yang sama, tapi GAGAL!




Love and Edelweis (2010)
Kalau tidak salah, film ini sempat tertunda cukup lama sampai akhirnya tayang di bulan April 2010 ini.

Jujur aja.. Film ini ga gw tonton sampe abis karena udah terlanjur bosan sama ekspresi Mike Lucock yang sangat tidak berhasil menunjukkan wajah psikopat. Belum lagi setting-nya yang sangat tidak riil. Adegan di hutan tapi perlengkapan dan pakaian tidak menyesuaikan.

So, I can say that Love and Edelweis is Pencarian Terakhir wannabe, but it FAILS!

Pocong 2 (2006)
Film 'pertamanya' dilarang tayang karena terlalu seram katanya. Disuruh potong adegan-adegan tertentu, mereka ga mau dan memilih untuk membuat film baru yang kata pecinta film horor merupakan salah satu film Indonesia terseram yang pernah mereka tonton. Gue ga tau gue udah kebal sama film horor apa gimana, tapi buat gw Pocong 2 ini tidak seseram kata orang-orang.

Tapi yang jelas, film ini memang berbeda dari film horor kebanyakkan, karena memang benar-benar mengandalkan atmosfir apa adanya (tidak ada musik-musik yang malah membuat rasa kaget itu hilang - pocong nya pun tak narsis), juga tidak menambah bumbu-bumbu khusus untuk memancing penonton datang ke bioskop dan menontonnya. Pun duet pemeran utama, Ringgo - Reva, mereka berhasil menampilkan wajah ketakutan yang natural dan bersinergi dengan keseluruhan film.Suatu pencapaian yang patut diapresiasi.


Sehidup (Tak) Semati (2010)
Berharap banyak pada Fanny Fabriana setelah penampilannya di Hari Untuk Amanda -- pun dengan Winky Wiryawan setelah penampilan mengesankannya di Demi Dewi. Tapi hasilnya? Gue agak kecewa sih..

Fanny ternyata tampil tidak jauh berbeda dengan di HUA -- sehingga tercipta kesan bahwa ia hanya bisa tampil seperti itu saja. Sementara Winky malah mengalami penurunan kualitas. Yang agak sedikit menonjol di sini malah Joanna Alexandra, yang semakin menunjukkan bahwa ia bisa memainkan banyak peran dengan karakter berbeda-beda di tiap filmnya.


Menculik Miyabi (2010)
Maxima memang benar-benar menjual nama Miyabi untuk 'menipu' para penontonnya. Mukanya ditampilkan paling besar di poster, nama dipajang mentereng pula, tapi penampilannya hanya di menit-menit awal film berjalan. Selebihnya? Penonton yang mengharapkan kehadiran Miyabi hanya akan diberikan KW2 nya, yaitu MiYaoBie. WTF.

Kehadiran trio jayus pun tak memberi hiburan apa-apa di film ini. Udah poster niru-niru Up in the Air, jualan nama orang yang nongol sekitar 5 menitan aja, cerita ala kadarnya, tapi berhasil mendapatkan 500rb penonton. Maxima memang juara dalam hal jualan film...


Roman Picisan (2010)
Tora Sudiro setelah sekian lama akhirnya kembali bermain dalam film drama komedi romantis. Berpasangan dengan mantan Puteri Indonesia, Artika Sari Devi, bagaimana penampilannya? Apakah membosankan seperti biasa? Jawabannya adalah iya. Tora masih tampil dengan guyonan tak lucunya seperti biasa, dan jelas tidak ia telah kehilangan charm nya sebagai sosok pria romantis seperti ketika kita menontonnya di Arisan! ataupun Banyu Biru.

Selain itu, film ini benar-benar cocok dan sesuai dengan judulnya. Roman Picisan. Seolah ingin mengajak kita kembali ke masa lalu dengan kisah cinta klise -- semuanya memang terasa sangat.... Roman Picisan! Dari dialog, jokes, juga cerita secara keseluruhan.. Sangat tertebak. Bisa dibilang, cerita ini layaknya FTV yang biasa ditayangkan di salah satu TV swasta. Parahnya, FTV-FTV itu pun kadang bisa menampilkan sesuatu yang lebih menarik, dan tentunya chemistry yang lebih kuat antara dua pemain utamanya. Sementara ini? Flat as floor.

2 comments:

[SEGERA] Hantu Tanah Kusir - 25 November 2010

Pemain: Pauleen, Zaki Zimah, Rheina Mariyana, Yadi Sembako, Eva Asmarini, Benu Buloe
Sutradara: Findo Purnomo HW
Penulis: Abbe Ac
Produksi: Maxima Pictures (Ody Mulya Hidayat)




Sinopsis
Jupri mewarisi delman kakak iparnya. Karena sepi penumpang, Kirno, sahabatnya menyarankan Jupri untuk meminta berkah ke kuburan. Ternyata delmannya malah tertukar dengan delman hantu tanah kusir. Nasib Jupri berubah seketika. Penumpangnya ramai seketika. Namun semuanya tang berlangsung lama, ketika muncul Odong bersama Pauline, gadis Jepang yang seksi, Hantu tanah kusir mulai menagih janji

Trailer


Komentar
Maxima lagi-lagi mengeluarkan film horor tahun ini, kerjasamanya yang ke-3 dengan Findo Purnomo HW tahun ini, dan juga film ke-4 Findo di tahun yang sama. Melihat jejeran cast nya, gue merasa Maxima agak cerdik kali ini. Dengan tidak menggunakan nama-nama besar seperti sebelum-sebelumnya (sehingga ga perlu abis duit banyak untuk bayar artis), Maxima tampaknya mengencangkan ikat pinggang untuk masalah biaya produksi, sehingga profitnya nanti akan semakin besar.

Posternya sendiri selintas langsung mengingatkan gue akan Drag Me to Hell yang sangat terkenal itu, tapi menggunakan tone warna film horor Jepang, Kaidan. 

Mirip kan?

NB: itu yang di poster mukanya mirip Dinda Kanya ya, tapi kok namanya ga ada di list ya?


4 comments:

Blogger Template by Clairvo