[REVIEW] Diperkosa Setan (Raped By Saitan)

di versi VCD/DVD, judul indonesia nya dicoret saja ya, biar lebih komersil




Perkiraan sinopsis, atau mungkin bahkan isi skrip:
Welcome back to the 80s world! Di mana kamu bisa melihat cowo berambut klimis highlight pirang, belah tengah, naik motor gede, dan..... jago gombal!




Tokoh utama (1): "Kenalin, gue Rico.. Nama lu siapa?"
Cewek yang lagi nongkrong di pinggir jalan (2): "Nama gue Nisa.."

(1)"Nisa nama yang cukup cantik.. Tapi mestinya nama lu tuh Angel, karena lu secantik bidadari.."
(2)"Kamu sendirian?"

(1)"Tadi sih iya.. Sekarang nggak lagi.. Karena ada seorang bidadari yang bisa nemenin gua.. Tapi.. Gua nggak tau.. Dia mau apa nggak ya.."





Sudah berkenalan dengan tokoh utama kita? Rico, cowok berlibido tinggi yang kemudian mati karena berhubungan intim dengan kuntilanak penghisap darah di kosannya, yang kemudian berubah menjadi drakula, tentu saja masih dengan birahi super!

Enam bulan kemudian, kita diperkenalkan kepada seorang gadis bohay dari Pekalongan, Marsha namanya. Lebih lanjut, kita akan mengenal dia sebagai: Marsha si tukang teriak, Marsha si tukang tidur, Marsha si tukang nangis, Marsha si tukang pingsan, dan tentu saja.. peranan utamanya adalah... Marsha si Pemberani!

Oh ya, untuk menghemat biaya produksi, maka setting tempat kedatangan Marsha pertama kali -- yang juga lokasi nongkrong Rico dkk, yaitu terminal kereta api -- akan menjadi lokasi terbanyak kita mengambil stock shot untuk jeda antar adegan, selain tentu saja, transisi cross dissolve.

Marsha kemudian memutuskan untuk ngekos di ex-kosannya Rico, dan menempati kamar lama Rico. Belum apa-apa, Rico yang sudah enam bulan 'nganggur' langsung ingin menerkam Marsha. Kali pertama, Rico gagal dalam usahanya. Ia terintervensi oleh Bi Inah yang datang membawakan koran untuk Marsha.






Hari berikutnya, Marsha melamar pekerjaan menjadi sekertaris di sebuah perusahaan. Karena keseksiannya, tentu saja ia langsung diterima, walaupun ia belum memiliki pengalaman apapun sebelumnya. Di sana, Marsha langsung ditaksir dua pria, si bos genit, Raymond, dan si Kadiv Admin, Andre.

Malamnya sepulang kerja, almarhum Rico yang tak lagi dapat menahan nafsunya langsung menggerayangi tubuh molek Marsha yang mengenakan baju tidur modern super seksi (oh tentu saja, dia pasti sudah pergi ke mall dan berbelanja pakaian dalam, tapi itu tidak perlu lah diperlihatkan di layar). Di sinilah sosok Marsha si Pemberani muncul. Setelah diperkosa di ranjang, Marsha tanpa ketakutan pergi ke kamar mandi, diperkosa lagi di sana (Marsha si tukang nangis muncul), kemudian kembali lagi ke kamar, dan diperkosa lagi (Marsha si tukang pingsan muncul).

Adegan berikutnya adalah beberapa scene yang menunjukkan bagaimana Marsha secara bergantian sedang berduaan saja dengan Raymond, dan dengan Andre. Raymond kemudian mengantarkan Marsha pulang, dan Marsha si tukang tidur muncul di sini dengan tidak tahu terima kasihnya. >> oh ya, harap diingat, adegan ini perlu sekali kita ulang berkali-kali, baik ketika Raymond ataupun Andre yang mengantar. Hmm, jadikanlah adegan ini sebagai ciri khas film ini.

Untuk menambah percikkan dalam cinta segitiga Marsha-Raymond-Andre, ada baiknya kita menambah sedikit intrik dengan memasukkan dua tokoh wanita yang merebutkan Andre, Liza Fernandez (adik Raymond) yang baru pulang dari LA, dan Suzan.

Oh ya, jangan lupakan adegan hot yang wajib ada! Ceritakan saja Liza berulang tahun dan mengadakan pesta di rumahnya. Temanya tentu saja, "swimsuit party" yang wajib terus diulang-ulang setiap kali Liza memberikan invitation nya (ingat, Liza baru pulang dari LA, jadi bicaranya harus campur sari). Oh ya, tekankan juga bahwa yang wanita harus memakai bikini, dan untuk cowok, celana renang, supaya seksi. (Waktu belanja ke mall itu, Marsha si gadis desa tentu saja juga sudah sekalian membeli bikini, kalau nggak.. Kan aneh gadis desa punya bikini yang bahkan lebih bagus dari si empunya acara..)

Ehmm.. Marsha tukang teriak belum muncul ya? Baiklah.. Kita munculkan saja dia di sini kalau begitu.. Marsha yang sedang bermain air di pinggir kolam kemudian ditarik ke dalam air oleh hantu Rico. Teriak-teriaklah terus Marsha di sana. Ia kemudian diselamatkan Andre, dan menangis ketakutan di pelukannya. Sesampainya di ruang ganti, Rico kembali menghampiri Marsha dan memperkosanya lagi. Marsha kembali berteriak-teriak dan membangunkan Andre dari tidur ayam-ayamnya di luar. 

Setelah kondisi aman terkendali, Andre mengantar Marsha pulang, di mana ia kembali tertidur selama di perjalanan >> ingat, ciri khas film ini! Sesampainya di kamarnya, Marsha si pemberani tetap tidak merasa terguncang setelah diganggu kesekian kalinya oleh setan Rico.


kiri: Marsha and Andre -- kanan: Marsha and Raymond


Esoknya, Marsha mual-mual. Ternyata, ia mengandung! Kandungannya pun langsung membesar dalam hitungan detik, dan ia melahirkan saat itu juga. Sayang, bayinya buruk rupa, sehingga Marsha tidak mau mengakuinya sebagai bayi nya.

Bayi: Mama!
Marsha: Siapa kamu?! (sambil berteriak)
Bayi: Aku anak mama..
Marsha: Bukan! Aku ga pernah ngelahirin anak macam kamu! (sambil berteriak) >> Marsha yang terguncang nampaknya tidak sadar bahwa ia bahkan tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun (secara sadar). Namun yang terucap dari mulutnya ya kata-kata itu, bukan kata-kata macam, "APA?! Anakku? Berhubungan saja aku tak pernah! Bagaimana aku bisa hamil dan memiliki anak??" atau mungkin kata-kata seperti ini, "perutku tidak pernah membesar! dan aku tidak pernah merasa melahirkan! bagaimana kamu bisa bilang kalau kamu anakku?!"

Lanjut.
Marsha yang sudah tak tahan lagi lalu mengadu kepada Andre di tengah kerumuman orang banyak.

Marsha: Ndre, aku mau kasih tau kamu sesuatu.. tapi kamu jangna bilang siapa-siapa ya..
Andre: Iya, kamu bisa percaya aku.. Ada apa, Sha?
Marsha: AKU DIPERKOSA SETAN, NDRE! (sambil berteriak)

Hmm.. Marsha memang betul-betul pemberani.. Ia tentu tidak takut dikira gila karena berkata seperti itu. Ia BAHKAN berkomunikasi (alias mengobrol) dengan anaknya yang tau-tau sudah besar dan sangat mirip dengan Rico itu. Ia tidak pernah menunjukkan wajah ketakutan sedikitpun, walau ia jadi sering berteriak dan menangis tanpa air mata.

Ia juga tetap bekerja dan berdandan cantik seperti biasanya. Andre pun tetap mengantarnya pulang, dan Marsha juga tetap masih selalu tertidur selama perjalanan. >> ingat, ciri khas ini harus terus ada!

Setelahnya, kita akan menemukan suatu fakta bahwa Andre memiliki sebuah kalung yang mampu mengusir setan. Setan yang tak berkutik lagi dengan Andre itu kemudian menghampiri Bi Inah dan Mang Udin yang sedang makan. Tapi ternyata, bukan mereka saja yang ditemui Andre. Andre malah bertemu dengan kuntilanak pembunuh ayahnya. Mereka bahkan mengobrol. Bi Inah dan Mang Udin yang ketakutan malah bersembunyi di kolong meja, menguping, tak jauh dari lokasi tempat obrol kedua hantu tersebut.




Perempuan: Oh, jadi kamu anaknya Rico dan perempuan itu
Laki: Siapa kamu? Kenapa kamu mengenal orangtua saya?
Perempuan: Aku yang membunuh ayah kamu, saya ingin membawanya ke alam saya, dan menjadikannya budak saya
Laki: Berani benar kamu (dengan logat tukang sate padang)! Aku akan membuat mu menyesal!

Tapi ia tak pernah membuat si hantu wanita menyesal. Singkat cerita, ia keburu mati ketika terlibat perkelahian dengan Andre. Andre yang tak bisa menerjang tubuh bayi Rico, entah mengapa bisa mencekik lehernya (mungkin karena kalung yang dimiliki Rico kali ya, sehingga yang bisa tersentuh hanya bagian leher ke atas). Cekik mencekik pun terjadi, Andre yang kemudian menyadari bahwa kalung saktinya mampu menaklukkan Rico pun lalu menempelkan kalung itu ke badan Rico, dan Rico pun hangus ditelan efek-efek buatan komputer ala kadarnya.




Tentu saja, sebuah film haruslah happy ending.. Marsha pun akhirnya hidup berbahagia bersama Andre selamanya.. The end.

3 comments:

[REVIEW] Red Co-Bex







REVIEW
Ada tiga alasan mengapa gue akhirnya memilih Red Cobex dibanding 3 film Indonesia lain yang sedang diputar di bioskop:
1. Karena ada Lukman Sardi (ga begitu napsu liat Tanah Air Beta walau ada Lukman Sardi juga di sana, tone film-filmnya Alenia terlalu muram buat gua)
2. Penasaran pengen liat filmnya Upi setelah Serigala Terakhir
3. Ingin melihat standar yang dibangun untuk genre action comedy yang tampaknya akan mulai menjamur di Indonesia


Hasilnya?
Poin plus film ini:
  • Upi tampaknya lagi bereskperimen mencari formula yang paling tepat untuk membuat film action yang cocok dengan selera penonton Indonesia. Setelah lumayan gagal dengan gaya mafia internasional, ia kemudian mencoba mafia lokal alias preman. Hasilnya? Adegan fighting nya cukup norak dan lebay, tapi buat gue, jelas lebih bisa dinikmati karena gue suka yang lebay-lebay.... :D
  • Film ini cukup menghibur di beberapa bagian.. Beberapa lawakannya cukup berhasil bikin ketawa, walau ga sampai ngakak banget. 


Poin minus film ini:
  • Itu tadi, beberapa lawakan cukup lucu, tapi banyak juga lawakan yang garing dan basi, dan diulang terus menerus, sehingga yang ada gue hanya diem aja tanpa ekspresi.
  • Selain itu juga terlalu banyak dialog-dialog yang membawa pesan-pesan yang menggurui secara eksplisit. Dari mulai sindiran, sampai betul-betul membawakan pesan moral. Kurang suka sih ya gue.. Seandainya bisa dibuat lebih santai dan tidak kaku dalam penyampaiannya, mungkin penonton ga akan terlalu sadar, dan mungkin malah bisa meresap ke dalam diri dengan lebih natural..
  • Gue cukup terganggu dengan color grading yang terlalu kencang, sehingga kulit para pemain (terutama yang di-tan emas) menjadi bersinar-sinar ketika terkena cahaya yang kadang juga berlebihan.. Hal ini juga terjadi di 15 menit terakhir Serigala Terakhir yang tau-tau memiliki color tone yang berbeda dari adegan-adegan sebelumnya. Technical problem yang terulang, buat gue.. Hmm.. Gimana ya.. 


Overall?
Untuk sekedar hiburan mencari tawa ringan, dan jika Anda kehabisan pilihan film lain dan iseng ingin menonton, bolehlah Red Cobex dijadikan pilihan. Tapi kalau Anda mengharapkan sebuah film dengan hiburan maksimum, saya tidak menyarankan Anda menontonnya, karena Anda jelas tidak akan terpuaskan..

3 comments:

[REVIEW] Kain Kafan Perawan





REVIEW
Udah lama ga nge-review ala #vividism karena belakangan film-film yang masuk kategori #vividism tidak se-#vividism yang dibayangkan -- yang artinya, terlalu membosankan untuk dibuat 'lucu'. Tapi akhirnya, gue akhirnya ketemu juga nih film yang cukup layak untuk gw review ala #vividism di tahun ini. Dan jerejengjeng! Film itu berjudul: Kain Kafan Perawan, karya tak lain tak bukan..... NAYATO FIO NUALA!!!

Film dibuka dengan adegan seorang wanita yang sedang melarikan diri dengan kondisi baju robek dan kelihatan BH nya saja, serta berdarah-darah -- panggil ia Rasti. Kemudian, muncul lah judul film ini. Setelahnya, terdengarlah suara: "ACTION!" dari sebuah pengeras suara yang gue lupa istilahnya apa. Dan tampaklah beberapa wanita - termasuk Rasti - sedang berjoged-joged dan bernyanyi-nyanyi di dalam dan di rel kereta api. Rupanya, mereka sedang shooting sebuah video klip yang low budget, di mana si penyanyi (alias Rasti) adalah sutradaranya juga. Lalu, siapa yang bilang "ACTION!" tadi? Oh.. ternyata dia hanyalah seorang script yang baik. Betul, anda tidak salah baca, dan saya tidak salah tulis. Rasti si sutradara berkata seperti ini pada temannya yang bilang "ACTION!" tadi itu, "Yang jadi sutradara siapa sih? Mending lo sana duduk, jadi script yang baik."




Karena kelelahan dan sudah tak memiliki dana lagi untuk membeli makanan kecil (ya, lagi-lagi anda tak salah baca, dan saya pun tak kelebihan kata-kata), si kameramen video klip rupanya menjadi tidak fokus dan mengambil gambar BLUR semua. Akhirnya karena kesal, Rasti kemudian membubarkan shooting hari itu dan kembali ke editing room untuk mengedit video yang blur itu tadi. Tebak apa yang ditemukan Rasti kemudian? PENAMPAKAN di salah satu gambar yang diambil tadi. jengjengjengjeng...

Rasti kemudian muncul dengan suatu ide yang sangat orisinil, dan dipercaya menjadi inspirator Olga Lidya untuk membuat Te(Rekam). Ia percaya bahwa lokasi shooting mereka kemarin berhantu, dan mengajak teman-temannya untuk membuat sebuah film dokumenter yang mengabadikan momen-momen mendebarkan itu, kemudian menjualnya kepada produser, kemudian mereka pasti akan menghasilkan uang banyak untuk itu. Mari perhatikan sejenak dialog Rasti dan teman-temannya...
Kameramen: No no no no.. gue ga mau jadi kameramen film horor! gue mau bikin film serius yang bisa ikutan festival.
Rasti: ya ampun, yang namanya bikin film horor tuh film yang laku di pasaran!

(ga heran kenapa belakangan Yato banyakan bikin pelem horor.. ckckckck)

Kembalilah mereka ke gerbong kereta tempat mereka shooting kemarin. 20 menit selanjutnya adalah adegan horor gelap-gelapan favorit Yato, yang dilengkapi dengan gue yang kebosanan melihat para aktor dan aktris yang sok berani itu sok sok ketakutan terus menerus. Satu per satu dari mereka kemudian mati dengan mengenaskan, dibunuh teman mereka yang rupanya kerasukan. Hmm, salah mereka sendiri sih, tidak mendengarkan nasihat dari si penjaga gerbong tonggos yang bilang begini, "tempat ini angker// waktu itu/ ada perempuan mati/ diperkosa/ gerbong kereta//" >> yep. saya tidak salah tulis lagi. dialog ini sampai saya rewind 3x karena meragukan kebersihan telinga saya yang dapat mengakibatkan kesalahan dalam pendengaran. Namun ternyata saya tidak salah mendengar.




Setelah bergelap-gelap ria, Yato memberikan penonton sedikit pencerahan dengan set yang cukup terang, juga adegan Ratu Felisha yang tidur dengan posisi yang menggoda. Feli dan temannya adalah seorang fotografer yang jelas jauh lebih model-look-a-like ketimbang model yang difoto Feli dan temannya yang tidak sayang adik ini. Bayangkan, ketika Feli sedang kuatir karena adiknya sudah menghilang semalaman, ia malah menyarankan agar Feli baru menelpon polisi esoknya, jika memang adik Feli (a.k.a Rasti) belum pulang juga esoknya.


atas: model, bawah: fotografer


Tak lama setelahnya, Feli mendapat kabar bahwa Rasti masuk rumah sakit dan menderita luka parah. Ia kemudian ditemani temannya menuju rumah sakit, menggunakan kereta api. Well, entah berusaha unik, biaya shooting di kereta lebih murah, atau alasan apa, tapi tampaknya Yato sangat hobi menggunakan kereta api di film ini. Hmm, atau mungkin karena dia udah kenal betul sama pengurus kereta api ya, kan sebelumnya dia juga udah pernah shooting film horor di sana..

Adegan kemudian kembali diisi oleh adegan sok-sok ketakutan oleh teman Feli, Feli, dan juga suster rumah sakit, yang entah mengapa jadi ikut diteror sama si hantu ini. Oh ya, tak lupa juga ada adegan bath tub oleh Feli (iya dong, kalo nggak itu bath tub di poster nongol dari manaaa), adegan buka baju dan mandi teman Feli, juga adegan buka dan ganti baju si suster.

Kelelahan dihantui tanpa sebab oleh si hantu, Feli dan temannya kemudian mendatangi dukun yang menyarankan mereka untuk mengambil kain kafan perawan dan membakarnya untuk menghilangkan gangguan roh jahat ini. Hal yang hampir selalu dilakukan orang-orang ketika kepepet diganggu makhluk halus: mendatangi dukun. Ck, ga orisinil seperti ide film dokumenter Rasti..

Akhirnya, mereka mendapatkan kain yang mereka inginkan, kembali ke gerbong dengan tak lupa gangguan oleh hantu yang ternyata adalah seorang mahasiswi yang berasal dari Jawa Barat namun berkuliah di perguruan tinggi di Jakarta ini. Setelah berhasil membakar kain itu, mereka pun akhirnya terbebaskan dari gangguan -- pun juga Rasti yang di saat yang bersamaan sedang diganggu oleh hantu nenek bangsal sebelah (mengingatkan gua akan film 5bia).

Btw, rasanya ada yang kelupaan.. Hmm, apakah gue udah bilang kalo kayaknya film ini di-dubbing semua sepanjang film berjalan? Dan..... rasa-rasanya.. jumlah dubber nya tak lebih dari 5 orang? Karena suara seluruh pemeran hampir terdengar sama antara satu dan yang lainnya. Termasuk si suster dan ibu-ibu di rumah sakit, juga si dokter? Bahkan, suara Feli dan Rasti pun berbeda dari biasanya. Apa jangan-jangan mereka hanya nampang bodi doang? Hmmm...

3 comments:

[SEGERA] Obama Anak Menteng - 1 Juli 2010

Produser: Raam Punjabi
Produksi: MVP Pictures
Pemain: Hasan Faruq Ali, Cara Lachelle, Eko Noah, Teuku Zacky
Sutradara: John de Rantau 
Penulis: Ve Handojo
Based on novel by Damian Dematra


Sinopsis:
BARRY Obama berusia 9 tahun ketika ia tiba di Menteng. Sebagai anak baru juga latar belakangnya yang campur aduk membuatnya sulit beradaptasi. Persahabatannya dengan anak-anak tetangga, berbeda strata sosial  yaitu Slamet dan Yuniardi, serta pembantunya yang banci, Turdi, membawa Barry ke berbagai pengalaman masa kecil yang tidak terlupakan



Lewat permainan Ping Pong, Monopoli, bahkan main kelereng, membuat Barry semakin akrab dengan Slamet dan Yuniardi. Ia juga memahami kehidupan unik seorang banci bernama Turdi. Hubungan keduanya makin memancing olok-olok anak-anak kampung. Di lapangan sepak bola berlumpur, Barry pun bentrok dengan Carut dan geng-nya 

Semua pengalaman ini mengajarkan pada Barry, selain membuka diri dalam menerima perbedaan, tapi juga menerima dirinya sendiri sebagai orang yang beda seutuhnya. Satu tahun di Menteng membekali Barry dengan pelajaran nilai-nilai yang masih ia pegang sampai ia dewasa. Ketika Barry sudah berhasil beradaptasi dengan lingkungannya, sebuah konflik di rumahnya membuatnya harus pergi meninggalkan Menteng. 

Tiadanya ucapan perpisahan meninggalkan rasa getir di hati sahabat-sahabatnya. Namun, mereka yakin bahwa Menteng telah memberi banyak pengalaman tak terlupakan bagi Barry. Bahkan ketika Barry berhasil meraih cita-citanya menjadi Presiden Amerika Serikat. Teman-teman masa kecil Barry pun ikut merasakan kebahagiaan Barry meskipun mereka jauh terpisahkan oleh jarak dan komunikasi.

Obama Anak menteng menjadi sebuah film dengan cerita sederhana dan inspiratif,  yang kemudian menjelma menjadi bagian dari mosaik sejarah orang nomor satu di Amerika, Barrack Obama. 



Teaser:


Komentar:
Bertambah lagi film anak-anak untuk mengisi liburan kenaikkan kelas.. Kali ini yg diangkat adalah kisah presiden kulit hitam pertama Amerika, Barrack Obama. Ga bisa berkomentar banyak, hanya menunggu masa tayangnya.. Walau sedikit bingung, mengapa Obama yang merupakan presiden negara lain, dan yang cuma sebentar di Indonesia yang difilmkan? Kenapa bukan mantan presiden kita saja, macam Soekarno dan Habibie yang difilmkan? Karena sejauh ini yang baru terdengar adalah film tentang Alm. Soeharto yang akan dibesut Helfi Kardit, tapi belum terdengar lagi kabarnya hingga sekarang..


2 comments:

[REVIEW] Hantu Rumah Ampera (2009)



Penasaran mendengar banyak horor freak yang mengatakan bahwa film ini adalah salah satu film horor lokal yang cukup menyeramkan, saya yang awalnya ragu menjadi tergerak untuk menonton film yang ternyata disutradarai oleh Rudi Soedjarwo ini..

Bercerita tentang seorang pria (Ben Joshua) yang telah mengikat janji sehidup semati bersama kekasihnya sewaktu SMA. Pacarnya ini kemudian pindah ke London, dan sewaktu kembali, ia menemukan fakta bahwa Ben Joshua telah memiliki pujaan hati baru. Sakit hati, ia terus membuntuti ke manapun mereka pergi. Di saat yang bersamaan, Ben Joshua dan ibunya pindah ke rumah baru (second use) yang ternyata banyak penunggunya. Mereka terus menerus diganggu tanpa tahu sebab musabab nya.

Mungkin yang sudah menonton Lewat Tengah Malam nya Koya Pagayop akan sedikit banyak bisa menebak ending cerita ini.. Seperti gue misalnya.. Dan ternyata tebakkan gue benar..

Film ini sesungguhnya tidak membawa formula baru apapun kepada genre horor. Malah gue melihat banyak kesamaan yang muncul layaknya di film-film Hollywood, Jepang, dan Thailand macam The Grudge, Shutter (Thai), dan.... -- maap, referensi horor gue agak kurang, ga begitu suka horor :p

Walaupun demikian, memang tetap harus diakui bahwa film ini jelas lebih baik jika dibandingkan dengan film-lokal-yang-mengaku-horor lainnya; tidak mengubar tubuh wanita, setannya ga narsis, make up setan nya ga berlebihan. Tapi, akting pemainnya sama saja. Flat. Datar. Tidak lebay, tapi tidak pas juga. Kurang.

Entahlah, mungkin karena gue nontonnya sambil mainan henpon (tapi tetep fokus), atau gue udah cukup kebal sama film horor, sehingga gue ga takut lagi? Hmm.. Kayaknya boleh coba Pocong nya Monty Tiwa yang katanya super serem itu.. Jadi penasaran..

0 comments:

[REVIEW] Minggu Pagi di Victoria Park







REVIEW
Betul-betul dibuat penasaran oleh rangkaian gambar indah yang di-publish di Facebook Page MPdVP sejak pertama melihatnya bulan Februari lalu. Bukan tertarik cerita, cast, sutradara, atau apapun, melainkan hanya gambar-gambar indah tersebut. Sempat tertunda dua bulan dari jadwal yang seharusnya, akhirnya MPdVP berhasil juga ditonton..

Sering kejadian, ketika sesuatu dipuji terlalu tinggi, "the it factor" nya malah ilang jika  dirasakan oleh orang lain yang terus menerus mendengar sesuatu itu dipuji. Contohnya, Robert Pattinson. Hampir semua cewek bilang dia ganteng, sampe-sampe gue sama sekali ga napsu untuk nonton lanjutan Twilight. Bukan itu aja, gue sama sekali tidak terbius oleh R-Patz yang katanya ganteng itu.

Sama hal nya dengan film ini.. Sejak pertama keluar, baca review dan komentar banyak orang yang bilang film ini bagus banget, possibly best picture of the year, gue yang baru nonton H+4 jadi was-was, jangan-jangan gue ga bisa ngerasain greget filmnya lagi.. Ehh... Hal itu ternyata terbukti... 


Tapi hanya di bagian-bagian awal film.. :D :D :D

Makin ke belakang, secara perlahan tapi pasti, Lola Amaria si sutradara sekaligus pemain utama MPdVP ini ternyata mampu membuat gue menyadari "oohhh gue tau kenapa orang-orang pada bilang bagus", hingga bahkan ada  yang memberi nilai sempurna untuk film ini.


Akting, emosi, musik, dan SINEMATOGRAFI nya. ck.. CIAMIK! Gue terus menerus dibuat terkagum-kagum dengan 'mata' Yadi Sugandi yang sangat memperhatikan detail dan menawan -- juga membuat gue menyadari betapa indahnya Hongkong, dan membuat gue ingin pergi ke sana. Belum lagi pilihan lagu-lagu yang mengiringi mampu membawa suasana menjadi 'lebih' lagi. 

Akting para pemainnya ga usah diragukan lagi.. Titi Sjuman, Lola Amaria, Donny Damara yang betul-betul tampak layaknya orang Hongkong (mirip Andy Lau dah kata gua), Donny Alamsyah  -- si super cute yang pengen gue cubit cubit -- yang sangat fasih berbahasa kanton, Sari (ga tau siapa nama aslinya), dan semua pemain pendukung lainnya, berakting maksimal.


Lola Amaria tampaknya sudah melakukan penelitian dengan sangat matang, hingga cerita yang ditampilkan betul-betul menggambarkan kehidupan keseharian para TKW di Hongkong. Gue bahkan dibuat kagum sama majikannya Lola yang mengajak pembantunya makan semeja bersama.. Ck, di Indonesia mana ada cerita begitu..

Sangat disayangkan karena cerita dari hampir semua orang yang menonton itu semuanya menyatakan bahwa: penontonnya sedikit. Hal itu terjadi juga waktu gue nonton tadi.. Mungkin itu adalah rekor penonton film Indonesia tersedikit yang pernah gue liat selama gue nonton film Indonesia di tempat yang sama, 10 orang. Jam nya padahal lumayan sore loh, 16.35..

Agak sulit memang membuat penonton Indonesia mau menonton film berkualitas hasil karya negerinya sendiri. Sering mengeluh dan komplain akan kebobrokkan film Indonesia, tapi terus menerus menutup mata akan film berkualitas yang ada. Sulit, tapi bukan tidak mungkin. Gue percaya, suatu saat nanti, "si buta" akan mampu melihat kembali keindahan dunia. :)

8 comments:

[SEGERA] Istri Bo'ongan - 8 Juli 2010

Pemain : Fahrani, Dwi Sasono, Julia Perez, Jessica Iskandar, Tarzan Srimulat
Produser: Budi Mulyono, Koko Soenaryo
Produksi: Kanta Indah Film
Sutradara: Arie Azis
Penulis: Nurmaina


Sinopsis:
Setelah dua tahun ARYA tidak pernah pulang ke rumah orangtuanya di Magelang  sekaligus merayakan ulangtahun pernikahan orangtuanya, Keluarga KOESNO, yang ke 30. Arya memutuskan datang dengan membawa calon istri seperti keingina orang tuanya. Arya bingung karena kekasihnya, Amara adalan wanita karir yang sukses

Masalahnya, orangtuanya selalu berpikir kalau wanita karir tidak bisa menghormati suami. Arya dan Amara mencari cara agar hubungan mereka direstui orangtua Arya. Muncullah ide mencari pacar bohongan yang dikontrak Arya. Setelah memilih sekian banyak wanita akhirnya pilihan jatuh ke FANI, seorang gadis lugu yang bekerja sebagai sales kecantikan. Arya menjanjikan uang 30juta kepada Fani jika Fani mau menjadi pacar bohongan selama sebulan. Fani menerima tawaran itu karena dia membutuhkannya untuk membayar hutang ibunya di kampung akibat penyakit yang dideritanya dan membuatnya harus berurusan dengan lintah darat.

Maka pergilah Arya dan Fani ke Magelang. Waktu terus berjalan, banyak hal yang sudah dilakukan Fani tapi orangtua Arya tetap tidak menggubris. Hingga suatu saat Amara datang ke Magelang, menemui Arya dan keluarganya. Arya kaget dan berusaha supaya Amara tidak buka suara. Tapi terlambat, Amara tidak tahan untuk menceritakan hubungan Arya yang sebenarnya dengan Fani dan bahwa mereka adalah kekasih yang sesungguhnya. Orangtua Arya marah, karena merasa dibohongi. Fani pun memutuskan untuk pergi. Arya baru menyadari kalau dia mencintai Fani. Arya berusaha mengejar Fani tapi terlambat

Apakah Arya berhasil mendapatkan Fani kembali? Bagaimana hubungan dia dengan Amara? Siapakah wanita yang dipilih orang tua Arya?


Trailer:


Komentar:
Merasa aneh melihat trailernya, kemudian membaca sinopsis nya. Trailer nya tampaknya tidak menggambarkan sinopsisnya, begitu juga sebaliknya. :D
Membaca sinopsis nya seakan-akan membaca cerita sebuah FTV di TV-TV swasta nasional. :D
Melihat trailer nya tak lebih dari melihat trailer film-film nanggung kebanyakan, dengan Jupe as everybody sees her, too. Hahahaha. Entahlah.. Bingung mau ngomong apa gw :D

1 comments:

[SEGERA] Pocong Keliling - 8 Juli 2010

Pemain :Chaterine Wilson, Indah Kalalo, Donita, Indra Birowo, Eric Scada
Sutradara : Viva Westi


Produser : Ody Mulya Hidayat


Produksi : Maxima Pictures





Sinopsis:
Sebuah kompleks di tengah kampung mengalami kepanikan ketika muncul isyu bahwa ada Pocong yang muncul setiap malam, mengetuk setiap pintu dari rumah ke rumah. Hal ini menimbulkan masalah pada berbagai pihak. Pak JAMAL (Indra Birowo) dan Istrinya, ASTRID (Indah Kalalo) marah karena rumah-rumah dalam kompleks tidak laku mereka jual. Sementara jadwal affair pak Jamal dan tetangganya, BARBARA (CATHERINE WILSON) pun jadi kacau balau. Ada pula Rommy dan Angel pasangan baru di kompleks yang terus menerus gagal menikmati malam pertama karena takut didatangi pocong. Selain itu, sejumlah orang juga mencoba mengambil keuntungan dari heboh pocong keliling tersebut. MONIQUE, reporter tivi, dan kameramannya yang setia, AKBAR, berjuang meliput berita dan mendapatkan gambar pocong secara live, karena itu satu-satunya cara agar mereka berdua tidak dipecat. Terakhir, muncul pasangan pencuri konyol, BOMBAY dan ASBUN, yang mencoba dengan berbagai cara mengambil keuntungan dari situasi heboh tersebut



Trailer:


Komentar:
Viva Westi kayaknya jenuh juga cuma jadi penulis film-filmnya Maxima. Kali ini, dia akhirnya menyutradarai filmnya sendiri. Ck, ga bisa berkata banyak gue.. Bisa dibilang, ini adalah trailer tercupu Maxima selama ini. Mana ada adegan jayus Batman lagi.. Merasa bakal bikin orang ketawa gituh? Jangan harap..

0 comments:

[DOUBLE REVIEW] Ngebut Kawin + Cinta Setaman



Sebetulnya berharap cukup banyak dari kedua film ini.. Satu, Ngebut Kawin memiliki Ringgo yang memang masih bisa ngelucu dan belum garing, juga Wiwied Gunawan yang bisa tampil lebay bin kocak di Kawin Kontrak Lagi. Dua, trailer pun cukup mendukung. Tapi memang sedari awal gue punya rasa pesimis dikarenakan keberadaan Vincent di film ini, yang buat gue akting dan sok-bikin-lucu nya ga ada yang berhasil buat gue..

Dan hasilnya memang terbukti.. Seenggaklucu-nggak lucu nya Ngebut Kawin, tapi di adegan awal-awal -- ketika masih adegan Ringgo dan Wiwied doang --, Ngebut Kawin masih bisa lucu, walaupun ga lucu banget.. Tapi mending lah.. Namun, ketika Vincent mulai muncul di layar, blarrr!!! Hilang semua aura lucu nya.. Muka gue datar sedatar-datarnya.

Itulah susahnya komedi.. Standar lucu orang beda-beda.. Jadi satu film ga mungkin bisa memuaskan semua pihak.. Ga mungkin semua pihak bisa tertawa dibuatnya..




Sangat antusias menanti kedatangan film ini ke format DVD karena tidak sempat menontonnya ketika di bioskop.. Ternyata.. Maaf sebelumnya bagi yang menyukai film ini.. Tapi film ini ga sebagus ekspektasi gue.. Filmnya agak membosankan.. Akting beberapa pemainnya pun ada beberapa yang kurang.. Bahkan, seorang Nicholas Saputra agak berlebihan buat gue di sini.. 

Setengah cerita cinta pertama masih bisa gue nikmati dengan enak.. Tapi setengah cerita ke belakang.. Hmm.. Agak kurang mampu menarik perhatian gue.. Mungkin segmen yang paling gue suka adalah segemen "Cinta Terindah", yang dimainkan Surya Saputra dan Davina kali ya.. Walaupun lebay dan ada efek super duper cupu, segmen ini merupakan segmen paling menarik untuk gue.. Selain itu, sebetulnya segmen Jajang C. Noer dan Alex Abbad juga cukup menyentuh.. Tapi yang lain.. Agak membosankan..

Cinta Setaman merupakan kumpulan 8 kisah cinta yang tanpa disangka saling berkesinambungan.. Diperankan oleh banyak bintang ternama Indonesia, termasuk diantaranya (selain yang sudah gue sebutkan di atas), Slamet Rahardjo, Atiqah Hasiholan, Lukman Sardi, Ria Irawan, Marsha Timothy, Julia Perez, Dennis Adhiswara, dll.

Muncul tahun 2008, agak flop di pasaran -- seperti biasa, bukan selera mayoritas masyarakat Indonesia, walau kualitas jelas di atas rata-rata -- akhirnya DVD nya dirilis oleh Jive Collection setelah dua tahun menunggu..

2 comments:

[IDOLA PART 1] Lukman Sardi

Ayah dari Akiva Dishan Ranu Sardi, serta suami dari Pricillia Pullungono ini adalah aktor favorit saya. Sifatnya yang ramah dan tidak sombong, serta kebapakkan membuat saya juga mengidolakan sosoknya sebagai seorang Bapak.

Lahir dari ayah yang ternama tak lalu membuat Lukman Sardi mendompleng nama besar ayahnya, Idris Sardi. Walau pernah mencoba bermain biola mengikuti jejak ayahnya, ia kemudian melabuhkan cintanya dalam dunia akting, dan terus menekuninya hingga sekarang.

Tak kurang sudah lebih dari 25 judul film dimainkannya sejak terjun ke dunia ini 32 tahun silam. Memang, ia memulai karirnya sejak kecil. Terhitung sejak berumur 7 tahun, pria kelahiran 14 Juli 1971 ini telah bermain dalam 4 film untuk periode 1978-1980.

Setelah tahun 1980, ia mengalami jeda panjang dalam dunia perfilman, hingga kemudian pada tahun 2005 ia muncul lagi dalam film besutan Riri Riza, GIE. Di tahun berikutnya, ia pun melakoni empat film sekaligus.

Langkahnya dalam meramaikan industri perfilman tanah air terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Namanya pun semakin dikenal dan diperhitungkan banyak orang lantaran totalitasnya dalam berakting, serta kepiawaiannya dalam memilih film yang tidak asal-asalan.

Tapi mungkin juga tak sedikit yang tak mengenal namanya. Maklum, ia lebih sering kedapatan peran pendukung. Namun hal tersebut bukan berarti aktingnya tak cukup baik untuk menjadi peran utama. Saya bahkan melihatnya lebih maksimal menjadi pemeran pendukung, karena sinarnya malah semakin terlihat. Dan pastinya, ia memberikan jaminan kualitas pada film-film yang dimainkannya.

Memang, ia lebih sering kedapatan peran penjahat (9 Naga, Jakarta Undercover, The Photograph, In The Name of Love), tapi bukan berarti ia tidak dapat melakoni peran lain. Lukman Sardi terkenal sebagai aktor yang suka mencoba berbagai macam peran. Ia juga pernah memerankan tokoh gay (Pesan Dari Surga), gigolo (Quickie Express), tukang becak (Nagabonar Jadi 2), suami poligami (Berbagi Suami), penyalur gadis (Kawin Kontrak), pendaki gunung (Pencarian Terakhir), agen patah hati (Heart-break.com), hingga pejuang kemerdekaan (Merah Putih).

Pria bertato ini juga sangat suka mengeksplorasi berbagai genre film, mulai dari thriller, drama, romance, hingga komedi. Semua berhasil dilahapnya dengan baik, dan diperankannya dengan natural.

Sukses sebagai aktor tak lantas membuatnya besar kepala. Ia tetap rendah hati dan ramah kepada semua penggemarnya. Di tahun 2010 ini, penonton Indonesia bisa puas melihat akting prima nya, karena 5 judul film sudah menanti untuk diputar di semester akhir 2010 ini: Tanah Air Beta, Red Cobex, Ahmad Dahlan, Heart-break.com 2: Aku atau Dia, serta lanjutan trilogi Merah Putih: Darah Garuda.




Filmografi:
Kembang-Kembang Plastik (1978)
Pengemis dan Tukang Becak(1979)
Dinginnya Hati Seorang Gadis (1979)
Anak-Anak Tak Beribu (1980)
Gie (2005)
9 Naga (2006)
Berbagi Suami (2006)
Jakarta Undercover (2006)
Pesan dari Surga (2006)
Naga Bonar (Jadi) 2 (2007)
The Photograph (2007)
Quickie Express (2007)
Kawin Kontrak (2008)
In the Name of Love (2008)
May (2008)
Laskar Pelangi (2008)
Kawin Kontrak Lagi (2008)
Pencarian Terakhir (2008)
Takut: Faces of Fear (2008) - Segmen Show Unit
Lastri (2008)
Merah Putih (2009)
Heart-Break.com (2009)
Sang Pemimpi (2009)
Tanah Air Beta (2010)
Red CobeX (2010)
Ahmad Dahlan (2010)
HBDC2: Aku atau Dia (2010)
Merah Putih 2 & 3 (2010)

0 comments:

[SEGERA] Melodi - 10 Juni 2010

Rilis: 10 Juni 2010
Pemain: Emir Mahira, Nadya Amanda, Yasamin Jasem, Tengku Wikana, Djenar Maesa Ayu, Vety Vera, Daus Separo, Mario Maulana, Nadya Vella, Andre Hehanusa 
Sutradara & Penulis: Harry Dagoe Suharyadi
Produksi: Imajika Films , Gerilya Films & Dagoe Film Workshop




Sinopsis:

Ruli dan Mili adalah kakak beradik yang tinggal di kawasan pinggir kota bersama ayahnya yang menjadi orang tua tunggal. Mereka menjalani kehidupan dengan penuh keceriaan.. Ruli yang pandai bernyanyi bekerja sebagai pelayan sebuah warung kopi. Mili yang hobi menggambar selalu mengintil ke mana pun abangnya pergi. Mereka juga tengah bahu-membahu menabung demi mewujudkan impian keluarga, yaitu mempunyai sebuah sepeda motor bekas untuk ayahnya bekerja sebagai pengojek. Setidaknya bila memiliki motor sendiri, maka hasil ngojek ayahnya tidak lagi mesti disetorkan ke Bandar Ojek dan hidup mereka pasti menjadi sedikit lebih baik



Saat impian indah tersebut sudah di depan pelupuk mata, tak disangka ayah Ruli mengalami sebuah musibah yang mengakibatkan uang tabungan mereka terkuras habis dan bahkan masih memikul hutang yang amat besar



Apa pun yang terjadi sebagai bocah yang ulet dan tabah, Ruli pantang menyerah. Di tengah upaya membantu ayahnya mencari biaya tambahan, ia bertemu  Chika, anak perempuan Bu Wita yang menjadi bagian musibah. Tak disangka pertemuan mereka  berkembang menjadi persahabatan sejati dan keterikatan bathin yang dalam hingga mereka menjadi bertrio bersama Mili



Malangnya persahabatan mereka  malah menuai kemurkaan Bu Wita, Ibunda Chika yang menyama-ratakan dengan menganggap semua anak miskin itu jahat. Namun Chika tetap menjalani persahabatan yg manis itu secara diam-diam…



Hingga suatu hari, sebuah peristiwa “besar” hinggap pada mereka yang membuat kehidupan mereka justeru akan bertabur bintang…… .



Komentar:
Liburan anak telah dimulai! Pertanda film-film anak akan merajai bioskop untuk mengisi waktu kosong dari bulan Juni hingga Juli ini.. Harry Dagoe, yang sebelumnya sudah menyutradarai Cinta Setaman dan Dikerjar Setan kali ini mencoba genre baru, film anak-anak. Menggunakan bintang Garuda di Dadaku, Emir Mahira, Melodi dirangkai sebagai suatu film yang bernuansa musikal. Well, rasa-rasanya kita boleh berharap dengan film satu ini.. Hanya saja agak disayangkan, posternya agak terlalu ramai di tengah.. Saya sih lebih suka teaser poster nya yang lebih polos dan simpel, serta sangat anak-anak sekali.. :)


Trailer:

2 comments:

Blogger Template by Clairvo