[SEGERA] Seleb Kota Jogja - 8 April 2010



Rilis: 8 April2010
Pemain: Bagus SKJ, Tama SKJ, Juan Rangga SKJ, Cinta Laura Kiehl, Nindy, Karmela, Andy /Rif, Jaja Mihardja, Fandi Christian, Sita Nursanti, Butet Kertaradjasa, Epy Kusnendar


Sutradara: Lakonde
Penulis: Tamidia
DOP: Nayato Fio Nuala
Produser: Chand Parwez Servia

Produksi: Starvision

Sinopsis:
Kesamaan nasib! Itu mungkin yang menyatukan trio ndeso Dobleh (Juan Rangga SKJ), Tama (Tama SKJ), dan Bagus (Bagus SKJ) jadi satu gank tanpa deklarasi. Sialnya sama2 bernasib kurang. Ya, kurang cakep, kurang kaya, kurang untung, mungkin karena kurang sajen. Satu-satunya yang lebih di ketiga cowo ‘ABG lewat’ ini, ya, keNDESOannya. Ada lagi seh, mereka sama-sama punya obsesi sebagai musisi, ‘hidup’ benar-benar untuk musik. Mereka pun mengidolai band rock ternama di kampus mereka, band BANGER.

GANK BANGER bener-bener jadi sosok lelaki-lelaki harapan. Kuliah di kampus elite Suara Bangsa, punya pacar dan dikelilingi anggota gank Blink-blink yaitu Gadis (Cinta Laura), Geschell (Nindy), Gendis (Karmela) yang terkenal cantik, populer, tenar, super metal!

Sulit bagi Dobleh cs. untuk menyamai kedudukan gank Banger yang super tampan dan tajir itu. Maksud hati mengidolakan gank Banger dan bermimpi memiliki pacar anggota gank Blink-blink, trio ndeso malah membuka gerbang permusuhan dengan gank Banger.

Diawali dengan Bagus yang hampir menyerempet mobil Langit (Fandi Christian). Lalu Dobleh yang menyukai Gadis, anggota gank Blink-blink yang sekaligus pacar Langit. Strategi Bagus sebagai asdos mata kuliah Komunikasi Bisnis yang menggabungkan Dobleh dan Tama agar bisa sekelompok dengan gank Blink-blink. Akibatnya, mereka malah diteror dan dihina oleh Langit, sang vokalis gank Banger dan kroco-kroconya Pandu (Tody), Jagal (Rico Verald), Kalong (Gilang Andrean).

Melihat usaha trio ndeso mendekati Blink-blink itu, Langit menantangnya untuk ikut kompetisi PESTA KABEL di Kampus mereka, kampus Suara Bangsa. Trio ndeso pun merasa ini malah jalan mereka untuk membuktikan kalau mereka berhak dianggap ada, bukan sekedar jadi bahan olok-olokan gank Banger seperti biasa. Mereka giat berlatih musik, dan pada akhirnya menamai band mereka dengan sebutan SKJ, sejenis musik yang mirip dengan ritmik musik Senam Kesegaran Jasmani tahun 1994-an.

Mereka penuh percaya diri, giat berlatih di studio Mar -”DJ”- Uki, milik mas Mardjuki (Andi Riff), DJ terkenal di Jogja. Sialnya, mereka bokek berat, alias gak punya cukup uang buat membayar sewa studio, mereka sempat berhasil kabur. Tapi Mbak Embot (Sita Nursanti), sang penjaga studio yang berbadan super ‘moleh’ bin gembrot, berhasil menangkap mereka dan membawa mereka ke hadapan mas DJ Uki.

Mas Uki meminta pertanggungjawaban SKJ, dengan menghukum mereka untuk menjadi ‘tukang bersih-bersih’ studio sekaligus asisten kalau-kalau mas Uki sedang harus mengisi kelas DJ di studio miliknya. SKJ sempat-sempatnya mengambil moment hukuman ini untuk latihan gratis di malam hari dengan ngumpet-ngumpet.

Sialnya lagi, gank Banger yang memang member tetap studio Mar -”DJ”- Uki, datang lengkap dengan gank Blink-blink. Mereka memergoki Dobleh sedang mengepel, Tama dan Bagus sedang menyiapkan welcome drink, buat para tamu studio. Langit memanfaatkan moment ini untuk menghina dina SKJ, termasuk musikalitas mereka yang dianggap murahan, dan meminta mas Uki untuk mengusir SKJ.

Diluar dugaan, mas Uki justru membela SKJ, dan menyangkal musikalitas SKJ yang dinilai Langit buruk. Ternyata diam-diam, mas Uki sering mengintip SKJ latihan dan justru merasa senang dengan keseriusan SKJ berlatih musik. Mas Uki justru meminta gank Banger keluar dari studio miliknya. SKJ sangat berterima kasih. Mas Uki memberi formulir gratis untuk SKJ agar mengikuti festival musik indie yang diadakan pihak SONY BMG dan Class Mild.

Mereka pun berangkat dengan semangat seperti musik SKJ’94 berniat menaklukkan Jakarta. Ke-NDESO-an mereka di Jakarta malah menjadi. Karena tampilan mereka yang dekil and the kumel, satpam mall pun melarang mereka masuk. Untungnya ada Blink-blink yang menolong. Stress mereka belum hilang karena ternyata Banger ikut pentas, dan mendapat sambutan meriah dari penonton. Sedangkan saat mereka tampil hanya Blink-blink yang mensupport dengan ‘gila’. MC (Irfan Hakim dan Vanessa Angel) pun dengan ketus mengomentari pakaian mereka juga musik SKJ yang dinilai norak. Maka mereka super kaget mendengar nama mereka disebut sebagai salah satu dari lima finalis bersama Banger.

Pulang dari sana mereka semakin PD, tawaran manggung di PENSI SMU pun bertambah banyak. Ini juga menambah kekesalan Banger pada mereka. Di sisi lain Dobleh dan Gadis semakin akrab aja dan hal ini juga semakin menambah kekesalan Langit. Diluar dugaan Langit menyewa 2 orang preman bayaran yang akan ditugaskan untuk menghadang SKJ agar tidak bisa main di acara Grand Final di Jakarta. Berangkatlah 2 preman bayaran tadi ke studio DJ. Uki untuk mencari SKJ.

Final yang mendebarkan. Langit cs tersenyum dengan kemenangannya, karena dia sudah merasa yakin menang karena SKJ gak bakalan naik ke atas panggung Grand Final. Dan diluar dugaan 2 preman bayaran yang disuruh Langit justru mengembalikan uang yang sudah diberikannya, dan malah 2 orang preman tadi memperkenalkan boss baru mereka yaitu DJ Uki. Langit bingung dan semakin kelimpungan, karena DJ Uki juga menyindir soal mental kacrut dan sikap gak gentle Langit kepada SKJ. SKJ naik ke pentas musik, mereka semakin matang dengan penampilan dan gaya yang nyentrik menggunakan pakaian senam, menarik minat penonton, para juri, bahkan MC yang dulu merendahkan mereka. SKJ memenangkan hati penonton dengan musik yang mereka mainkan dari hati. Dan akhirnya Langit juga mengakui kemenangan SKJ, ia mengaku kalah… Dan tepuk tangan pun menggema di panggung Grand Final itu. SKJ kinipun menjadi Seleb Kota Jogja.

Comments: 
Ya ampunnnnnn.... Nayato lagi, Nayato lagi.. Ckckckckc.. Sampe bosen gue liat namanya.. Walaupun jadi DOP, gw bilang ini hanyalah kamuflase.. Pasti dia ikut terlibat juga lah jadi sutradara.. Hadeh hadeh.. 


Sumber: Layar Besar

4 comments:

[SEGERA] Di Bawah Langit - 18 Maret 2010

Rilis: 18 Maret 2010
Pemain: Opick, Inneke Koesherawati, Didi Petet, Agus Kuncoro, Dolly Martin
Sutradara: Opick & Gunung Nusa Pelita
Penulis: Gutheng, Suroto, Yeri, Relita Hermanto
Produksi: Opick Tombo Ati Film

Sinopsis:
Film ini mengangkat tokoh 7 anak yatim yang diasuh oleh seorang tokoh desa yang dikenal dengan nama Kyai Akhmad (Dolly Martin)

Kyai Akhmad sebelum mengasuh 7 anak yatim piatu telah mempunyai seorang putri yang bernama Maysaroh (Inneke Koesherawati) dan 2 orang santri yang diperlakukan seperti anak sendiri. Kedua santri tersebut mempunyai karakter yang berbeda. Santri pertama bernama Zaelani (Agus Kuncoro) berkarakter lurus, teguh dan tenang. Sementara santri yang kedua bernama Gelung (Opick Tombo Ati), berkarakter energik, intuitif, imajinatif, dan kontemplatif.

Munculnya tokoh-tokoh seperti Kyai Ahmad, Maysaroh, dan Gelung menjadi latar belakang penguat dinamisasi cerita dalam film ini, yang berpusat pada pergumulan hidup dari 7 anak yatim asuhan Kyai Akhmad. Adanya polemik dilematis kisah asmara antara Gelung, Maysaroh, dan Zaelani memberi sentuhan romantisme yang manusiawi namun cukup memilukan. Polemik dilematis tokoh-tokoh tersebut pada gilirannya menjadi awal bagi terbentuknya suatu pergulatan dan petualangan dalam cakrawala hidup yang baru bagi ke-7 anak yatim tersebut, begitu juga bagi tokoh-tokoh yang melatarbelakanginya.

Adapun gambaran kehidupan nelayan di pesisir dengan persoalannya, memberikan kontribusi nuansa secara keseluruhan yang menghidupkan inti tema dalam film ini. Tokoh rentenir (Didi Petet) menjadi salah satu penegas, gambaran atas beratnya beban hidup yang harus dipikul masyarakat pesisir

Trailer:

Comments:
Film religi mulai muncul lagi tampaknya.. Kali ini, Opick mencoba menjadi sutradara, pemain, sekaligus produser tampaknya, kalau dilihat dari rumah produksi milik sendirinya.. Jajaran pemainnya sebetulnya cukup menjanjikan, dari Didi Petet, Agus Kuncoro, hingga Inneke Koesherawati.. Tinggal tunggu tanggal main dan lihat hasilnya saja.. :)


0 comments:

[SEGERA] Belum Cukup Umur - 4 Maret 2010



Rilis: 4 Maret 2010
Pemain: Joanna Alexandra, Zidni Adam Jawas, Mentari
Sutradara: Nayato Fio Nuala
Penulis: Viva Westi

Sinopsis:
Aya (15 tahun), Ares (15 tahun), dan Brenda (15 tahun) remaja SMU yang bersahabat sejak lama. Suatu hari persahabatan mereka digemparkan oleh berita bahwa Aya hamil oleh Ares. Brenda ngamuk dan memukul Ares. Lalu mereka bertiga memikirkan solusi dari masalah hamilnya Aya. Akhirnya tercetuslah ide untuk menggugurkan kandungannya Aya. Karena Aya dan Ares belum siap untuk menikah dan Karena Aya dan Ares juga merasa belum cukup umurnya untuk memikul beban seberat itu. Dengan berbekal uang seadanya dan ijin untuk nginap di rumahnya Brenda, akhirnya dimulailah perjalan mereka untuk mencari tempat menggugurkan kandungan.

Dalam perjalanannya, mereka menemui berbagai macam kendala. Persahabatan mereka diuji. Ternyata, menyelesaikan masalah yang seharusnya belum mereka hadapi di usianya itu tidak semudah yang mereka bayangkan. Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang. Aya bertekad apapun yang akan terjadi Ia dan Ares yang harus menanggungnya.

Bagaimana Aya kemudian dapat keluar dari masalahnya ?

Comments:
Nayato itu hebat sekali. Sungguh. Jika musim lalu ia membuat 8 film (kalo ga salah) dalam 1 tahun, tahun ini, belum sampe setengahnya aja doi udah bikin 5 film. Sungguh mengagumkan. Ckckckckc.

Kalo urusan drama, Nayato sejauh ini punya tipe khusus - depressing and dramatizing. Gue juga semakin lama jadi semakin ngenalin ciri khas Nayato dalam membuat film, drama khususnya.

Kali ini, Nayato pun kembali bekerjasama dengan Viva Westi, yang juga menjadi penulis film drama Nayato sebelumnya, Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets serta 18+. Dua film yg gw sebutkan barusan memiliki berbagai macam kesamaan yang membuat gw sepertinya kapok menonton film kolaborasi duo depressing and dramatizing ini.

Dan oh ya, perasaan gue dejavu liat poster ini. Mirip Time Traveller's Wife nya Rachel McAdams gak sih?

2 comments:

[SEGERA] The Sexy City - 25 Maret 2010

 
Rilis: ???
Pemain: Ardina Rasti, Fauzi Baadilla, Tio Pakusadewo, Baim, Michella Adlen Ladouceur, Jamsa Prajasasmita, Nova Soraya
Sutradara: Helfi Kardit
Penulis: Daniel Tito
Produksi: Virgo Putra Film

Sinopsis & Trailer:
Menyusul

Comments:
Baca di Cinemags edisi Maret, ini film katanya semacam remake Cewek Metropolis tahun 1970an yg dibintangi Selly Marcellina dkk, dan ceritanya masih seputar betapa keras dan kejamnya hidup di kota Jakarta. Ardina Rasti sendiri sebelumnya sudah pernah membintangi film sejenis, Virgin, jadi rasa-rasanya ga terlalu sulit untuk dia 'beradaptasi' dengan cerita yang serupa.

Helfi Kardit sendiri rasanya akan menjadi the next Koya/Nayato yang sebulan sekali bisa memunculkan film. Dimulai dari Suster Keramas di bulan Desember-Januari, Arisan Brondong Februari, hingga The Sexy City (kali ini bukan dengan Maxima), yang bisa saja keluar di bulan Maret-April.

Kalau dilihat dari posternya, mungkin posternya akan bernasib seperti poster Bidadari Jakarta yang dicerca habis-habisan. Lihat saja ketiga teaser poster di atas (belum tahu mana yg official), tampak sekali poster-poster ini dibuat ala kadarnya.. Hmm.. dan tiba-tiba gue teringat keluaran Virgo di bulan Januari kemarin, Ssst Jadikan Aku Simpanan, yang posternya walau tak seburuk Bidadari Jakarta, tapi juga bisa dikategorikan buruk.

1 comments:

[Intermezzo] Saya dan Film Indonesia

Hai teman-teman! Intermezzo sedikit nih, tapi ga OOT kok :p Rasa-rasanya belum ada introduksi dari gue tentang gue secara pribadi, dan kenapa gue ngeblog soal film Indonesia yaa..

Jadi.. Inilah sedikit tentang gue dan film Indonesia.

Pada awalnya gue bukanlah pendukung (apalagi pecinta) film Indonesia. Rasanya, Petualangan Sherina adalah film Indonesia pertama yg gw tonton di bioskop. Kemudian gw sempet juga nonton Tusuk Jelangkung waktu kelas 1 SMP. Lalu waktu kelas 1 SMP juga, gue nonton Eiffel I'm in Love, dan gue inget banget betapa menyesalnya gue menonton film Indonesia di sebuah bioskop, Plaza Senayan pula. Dan jaman itu, gaya bener anak seumur gue petantang petenteng nonton di bioskop dan bayar 50rb rupiah untuk film sekacrut itu.

 
Dan mungkin sejak saat itu pula gw jadi antipati sama film Indonesia, dan berpikiran sama seperti mayoritas penikmat film lainnya, "buat apa nonton film Indonesia, toh bentar lagi tayang di TV?" Berhentilah gue kemudian menonton film Indonesia di bioskop.

Tapi rupanya, sewaktu gue mulai kuliah, gue mulai kembali melirik film Indonesia. Awal mulanya gara-gara event INAFFF08, di mana di sana diputar film TAKUT: Faces of Fear. Tapi apa daya, gue yg penasaran ini ga berhasil menontonnya di INAFFF. Alhasil gue menonton TAKUT sewaktu rilis reguler di blitzmegaplex.

Tapi gara-gara INAFFF itu, pas gue nonton film Evangelion, gue melihat sebuah trailer film yang bener-bener bikin gue penasaran, dan bikin gue berkata, "buruan dong tanggal 22 Januari, pengen liat" Tau dong film apa yg gw maksud? Yap. Pintu Terlarang. Benar sekali! Hahaha!

Begitu akhirnya gw nonton film itu, Pintu Terlarang resmi gw tahbiskan sebagai film Indonesia terfavorit versi gue. Film itu jauh melewati ekspektasi gue, dan betul-betul memuaskan gue.

Sejak saat itu, mulailah kecintaan gue terhadap produk lokal muncul lagi. Gue muai pinjemin film-film Indonesia di tempat rental. Mulai dari yg gue sering denger namanya, yg kata orang bagus, yg menang penghargaan, sampai yg kacrut. Di situ, gw melihat bahwa "eh, ternyata film Indonesia banyak yg bermutu loh!"

Tapi itu belum seberapa, sampai suatu waktu, gw yg ngefans banget ama Christian Sugiono ini (bukan karena akting nya, tapi karena tulisan-tulisannya di blog dan Provoke!) melihat bahwa idola gw akan main film baru, dan ada kesempatan gw untuk bertemu idola gw itu, akhirnya gw memutuskan untuk mengikuti kuis yg diadakan RASA, dan kebetulan gw menang, sehingga gw akhirnya bisa ketemu Tian.

Filmnya memang nggak bagus, tapi itu tidak membuat gw kembali apatis. Yg terjadi adalah, gw jadi gila kuis dan gila ketemu artis. HAHAHA. Begitu tau idola gw yg lain (yg ini karena akting), Lukman Sardi, akan main film lagi, Merah Putih, gw ikutan kuis lewat Facebook lagi, dan kebetulan lagi, gue menang.

Hal itu terus berlanjut. Dari yg gw sengaja ikutan kuis, trus gue ga sengaja dapet, kemudian gue dikasih karena kenal sama temen sutradaranya, sampai gue diundang sama sutradaranya langsung -- itu semua betul-betul pengalaman yang tak terlupakan, dan itu membuat gue semakin cinta dan betul-betul berniat untuk membantu memajukan perfilman nasional, dan membuang pandangan negatif orang terhadap karya negeri nya sendiri.

Gue tidak membatasi diri pada suatu genre tertentu -- meskipun ya, gue memang kurang suka sama film-film yang bercerita tentang anak-anak macam Denias, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, King, but hey! I love Garuda di Dadaku loh!

Gue juga tidak hanya menonton film-film bagus saja, tapi gue juga menonton film jelek, soalnya gue punya pemikiran: bagaimana lo bisa bilang suatu film jelek jikalau elo hanya menonton film-film bagus aja? Dan bagaimana mungkin elo bisa bilang film Indonesia itu jelek, kalo elo bahkan ga bisa menyebutkan 5 aja judul film Indonesia yang pernah lo tonton?

Semua review dan comments-comments gw terhadap suatu film memang pada dasarnya berdasarkan selera -- dan itu cenderung subjektif. Tapi gw berusaha di setiap review gw, gw akan melihat suatu film secara keseluruhan, bukan dari ceritanya aja, gambarnya aja, atau aktingnya saja -- tapi juga gw liat dari usahanya dan segala macam yg telah si pembuat film lakukan untuk filmnya. Itu kebiasaan gue. Karena yaaa.. Kadang-kadang suatu film jadi jelek bukan karena kemauan sutradaranya, tapi bisa jadi karena ada gangguan sana sini yg menyebabkan visi dan misi sutradaranya terganggu. Lain hal dengan yg memang dari awal keliatan bikin film hanya untuk cari duit dan ga peduli dengan karyanya.

Sebagai penutup, gue mau mengucapkan terima kasih banyak telah berkunjung ke blog gue, dan mari sama-sama kita dukung dan memajukan perfilman Indonesia!! 
 

4 comments:

[SEGERA] Bahwa Cinta Itu Ada - 4 Maret 2010


Rilis: 4 Maret 2010
Pemain: Ariyo Wahab, Restu Sinaga, Eva Asmarani, Rizky Hanggono, Denis Adiswara, Alex Abad, Ulli Herdinansyah, Alena, Nurul Arifin, Widyawati, Marini, Niniek L Karim, Ine Febrianti
Sutradara: Sujiwo Tejo 

Latar Belakang:
Film 3G tidak dimaksudkan sebagai sebuah propaganda atau biografi tokoh tertentu dan tidak mengusung tendensi apapun tetapi lebih fokus pada aspek kejuangan dengan memotret perjalanan hidup sekelompok anak manusia yang sabar, ulet, tekun, dan tabah dalam mengejar cita-cita dan kesadaran untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Film ini juga tidak mendudukkan tokoh-tokohnya sebagai superhero yang luput dari cacat-cela dan kelemahan sebagai manusia. Latar belakang ITB dalam film ini dimaksudkan untuk mengambil spirit dari salah satu universitas terbaik di Indonesia, di mana dengan lingkungan pendidikan yang kondusif dan komprehensif, kualitas mahasiswa dan dosen yang tinggi, serta interaksi yang dibangun dengan pihak luar yang begitu intens merupakan kekuatan utama dalam menunjang pembangunan watak lulusan yang dihasilkan. Setting ITB hanya merupakan sebuah kebutuhan penceritaan, kisah-kisah yang dialami dan dipaparkan dalam film ini dapat terjadi di mana saja di dunia dan setting tahun kejadian dapat digeneralisir dari generasi ke generasi. Akhirnya, film 3G diproduksi sebagai persembahan cinta alumninya untuk ulang tahun ITB yang ke lima puluh dan insya Allah dapat memantik api semangat di dada seluruh anak bangsa menuju kesejahteraan bersama. Biar bumi berguncang, kau tetap Indonesiaku!

Comments:
Hmm.. Based on a novel.. Mungkin bisa jadi besar, mungkin tidak.. Sutradaranya, Sujiwo Tejo, alumnus ITB yang membuat film tentang lika liku kehidupan di ITB juga.. Hmm.. Tidak terlalu bersemangat.. Tapi bolehlah dilihat nanti..

1 comments:

[REVIEW] JINX - 4 Febuari 2010

 

Review:
OH MAN!!! Gue kira gue ga akan melihat lagi film semodel IDENTITAS. Tapi ternyata gue salah! Tahun ini muncul lagi film serupa. Yah, ada perbedaan sedikit sih, at least gue masih bisa ketawa melihat adegan-adegannya yg diusahakan lucu/nyindir/whatever lah. Dan ketawa (NOTED: ketawa sambil berfkata dalam hati: WATDEFAK) itu pun cuma sebentar, paling sekitar 10 menit awal. Setelah itu, there goes another IDENTITAS follower. *sigh. Dan akhirnya.... I WALKED OUT after 30mins. HAHAHAHAHA. dan yg lebih parahnya lagi, sampe gue WO itu, main actress nya, a.k.a Aurelie2 itu, MUKENYE GA NONGOL ACAN2!

Flashback sedikit.. Begitu liat sinopsis nya sih sebenarnya cukup menarik dan beda dari yg lain.. Begitu liat trailernya, ga ngerti apa-apa.. Kemarin temen gue nanya, "Itu film comedy ya, Kan?" and i said, "what? comedy? kalo liat dari trailernya kayaknya ga ada komedi2nya deh.." lalu terjadilah saat2 menonton film ini.dan gue berkata dalam hati, "well.. sekarang kayaknya gue ngerti deh comedy nya di mana.."

Mulai dari pas dateng. Bedegh, ramenya... bikin pala pusing.. yrus gw melihat tulisan di balik tshirt para kru, ada dos n donts selama nonton film itu. isinya: KONYOL. dari situ gw mulai curiga, dan ternyata kecurigaan gue terbukti adanya.. yg dateng ga tau sapa aja dah, tapi yg pasti, di premiere semacam itu, gue ga melihat adanya artis yg beken. that's weird. lalu, gue bahkan ga ngenalin muka para pemainnya yg mana aja. :hammer: trus lagi ada serombongan cewek2 (abege -red) yg gw kira tamu heboh, taunya kayaknya figuran di film itu, abis foto2 bareng para pemaen laen sih.. liatin itu aja gw udah ketawa :)) belum lagi orang yg jagain tempat ngambil tiket untuk "Guestlist" malah ga ada di meja. again, gw ketawa-ketawa. masuk ke bioskop, dapet tempat duduk paling depan, ketawa lagi. filmnya diputer, bisa ketawa ngeliatin adegan2 yg gw sebutkan tadi. hhhh... that's the comedy part of the movie, i think.

well, overall, obviously this is a #vividism category for me.

5 comments:

[SEGERA] Mbak Lastri - 2010



Rilis: Febuari 2010
Pemain: Intan Ayu, Ria Irawan, Ade Irawan, Firdha Rahmat
Sutradara: Andibachtiar Yusuf

Plot Outline:
Ini adalah kisah tentang kekerasan terhadap PRT. Lastri, nama aslinya Sulastri (diperankan oleh Intan Ayu), adalah seorang perempuan Jawa yang bekerja untuk majikannya Yenny Kriswita (Ria Irawan). Sehari-harinya, Yenni adalah majikan yang lembut, baik dan sabar.

Comments:
Sudah mendengar tentang film ini sejak tahun lalu. Terlihat sangat menarik buat gue, walaupun gue ga terlalu suka karya Andibachtiar Yusuf sebelumnya, Romeo+Juliet. Rencana keluar Januari 2010, seperti yg tertera pada poster, namun sudah memasuki bulan Febuari, belum juga terdengar desas desus kapan film ini akan beredar.Melihat slot di bulan Febuari juga -- mungkin kalau memang benar seperti keterangan rilis di facebook page nya Mbak Lastri -- film ini mungkin bisa tayang di sekitar tanggal 11 atau 25 Febuari. Hmm.. tapi agak terburu-buru menurut gue. Materi promosi sama sekali belum ada, ga mungkin kan rilis tiba-tiba seperti Jejak Darah? Yah, kita tunggu saja penayangannya deh..

2 comments:

[SEGERA] Madame X - 7 Oktober 2010


Rilis: 7 Oktober 2010
Genre: Action Comedy
Produksi: Happy Ending Pictures
Pemain Amink, Sarah Sechan, Shanty, Titi DJ, Marcell Siahaan, Ria Irawan, Vincent Rompies
Penulis: Khalid Kashogi, Agasyah Karim & Lucky Kuswandi
Sutradara: Lucky Kuswandi
Produser: Nia Dinata
 
Plot Outline:
A fashionista superhero flick, Killing bad guys with her towering high heels.

Trailer:



Comments:
Action Comedy sebenernya adalah genre film favorit gue.. tapi di Indonesia? hmm.. berhasilkah genre tersebut memuaskan gue? well, harus cukup optimis, walau pemerannya adalah Aming (yg maaf -- lama2 udah ga terlalu lucu buat gue karena terlalu pasaran dan perannya itu lagi itu lagi), tapi film ini diproduseri oleh Nia Dinata - yang boleh dibilang ga akan memproduseri film yg asal-asalan. dan denger-denger juga Joko Anwar akan ikut syuting di film ini, entah sebagai cameo atau apa, gue belom tau.. tapi satu lagi yg membuat harapan gue dibangkitkan: Joko Anwar ga mungkin terlibat dalam film jelek - sekalipun doi hanya sebagai cameo. so, let's wait and see..



2 comments:

Blogger Template by Clairvo