Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

21.10.10

, , , , , , , ,

[SEGERA] Senggol Bacok - 4 November 2010

Share


Pemain: Fathir Muchtar, Kinaryosih, Ringgo Agus Rachman, Aji Idol, Jonny Iskandar
Sutradara: Iqbal Rais
Produksi: MVP Pictures



Sinopsis


Urusan cinta boleh keok, yang penting lawan bonyok"

Bagi Galang (Fathir Muchtar)  hanya satu yang harus dimiliki seorang lelaki: NYALI!  Itu sebabnya, Galang tidak pernah takut pada apapun. Ia memutuskan kembali ke Jakarta, ingin menata kembali hidupnya setelah putus dari tunangannya. Sampai Jakarta, Galang bertemu teman baru, Disko (Adjie Idol), seorang pengamen kelas teri  bersuara emas namun berwajah lumpur (item dan dekil) yang selalu berhasil meredam amarah Galang

Saat Galang berusaha melupakan sang tunangan, nasib mempertemukannya dengan Laras (Kinaryosih), gadis manis yang bisa bikin lumer hati batu Galang. Sayang, sifat tempramenal Galang malah menjauhkan dirinya dari Laras. Tidak sengaja, Galang sukses menghajar ayah Laras yang dikiranya preman. Ayah Laras juga harus masuk rumah sakit gara-gara niat baik Galang yang mengoleskan selai kacang

Cinta Galang dan Laras semakin pelik dengan kehadiran penghuni kos baru, Donny(Ringgo Agus Rachman).  Pemuda kalem namun licik ini, mempunyai sejuta akal bulus di otaknya untuk mendapatkan hati Laras. Adu strategi  “otot” versus “otak” antara Galang dan Donny merebut perhatian Laras pun tak terelakan. Dibantu oleh Disko dan seorang motivator kejiwaan kelas wahid (Jonny Iskandar), Galang berusaha mengendalikan emosinya untuk dapat memenangkan pertempuran melawan Donny


Trailer
Menyusul


Komentar
Entahlah.. Begitu melihat posternya, film ini mengingatkan gue akan film Ai Lop Yu Pul. Membaca sinopsisnya, sepertinya film ini juga akan jadi film action-comedy ke-sekian tahun ini - yang sayangnya belum ada yang berhasil menyajikan action-comedy yang memuaskan. 

Iqbal Rais sang sutradara, yang tahun ini juga telah menproduksi Sehidup (Tak) Semati yang bergenre drama, memutuskan untuk kembali ke jalur komedi nya, setelah cukup lumayan mengarahkan beberapa film komedi seperti dwilogi Tarix Jabrix dan Si Jago Merah. Akankah iya mampu menghasilkan sebuah film yang menghibur?

1 comments: