Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

26.10.10

[REVIEW] Aku Atau Dia - 28 Oktober 2010

Share


Review
Heart-break.com yang rilis tahun lalu adalah film yang berhasil melampaui ekspektasi gue. Sebuah film komedi romantis yang tidak norak, betul-betul lucu, tapi di sisi lain tetap menunjukkan scene-scene sedih yang menggugah, dan tentunya believable. Mendapat berbagai kritik positif terhadap film tersebut, sang sutradara, Affandi Abdul Rachman, kemudian berencana untuk membuat sekuelnya, yaitu Aku Atau Dia?

Ketika sebuah film berhasil memuaskan penontonnya, maka tugas berat menanti ketika film itu akan dibuat sekuelnya. Pertanyaan terbesar adalah, apakah sekuel ini mampu mengikuti jejak sang kakak? Hal yang sama pun terlintas di benak gue ketika gue tahu bahwa Mas Fandi akan membuat sekuel Heart-break.com. Gue khawatir hasilnya tidak akan sebaik yang pertama, apalagi mendengar deretan cast dengan nama besar semua - yang biasanya akan terjadi clash karena masing-masing karakter ingin menonjol sendiri, atau mungkin malah tidak bisa berkolaborasi dengan baik.

Tapi lagi-lagi, inilah hebatnya Affandi Abdul Rachman. Di setiap karyanya, ia selalu mampu menyatukan para cast nya, dan mengolah semuanya sehingga hasil akhirnya adalah sesuatu yang sangat mendekati kenyataan serta tidak berlebihan.

Walau lebih intens dari film pertamanya, tapi porsinya masih pas, dan juga diimbangi dengan jokes-jokes yang dilemparkan oleh duet Omesh-Ringgo yang jelas jauuuuhhhh lebih kocak daripada Ringgo-Desta. Sementara Rizky Hanggono, yang sebelumnya ga pernah gue suka karena selalu berakting dengan wajah datar, kali ini mengalami sedikit peningkatan, karena tak diduga tak disangka, doi berhasil membuat gue terenyuh untuk beberapa adegan.

Julie Estelle di lain sisi, will be the next big thing. Aktingnya makin terasah di sini. Ia semakin pandai mengelola emosinya, dan menjadikkannya tampak nyata. Sementara itu, Aline Adita, yang merupakan debutnya di film nasional, memerankan karakter yang sesuai dengan penampilannya, sehingga overall Aline mampu berakting sangat natural. Fedi Nuril ternyata mampu tampil gahar dan tidak menye-menye seperti biasanya. Dengan jaket kulit dan motor, Fedi rasanya akan mendapat fans 2x lipat dari sebelumnya :p

Sementara untuk agen heart-break lainnya, mereka bermain dalam porsinya, di mana masing-masing memerankannya dengan cukup baik. Twist lebih banyak dihadirkan di film ini, sehingga walau menggunakan cara yang hampir mirip dengan film pertamanya, film ini akan menjadi lebih menarik karena banyak yang tak tertebak.

Sedikit minus, beberapa adegan terlihat terlalu gelap.. Tapi mungkin hal itu lagi-lagi ditujukan untuk menampilkan kedekatan dengan kenyataan kali ya.. Karena lebih riil liat adegan gelap dalam mobil di malam hari, ketimbang terang benderang di dalam mobil seperti film-film kebanyakkan toh ya? :p

Secara keseluruhan, walau gue lebih suka yang pertama (karena lebih lucu), tapi Aku Atau Dia tetap memberikan sajian yang menghibur (terutama bagi penonton yang belom menonton film pertamanya), menarik, twisted, dan tidak membosankan.

Recommended.

0 comments:

Posting Komentar