Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

22.9.10

[Review] Lihat Boleh Pegang Jangan

Share


REVIEW
Maxima Pictures adalah sebuah rumah produksi yang tahu apa yang diinginkan penontonnya, bagaimana memberikannya, dan tahu cara menjualnya. Kalau menilik sebentar ke belakang, hanya sedikitsekali  film keluaran Maxima yang kurang laris di pasaran. Selebihnya? Cukup hit, bahkan, Tali Pocong Perawan berhasil menjadi Box Office 2008 dengan 1 juta pasang mata yang menontonnya. Tahun ini, Maxima lagi-lagi menunjukkan tajinya. Terbukti, film Menculik Miyabi yang juga diproduksi mereka menjadi film terlaris sejauh ini (2010) dengan jumlah penonton hingga 500rb orang. Angka itu bahkan tercapai hanya dengan kemunculan Miyabi yang hanya beberapa detik saja, dan mendompleng ketenaran namanya saja. Coba bayangkan bagaimana jadinya jika Miyabi muncul dalam durasi yang lebih lama dari itu?

Ah, tapi ini bukan tentang Miyabi. Ini tentang Dewi Persik, gadis kesayangan Maxima yang sudah tujuh kali menelurkan karya bersama mereka. Di film terbarunya ini, Dewi Persik tidak berperan sebagai hantu seperti biasanya. Kali ini, dia berperan sebagai manusia. Dan melihat penampilannya sebagai manusia di film Kutunggu Jandamu sebelumnya, gue berpendapat kalau Mbak Dedew (panggilan akrab gue) mendingan jadi hantu aja daripada jadi manusia.. Maaf-maaf kate nih, Mbak Dedew.. Tapi emang begitu kenyatannya..

Nah, di film keduanya sebagai manusia ini, Dewi Persik tampil sangat naughty bin bitchy bin annoying. Gayanya yang sangat sok manja itu sangat keterlaluan menyebalkannya, caranya berbicara terutama -- kalau naughty bin bitchy nya masih bisa diterima, mengingat penampilannya di panggung sewaktu menyanyi juga biasanya seperti ini.. Untungnya, film ini ditayangkan dua hari sebelum lebaran, sehingga yang berpuasa tak harus menunggu terlalu lama untuk menontonnya. Karena kalau tidak, bisa-bisa puasa mereka dibatalkan oleh goyangan Dewi Persik sewaktu membuat bakso..

Pada dasarnya, film ini tidak bisa sepenuhnya gue masukkan sebagai kategori #vividism, menimbang film ini tidak sebegitu buruknya, dan malah bisa dikatakan ini adalah film Mbak Dedew yang paling mendingan dibanding yang lain. Tapi iringan musik dalam film ini yang dibuat sangat melodramatis itu sangat menganggu gue sepanjang film, karena jujur saja, gue mengharapkan sebuah film lucu setelah melihat trailernya (atau teaser, karena tidak ada satupun adegan dalam video berdurasi dua menit itu yang tampak dalam film) yang membuat terbahak-bahak itu. Sehingga kesimpulannya adalah: filmnya tidak selucu teaser-nya

1 comments:

  1. pertama2nya masih bagus
    pas pertengahan sampai ke akhir maksa banget komedinya ._.

    BalasHapus