Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

10.8.10

, , , , , , , , , , , ,

[SEGRA] Laskar Pemimpi - 30 September 2010

Share
Pemain: Project Pop (Tika Panggabean, Udjo, Yosi, Oon, Gugum, Odie), Dwi Sasono, Shanty, Masayu Anastasia, Gading Marten, T Rifnu Wikana, Marcell Siahaan, Candil, Dimas Projosujadi, Marwoto
Sutradara: Monty Tiwa
Penulis: Monty & Eric Tiwa
Produksi: Starvision Plus
Genre: Komedi- Perang- Musikal




Sinopsis:

Setelah Agresi Belanda ke 2 di bulan Desember 1948, banyak pemuda yang ingin membantu perjuangan bersenjata berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk dilatih bertempur. Di antara mereka terdapat Gugum, Oon, Tika, Udjo, Odi dan Yosi (Project Pop)







Pada tahap seleksi keenam pemuda dari latar belakang yang berbeda ini menjadi menonjol karena ketidak kompetenan mereka. Hanya kesungguhan dan ketulusan niat untuk berjuang saja yang membuat komandan perekrutan, Kapten Hadi tidak sampai hati menolak mereka. Walau mendapat protes keras dari Letnan Bowo (Gading Marten) wakilnya, sang kapten membentuk suatu unit non tempur untuk menampung keenam pemuda tersebut. 

Tujuan utama pembentukan unit yang diberi nama Laksar Pemimpi ini adalah untuk menghibur pasukan. Karena itu mereka pun mendapat latihan yang berbeda dari para kader lain. Sebagai pelatihnya Kapten Hadi menunjuk Kopral Jono (Dwi Sasono). Ternyata si kopral bengal tidak terima disuruh memimpin unit Laskar Pemimpi dan melampiaskan kekecewaannya pada anak buahnya itu. Sejak hari pertama ia selalu menekan anggota unit Laskar Pemimpi dengan latihan-latihan yang berat. Situasi ini ternyata malah menumbuhkan kedekatan di antara anggota unit Laskar Pemimpi. 

Kesempatan itu datang saat unit Laskar Pemimpi diberi peran kecil dalam sebuah penyergapan. Rencana penyergapan gagal total karena ulah unit Laskar Pemimpi. Untunglah Kopral Jono sendiri berhasil selamat dari kejaran Belanda berkat bantuan anak buahnya. 

Sementara itu, Kapten Hadi menerima seorang utusan dari Yogyakarta datang menghadap membawa surat penting dari komandan Brigade X yang mengabarkan tanggal penyerbuan besar-besaran ke Yogyakarta.

Mereka bersiap untuk menjalankan tugas mencegat pasukan Belanda yang datang dari arah Semarang. Apa boleh buat, karena peristiwa Kedu, Unit Bagong menjadi tertinggal dalam tugas, tetapi akhirnya mereka sepakat untuk berangkat menyusul pasukan Kapten Hadi yang bertugas menghambat laju pasukan bantuan Belanda ke Yogyakarta. 

Ternyata, pasukan Kapten Hadi terhambat dalam perjalanannya ke posisi yang ditentukan. Hambatan itu bisa membuat pasukan bantuan Belanda dari Semarang bisa dengan mudah mencapai Yogyakarta sebelum serangan umum, Sementara itu unit Bagong yang bergerak di belakang mereka berhasil menyusul. Maka, demi keberhasilan misi yang diemban Kapten Hadi tidak punya pilihan lain selain minta Kopral Jono dan anak buahnya masuk ke Semarang demi menghambat laju pasukan pendukung Belanda. 

Kesempatan untuk membuktikan diri pun, akhirnya datang bagi unit Laskar Pemimpi dan Kopral Jono. 


Trailer:


Komentar:
Komedi-Perang-Musikal, eh? Seperti yg telah gue singgung di post sebelumnya. Tampaknya era film kolosal sudah mulai bangkit di Indonesia. Terhitung sudah tiga (termasuk ini) yang diproduksi dan akan tayang pada tahun ini. Permasalahannya adalah tinggal bagaimana penggarapannya, apakah memuaskan penonton atau tidak.

Monty Tiwa mungkin terinspirasi Inglorious Basterds, jika dilihat dari font tulisannya, juga genre nya (kecuali musikal nya tentunya). Jejeran pemainnya pun bisa dikatakan bukan nama baru dalam industri hiburan tanah air. Yossi yang sebelumnya pernah bermain dalam film Medley bisa dikatakan cukup baik. Begitu juga beberapa pemain lain yang sudah cukup senior dalam dunia akting, seperti Dwi Sasono, Shanty, dan Masayu Anastasia. Teuku Rifnu Wikana juga tampaknya mulai 'keranjingan' main film kolosal, mengingat di bulan September seri ke-2 Merah Putih: Darah Garuda juga akan tayang.

Harapan gue yah cuma satu.. Mudah-mudahan bagus.. Itu aja :)

0 comments:

Posting Komentar