Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

22.8.10

[REVIEW] Ratu Kostmopolitan

Share

REVIEW

Tak terasa, sudah hampir tiga bulan sejak film ini dirilis di tanah air. Dan jika ada yang ingat, film ini secara tak sengaja dirilis hampir bersamaan dengan perilisan (mengutip teman) film pribadi Luna Maya. Tapi di sini tentunya saya tidak ingin membicarakan mengenai hal ini.. :p

Tanpa disadari, saya telah menonton semua film Ody C. Harahap. Dari mulai Alexandria, Selamanya, Kawin Kontrak, Kawin Kontrak Lagi, Punk In Love, dan yang terbaru: Ratu Kostmopolitan. Dan ajaibnya, lima film Ody sebelumnya selalu gue suka, kecuali Punk In Love mungkin, karena film itu belum selesai ditonton. Sehingga ekspektasi gue terhadap film ini cukup baik, mengingat Ody juga bisa dikatakan spesialis film-film komedi rakyat seperti ini.

Kalau diperhatikan, ciri khas Ody kembali tampak di film ini. Selain gaya komedinya yang lebay seperti di Kawin Kontrak dan Kawin Kontrak Lagi (dan gue suka itu), Ody juga tampaknya senang merambah daerah perkampungan yang ramai penduduk, di mana terdapat kehangatan dan kebersamaan di dalamnya, selain ada pula keributan antar para tetangga. Selain itu, di sini juga gue memperhatikan bahwa Ody selalu membawa misi yang sama dalam setiap film yang disutradari dan ditulisnya sendiri (KK, KKL, PIL, RK): bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh – jika boleh gue ungkapkan demikian.

Cerita Ratu Kostmopolitan sendiri sebenarnya tidak bisa dibilang terlalu istimewa, tapi itulah ciri khas Ody seperti yang gue bilang tadi. Dia selalu mengangkat kisah-kisah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dengan segala konflik yang mungkin terjadi di dalamnya. Uniknya, di film ini, seperti di Punk in Love, Ody menggunakan bahasa daerah dalam percakapannya, sehingga mungkin agak mempersulit penonton yang tidak begitu mengerti bahasa-bahasa tersebut. Apalagi di Ratu Kostmopolitan ini, Luna Maya, Imey Liem, Tyas Mirasih, dan Bu Lax menggunakan bahasa daerah masing-masing yang entah bagaimana, rupanya mereka sudah saling mengerti satu sama lain.

Soal akting, yang paling menonjol buat gue adalah tokoh Pak RT. Pemain lama dan tetap berkualitas. Konsep penceritaan gambar yang kadang ditempeli frame juga lucu, seperti komik, walau gue ga ngerti tujuannya apa. Komedinya sendiri cukup lucu dan lebay, walau nggak semua humor yang ditampilkan berhasil membuat gue tertawa. Ditambah dengan tone warna yang asik dan Ody banget, serta iringan lagu yang cukup asik, Ratu Kostmopolitan bolehlah menjadi pilihan tontonan yang ringan dan menyenangkan. J

0 comments:

Posting Komentar