Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

4.6.10

, , , , , ,

[SEGERA] Not For Sale - 24 Juni 2010

Share
Rilis: 24 Juni 2010
Pemain: Arumi Bachsin, Leylarey Lesesne, Chindy Anggrina, Okkie Callerista
Sutradara: Nayato Fio Nuala


Sinopsis: 
Karena permasalahan keluarga, May (16 tahun), melarikan diri dari rumah. Dalam pelariannya May bertemu dengan Shasi, bahkan May diizinkan untuk tinggal di rumah kontrakannya bersama dengan seorang gadis bernama Andhara yang berprofesi sebagai bartender di sebuah Club. Persahabatan mereka bertiga semakin kuat, walaupun ternyata Shasi adalah seorang mucikari gadis-gadis SMU, ia sangat menghargai dan mendukung cita-cita May sebagai penari. Shasi memperkenalkan May kepada Dessy, penari proffesional, Andhara selalu memberikan perhatian yang berlebihan untuk May, ternyata Andhara  mulai menyukai May

Demi mencari uang untuk pengobatan ibunya, May bekerja sebagai penari di Club tempat Andhara bekerja. Hingga suatu ketika terjadi perkelahian antara Andhara dan  pria yang melecehkan May. Ditengah keributan itu Rangga membantu Andhara dan May

Setelah kejadian itu hubungan May dengan Rangga pun semaikin dekat, Andhara yang cemburu merasa ada yang aneh dengan perlakuan Rangga. Kecurigaannya Andhara pun terbukti, Rangga hanya ingin menodai May, tapi May berhasil melarikan diri. Andhara langsung memberi pelajaran kepada Rangga. Tidak terima perlakuan Andhara, Rangga melaporkan dan menjebak Andhara kepada Polisi, Andhara pun dijebloskan di penjara

Kondisi May makin terpuruk, ibunya dalam kondisi kritis, ditambah rasa bersalah dan empati terhadap Andhara, akhirnya ia meminta Shasi untuk menjual dirinya. Shasi menolak keras permintaan May, dan May membujuk Shasi ia membutuhkan uangnya untuk membantu ibunya dan menebus Andhara di penjara

Apakah pengorbanan May dan Sashi dapat menyelesaikan masalah mereka?



Komentar:
Ini adalah film ke-8 Nayato Fio Nuala (sbg Nayato dan Koya) pada tahun ini, dan film ke-6 (kalau tidak salah) yg bergenre sex education seperti ini. Entah apa yang dipikirkannya, mungkin dia merasa masyarakat Indonesia masih perlu mendapat pendidikan soal seks dan keperawanan. Akan dibawakan seperti apakah film yang bisa disebut "kejar tayang" ini -- karena berita tertanggal 25 Mei di situs-situs internet menyatakan bahwa per tanggal itu, mereka masih dalam proses shooting? Saya sudah cukup lelah dengan film-film bertema seperti ini dari seorang Nayato. Mungkin lebih baik kalau dia membuat film sejenis Te(re)kam lagi, karena film itu pada kenyataannya cukup menghibur buat saya.. :p

0 comments:

Posting Komentar