Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

28.6.10

[REVIEW] Red Co-Bex

Share






REVIEW
Ada tiga alasan mengapa gue akhirnya memilih Red Cobex dibanding 3 film Indonesia lain yang sedang diputar di bioskop:
1. Karena ada Lukman Sardi (ga begitu napsu liat Tanah Air Beta walau ada Lukman Sardi juga di sana, tone film-filmnya Alenia terlalu muram buat gua)
2. Penasaran pengen liat filmnya Upi setelah Serigala Terakhir
3. Ingin melihat standar yang dibangun untuk genre action comedy yang tampaknya akan mulai menjamur di Indonesia


Hasilnya?
Poin plus film ini:
  • Upi tampaknya lagi bereskperimen mencari formula yang paling tepat untuk membuat film action yang cocok dengan selera penonton Indonesia. Setelah lumayan gagal dengan gaya mafia internasional, ia kemudian mencoba mafia lokal alias preman. Hasilnya? Adegan fighting nya cukup norak dan lebay, tapi buat gue, jelas lebih bisa dinikmati karena gue suka yang lebay-lebay.... :D
  • Film ini cukup menghibur di beberapa bagian.. Beberapa lawakannya cukup berhasil bikin ketawa, walau ga sampai ngakak banget. 


Poin minus film ini:
  • Itu tadi, beberapa lawakan cukup lucu, tapi banyak juga lawakan yang garing dan basi, dan diulang terus menerus, sehingga yang ada gue hanya diem aja tanpa ekspresi.
  • Selain itu juga terlalu banyak dialog-dialog yang membawa pesan-pesan yang menggurui secara eksplisit. Dari mulai sindiran, sampai betul-betul membawakan pesan moral. Kurang suka sih ya gue.. Seandainya bisa dibuat lebih santai dan tidak kaku dalam penyampaiannya, mungkin penonton ga akan terlalu sadar, dan mungkin malah bisa meresap ke dalam diri dengan lebih natural..
  • Gue cukup terganggu dengan color grading yang terlalu kencang, sehingga kulit para pemain (terutama yang di-tan emas) menjadi bersinar-sinar ketika terkena cahaya yang kadang juga berlebihan.. Hal ini juga terjadi di 15 menit terakhir Serigala Terakhir yang tau-tau memiliki color tone yang berbeda dari adegan-adegan sebelumnya. Technical problem yang terulang, buat gue.. Hmm.. Gimana ya.. 


Overall?
Untuk sekedar hiburan mencari tawa ringan, dan jika Anda kehabisan pilihan film lain dan iseng ingin menonton, bolehlah Red Cobex dijadikan pilihan. Tapi kalau Anda mengharapkan sebuah film dengan hiburan maksimum, saya tidak menyarankan Anda menontonnya, karena Anda jelas tidak akan terpuaskan..

3 comments:

  1. saya kemarin baru saja menonton RED COBEX bersama mama saya, dan dibioskop tersebut yang menonton cuma 7 orang! hmmm fantastis itu bioskop tiba-tiba jadi milik pribadi :p

    saya juga setuju dengan poin-poin plus dan minus yg disampaikan diatas, tapi yang agak mengganggu itu sering terjadi dialog yang kurang jelas dan dialog dengan bahasa daerah tidak ada translate nya, jadi penonton dipaksa untuk meraba-raba arti dari kalimat yg diucapkan tokoh.

    tapi secara keseluruhan pesan yg ingin disampaikan -upi- lewat film ini cukup tersampaikan dengan baik.
    sukses terus deh buat upi!

    BalasHapus
  2. Nyesel gua nonton nih film. gak ada bagus-bagusnya.

    BalasHapus