Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

22.6.10

[REVIEW] Hantu Rumah Ampera (2009)

Share


Penasaran mendengar banyak horor freak yang mengatakan bahwa film ini adalah salah satu film horor lokal yang cukup menyeramkan, saya yang awalnya ragu menjadi tergerak untuk menonton film yang ternyata disutradarai oleh Rudi Soedjarwo ini..

Bercerita tentang seorang pria (Ben Joshua) yang telah mengikat janji sehidup semati bersama kekasihnya sewaktu SMA. Pacarnya ini kemudian pindah ke London, dan sewaktu kembali, ia menemukan fakta bahwa Ben Joshua telah memiliki pujaan hati baru. Sakit hati, ia terus membuntuti ke manapun mereka pergi. Di saat yang bersamaan, Ben Joshua dan ibunya pindah ke rumah baru (second use) yang ternyata banyak penunggunya. Mereka terus menerus diganggu tanpa tahu sebab musabab nya.

Mungkin yang sudah menonton Lewat Tengah Malam nya Koya Pagayop akan sedikit banyak bisa menebak ending cerita ini.. Seperti gue misalnya.. Dan ternyata tebakkan gue benar..

Film ini sesungguhnya tidak membawa formula baru apapun kepada genre horor. Malah gue melihat banyak kesamaan yang muncul layaknya di film-film Hollywood, Jepang, dan Thailand macam The Grudge, Shutter (Thai), dan.... -- maap, referensi horor gue agak kurang, ga begitu suka horor :p

Walaupun demikian, memang tetap harus diakui bahwa film ini jelas lebih baik jika dibandingkan dengan film-lokal-yang-mengaku-horor lainnya; tidak mengubar tubuh wanita, setannya ga narsis, make up setan nya ga berlebihan. Tapi, akting pemainnya sama saja. Flat. Datar. Tidak lebay, tapi tidak pas juga. Kurang.

Entahlah, mungkin karena gue nontonnya sambil mainan henpon (tapi tetep fokus), atau gue udah cukup kebal sama film horor, sehingga gue ga takut lagi? Hmm.. Kayaknya boleh coba Pocong nya Monty Tiwa yang katanya super serem itu.. Jadi penasaran..

0 comments:

Posting Komentar