Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

20.4.10

, , , , , , , , ,

[SEGERA] Akibat Pergaulan Bebas - 29 April 2010

Share
Rilis: 29 April 2010
Pemain: Uli Auliani, Samuel Zylgwyn, Sabai Morscheck, Leylarey Lesesne, Smitha Anjani, Ray Sahetapy
Penulis: Puguh P.S Admadja
Sutradara: Nayato Fio Nuala
Produser: H.M Firman Bintang
Produksi: Mitra Pictures

Sinopsis:
Tiga sekawan, Kanya, Dinda dan Zizi terjebak masuk dalam kehidupan Pergaulan Bebas. Akibat broken home membuat Kanya akhirnya jadi cewek panggilan. Bukan hanya itu, Kanya juga berusaha membujuk sahabatnya Dinda untuk ikut ke jalur yang sama, dengan dalih jadi model terkenal. Semula Dinda memang bisa menolak. Akan tetapi himpitan ekonomi yang menderanya, Dinda tak mampu bertahan. Keinginannya untuk terus melanjutkan kuliahnya dan bapaknya yang sakit keras, membutuhkan biaya cukup besar, Dinda tak punya pilihan lain, akhirnya bersedia menjadi seorang foto model. Kanya membawa Dinda kepada Boni, yang katanya bisa menjadikan Dinda seorang model terkenal dan cepat banyak uang.

Tapi apa mau dikata, Dinda bukannya jadi model yang terkenal, tapi justru terjerumus juga kedalam kehidupan pergaulan bebas, menjadi cewek panggilan, seperti Kanya. Zizi lain lagi. Dia lebih memilih menjadi pacar gelap dari seorang lelaki yang telah beistri asal segala keinginannya dapat  terpenuhi. Banyak uang dan hidup bersenang senang setiap hari. Tiada hari tanpa pesta.

Salah satu sahabat dekat Dinda, Gladis, anak tungal dari seorang pengusaha sekaligus pejabat yang sukses, telah berulang kali menasehati  Dinda agar menjauhi Kanya dari pergaulannya yang salah. Gladis sangat yakin pengaruh buruk Kanya akan menghancurkan kehidupan Dinda yang sangat polos dan lugu. Tapi semua nasehat Gladis hanya angin lalu bagi Dinda.

Suatu malam, Boni dan Boy menjual Dinda pada seorang pejabat bernama Indra, yang tak lain adalah papanya Gladis. Keadaan itu jelas tidak mengenakan buat Dinda, tapi apa mau dikata, dia butuh uang banyak. Kejadian itu tercium oleh Gladis. Gladis marah besar pada papanya, dan berang pada Dinda. Gladis tak mau lagi berteman dengan Dinda. Kejadian itu membuat Dinda kacau, dia memutuskan untuk berhenti jadi cewek panggilan. Boy berang tak bisa menerima berhentinya Dinda. Bahkan dengan pukulan dari Boy, Dinda tetap tak bergeming, Dinda ingin keluar dari kehidupan yang penuh dengan dosa

Rupanya niat untuk berhenti jadi pelacur juga dilakukan oleh Kanya yang lebih dulu menyesali nasibnya. Kanya ingin kembali ke keluarganya yang sudah lama dia tinggalkan. Juga sama dengan Zizi, yang memilih menggugurkan kandungan, setelah dihamili Roy. Zizi meninggalkan Roy. Kanya, Dinda dan Zizi ingin kembali ke jalan yang baik. Namun niat itu mendapat hambatan yang keras dai Boy. Boy datang memaksa mereka untuk kembali melacur. Tiga sahabat itu kalap. Mereka bersama-sama melawan Boy, dan sebuah tusukan pisau membuat Boy mati

Mereka akhirnya melarikan diri, menyadari semua kesalahan yang sudah mereka lakukan. Mereka memutuskan keluar dari Kehidupan Pergaulan Bebas dan kembali ke jalan yang benar

Trailer:

Komentar:
Tampaknya gue ga perlu baca sinopsisnya.. Hanya dengan melihat trailernya dan judul saja saya sudah tau film seperti apa ini.. :D

Yes, King Nayato is back in action. Dengan genre yang sudah tidak asing lagi seperti sebelum-sebelumnya. Terhitung sudah 6 film bertipe serupa yang dibesutnya; Butterfly, Virgin 2: Bukan Film Porno, Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets, 18+, Belum Cukup Umur, dan yang terbaru: Akibat Pergaulan Bebas.

Nayato kayaknya ga pernah bosan deh untuk menasihati anak muda.. Dan tampaknya "nasihat-nasihatnya" selalu gagal.. Kenapa? Kalo berhasil, ngapain juga dia bikin film yang mirip-mirip sampe 6x? ;)

Nampaknya pula, film ini masih tetap akan membawa style Nayato -- pengambilan gambar dan warna yang indah, blurry-blurry, high angle, dan.... kata orang sih pasti gelap dan hujan. :D

Rilis tanggal 29 April, bareng Taring-nya Rizal Mantovani yang juga memiliki poster setipe (4 ewek dan 1 cowok, berjejer), dan judul yang dejavu ftv-ftv zaman dulu, kita lihat saja bagaimana hasilnya....



1 comments: