Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

9.3.10

[REVIEW] Bahwa Cinta Itu Ada

Share

Review:
Hmmmm... Agak-agak bingung gimana harus me-review film ini.. Langsung aja kali ya, tanpa basa basi lagi..

Awalnya gue suka sama film ini, di mana film ini menyajikan semangat masa muda para mahasiwa dengan menunjukkannya lewat adegan-adegan demo, cinta-cintaan ala mahasiswa, tebar pesona, candaan-candaan lucu, dan lain sebagainya -- yang bikin gue cukup merinding dan merasakan semangat membara. Tapi anehnya, dari tengah ke belakang, film ini semakin kehilangan arah, berantakan, dan... membosankan.

Mengapa berantakan dan kehilangan arah? Begini.. ****WARNING, SPOILER ALERT****
Setelah mereka lulus, cerita jadi loncat-loncat. Fokus yang tadinya ada di lima sekawan itu berubah, tidak lagi ke 5 sekawan, tapi hanya beberapa. Dan yang sangat disayangkan adalah, perubahan itu (termasuk perubahan waktu) tidak diceritakan dengan mendetail, sehingga membuat penonton bingung.

Selain itu, ada juga beberapa hal teknis yang cukup menganggu -- walau sebenarnya tidak akan terlalu dipermasalahkan seandainya saja film ini dikemas dengan lebih baik lagi -- yaitu masalah wardrobe dan setting, serta beberapa properti yang tidak mendukung (atau setengah-setngah) antara satu dan yang lainnya. Setting waktu tahun 1980an tapi yang tampak malah seperti tahun 2000an. Foto di atas bisa dijadikan salah satu contoh..

Bicara soal akting, Ariyo Wahab bisa gue katakan sebagai karakter yang paling menonjol di antara yang lainnya. Alex Abbad tidak berbeda jauh dengan karakternya di Pencarian Terakhir atau Merantau, slengean gimana gitu.. Restu Sinaga, Dennis Adhiswara, dan Rizky Hanggono juga tampak seperti sebelum-sebelumnya. Eva Asmarani tampil cukup memuaskan walau tak terlalu istimewa.

Terakhir, ini adalah film seorang Sujiwo Tejo -- yang kita semua ketahui keunikan dan ke-eksentrikannya. Hal itu pun nampak dalam film ini, di mana ada adegan wayang dan dalang yang mengiringi beberapa bagian film. Tak ketinggalan juga, Sujiwo Tejo bahkan muncul sebagai narrator, sekaligus cameo dalang di akhir cerita.

Gue ga tau gimana penceritaan novel Gading Gading Ganesha, tapi yang jelas filmnya tidak terlalu memuaskan gue.

1 comments:

  1. sama!
    aku juga bingung.
    mungkin karena pemotongan dari 3 jam ke 90 menit kali ya.

    BalasHapus