Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

22.1.10

, , , , , , , , , , , , , ,

[REVIEW] Rumah Dara - 21 Januari 2010

Share
Tanggal Rilis: 21 Januari 2010
Pemain: Julie Estelle, Shareefa Daanish, Michael Lucock, Ario Bayu, Sigi Wimala, Imelda Therine, Arifin Putra, Daniel Mananta, Dendi Subangil, Ruli Lubis, Aming
Sutradara: The Mo Brothers

Review:
Well. Honestly. Gue bukanlah penggemar film slasher, karena menurut gue film slasher sangat mudah ketebak dan isinya itu itu aja - bunuh-bunuhan. Bagi para penggemar film slasher, mungkin Rumah Dara merupakan santapan yang sangat nikmat bagi mereka, hingga mereka bisa terus menerus memperbincangkan film ini dengat semangat menggebu-gebu.

Tapi bukan berarti penonton yang tidak menyukai slasher tidak akan suka pada film ini. Contohnya: gue lagi. Gue sudah sangat menunggu-nunggu datangnya film ini sejak awal tahun 2009 lalu. Kenapa? Karena gue melihat film ini sangat menarik dan beda dari yang lain. Film slasher buatan Indonesia? WOW! Bikin penasaran banget kan?

Kesempatan itu akhirnya datang. Rumah Dara menjadi film pembuka pada INAFFF 2009 lalu setelah sebelumnya sudah melanglang buana dulu ke negeri orang. Puji Tuhan, gue mendapatkan kesempatan untuk menonton pada pembukaan itu, dan menyaksikan film ini lebih dulu dari warga Indonesia lainnya - dan uncensored pula.

Rasa penasaran gue terpuaskan dengan sajian yang diberikan The Mo Brothers pada debut layar lebar perdana mereka ini. Dengan formula slasher standar (orang sok baik menolong orang di tengah jalan, taunya yang ditolong adalah seorang psikopat), Rumah Dara tampil fresh dan berhasil membuat banyak penonton takut, merinding, ngeri, jijik, geli, mual, dan perasaan-perasaan tidak enak lainnya - yang sebetulnya memang merupakan efek yang seharusnya terjadi dari film bergenre ini.

Dua bulan berlalu sejak penampilan perdana Rumah Dara di Indonesia. Gue mendapatkan sekali lagi kesempatan untuk menontonnya sebelum tayang reguler di bioskop-bioskop nasional. Walaupun kali ini film ini sudah tidak suci lagi karena sudah ternodai oleh gunting kasar LSF, toh ternyata film ini masih tetap mampu membuat gue merasa seperti baru menontonnya pertama kali - bergidik, merinding, ngeri, dan kaget (namun kagum) di tiap adegannya.

Dengan budget yang kecil - mengingat pada awalnya film ini hanyalah merupakan film indie - Rumah Dara berhasil menghasilkan banyak hal baru yang menjanjikan; genre baru dalam perfilman tanah air, sutradara muda berbakat, dan tentunya, para aktor dan aktris yang baru terlihat 'WAH" begitu bermain dalam film ini.

Mungkin gue tidak berekspresi seheboh para penggemar slasher, tapi gue tau bahwa ini film bagus, dan film bagus haruslah didukung 100000000%.

3 comments:

  1. menurut gw msh lebih bagusan Rumah Dara dengan durasi pendeknya ketimbang versi panjangnya..terlalu dibuat2...hehee

    BalasHapus
  2. aku malah belum lihat bro..... nich masih mo download nyari2 linknya.

    BalasHapus
  3. Heran...!
    Ga habis pikir dengan penonton indonesia.
    Film sebagus dan se-seram ini tapi kurang meledak.
    Sedangkan film2 horor sampah tapi bisa laris dipasaran.
    Padahal film ini cukup pouler dan jadi bahan perbincangan. Tapi kenapa penontonnya sedikit ya?

    BalasHapus